Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tips Aman Menikmati Sate Klatak, Makanan Khas Jogja yang Turun dari Surga

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
9 Agustus 2025
A A
Tips Aman Menikmati Sate Klatak, Makanan Khas Jogja yang Turun dari Surga

Tips Aman Menikmati Sate Klatak, Makanan Khas Jogja yang Turun dari Surga (Danangtrihartanto via Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perkara kuliner, saya sulit untuk memberi nilai yang positif terhadap Jogja. Ingatan baik akan kuliner Jogja yang saya punya itu rata-rata karena dengan siapa saya menikmati kuliner itu, bukan karena makanannya. Bagi saya, makanan Jogja itu biasa banget. Tapi, hidup itu selalu punya pengecualian, dan untuk konteks ini, sate klatak adalah pengecualian itu.

Sejak pertama kali merasakannya saat bukber bersama anak-anak Mojok di Ramadan 2020, sate klatak jadi kuliner terbaik. Sate kambing, di pikiran saya, selalu manis dan punya rasa gosong yang khas. Yang saya rasakan di Wonogiri begitu, dan karena saya jarang banget makan sate kambing di luar Wonogiri, saya jadinya tak punya referensi yang lain.

Tapi, sate klatak ini amat berbeda. Saya yakin, Tuhan memberi karunia pada Jogja dalam bentuk sate ini. Bagi saya, Jogja terbuat dari patah hati yang berseri, jatuh cinta yang bikin otak mati, dan sate klatak yang bikin tenang hati.

Dan dalam artikel ini, saya mau membagikan tips aman makan sate klatak, karena banyak yang berpikir makanan ini adalah pembunuh. Bikin sakit jantung, kolesterol, tekanan darah naik, dan sejenisnya. Tips ini baiknya dibaca bagi kalian yang berusia 30-an kayak saya, dan lagi gila-gilanya main mini soccer, atau olahraga apa pun.

Konsumsi sate klatak secukupnya

Pertama dan yang paling utama, jangan pernah overconsumption alias kelewatan dalam makan sate klatak. Maksudnya, kalian makan seminggu bisa lebih dari tiga kali. Jangan.

Justru sebaiknya kalian nggak sering-sering mengonsumsi makanan ini. Bukan karena makanan ini bahaya, tapi bikin rasa makanan ini nggak spesial lagi. Lidah kita itu mudah banget terbiasa sama satu makanan, jadi kalau kalian konsumsi kelewat sering, justru nggak spesial lagi.

Kalau saran saya sih, makan klatak hanya seminggu sekali, atau malah sebulan 2 kali deh. Yakin, kalian akan bisa menikmati makanan ini dengan paripurna. Klatak bisa bikin lidah kalian terpuaskan karena jadi selingan yang menyenangkan.

Nggak usah dicelup ke kuahnya

Saya sempat bertanya pada anak-anak kantor, gimana mereka mengonsumsi klatak. Semuanya bilang kalau nggak pernah nyelupin sate ke kuahnya.

Jadi kawan-kawan, sate klatak itu ada kuahnya. Rasanya segar, gurih, tapi nggak berat. Lebih enak kuahnya dikonsumsi dengan cara lain kayak disendokin aja gitu, atau kalau saya, saya campur ke nasi biar rasa nasinya makin enak.

Tapi, sebaiknya nggak usah dicelup ke kuahnya. Sate klatak itu udah enak gitu aja tanpa tambahan apa pun.

Sate klatak jangan dikasih kecap!

Itu sudah menjelaskan banget sih: klatak enak apa adanya. Kenapa juga kalian tambahin kecap? Kalian gila? Nggak makan bangku sekolah apa?

Jangan banyak-banyak nasinya

Sate klatak itu enak banget. Untuk kasus saya, makanan enak itu selalu memancing saya nambah nasi begitu banyak. Rekor saya, saya pernah nambah nasi 4 kali. Tentu bisa ditebak yang terjadi selanjutnya: perut saya begah, sedangkan dagingnya masih sisa. Jadi ya, pengalaman makannya nggak menyenangkan.

Kalian jangan tanya kok bisa saya makan 4 piring nasi tapi satenya sisa. Manajemen nasi dan lawuh saya sudah top global. Kemiskinan membuat saya bisa mengatur rasio lawuh dan nasi dengan begitu presisi. Kemampuan saya membuat keputusan dalam hidup nggak ada seujung kuku dengan bagaimana saya mengatur rasio lauk dan nasi.

Nah, karena kalian yang umur 30-an ini pastinya banyak yang perutnya sudah offside, baiknya batasi konsumsi nasinya. Udah, sepiring aja, habis itu pelan-pelan menyantap sate klataknya. Toh, protein lebih mengenyangkan ketimbang karbo.

Iklan

Beneran, jangan banyak-banyak nasi. Kalian udah mini soccer, udah sok minum americano, mulai milih-milih sepatu running, percuma kalau kalian jebol pertahanan di warung sate.

Itulah tips menikmati sate klatak versi saya. kalau kalian tanya rekomendasi sate klatak favorit saya, jawabannya adalah Sate Djiroso. Tempatnya ada di utara Sate Ratu, kiri jalan, pas di perempatan.

Sama-sama.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Lebih dari Komik, One Piece Adalah Sejarah Dunia Kita dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

 

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2025 oleh

Tags: rekomendasi sate klatakresep sate klataksate klataksate klatak jogja
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co
Pojokan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Persiba Bantul MOJOK.CO
Tekel

Persiba Bantul yang Sudah Tidak Menarik Diperbincangkan

10 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.