Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Analisis Sumber Pendapatan Shopee dan Tokopedia

Sumber pendapatan marketplace macam Shopee dan Tokopedia itu nggak main-main, Bung!

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
15 Desember 2021
A A
ilustrasi Dari Mana Keuntungan Marketplace jika Buka Toko di Sana Gratis? Shopee dan Tokopedia mojok.co

ilustrasi Dari Mana Keuntungan Marketplace jika Buka Toko di Sana Gratis? mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selama ini marketplace di Indonesia terkenal hobi “bakar uang”. Padahal sumber pendapatan Shopee dan Tokopedia itu luar biasa.

Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya merupakan salah satu penyedia lapak atau platform untuk penjual. Pihak pengelola hanyalah pihak ketiga yang menyediakan fasilitas untuk penjual dan pembeli secara online.

Ibaratnya begini, marketplace itu kayak pihak yang membangun pasar dan menyediakan kios-kios kosong untuk diisi oleh penjual. Mereka cenderung tidak mendapatkan keuntungan secara langsung dari hasil jual beli yang berlangsung dalam satu bangunan itu.

Tapi, namanya juga bisnis. Ya nggak mungkin dibangun kalau nggak menguntungkan. Pendapatan Shopee dan Tokopedia kalau dianalisis itu memang luar biasa. Bisnis ecommerce macam ini tergolong sangat profitable walau terkesan banyak bakar uang di tahun-tahun awal.

#1 Pendapatan Shopee dan Tokopedia dari uang elektronik

Sekilas, bagi otak-otak kita yang nggak paham bisnis, aplikasi uang elektronik itu sama sekali nggak menguntungkan. Sayangnya, konsep e-money dan e-wallet memang nggak sederhana. Semakin banyak pengguna yang menyimpan uang, semakin banyak deposito dan instrumen investasi yang bisa dilakukan. Sumber pendapatan Shopee, Tokopedia, dan marketplace lain yang punya fasilitas uang ekeltronik pun mengalir deras. Nggak heran bahwa penyedia jasa kayak OVO, ShopeePay, GoPay, Link Aja, DANA, dan sebagainya tumbuh subur. Konsumen mau pakai yang mana tinggal pilih.

Bayangnya jika ada 20.000 pengguna ShopeePay dengan masing-masing saldo mengendap Rp10.000. Jumlahnya sudah Rp2 miliar. Uang yang nggak kelihatan wujudnya ini jika didepositokan sudah amat menguntungkan. Jika diinvestasikan, jumlahnya bisa berkembang. Pengguna tinggal santai-santai.

#2 Pendapatan Shopee dan Tokopedia dari biaya admin

Walaupun kesannya membuka toko di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia itu gratis, tapi sebetulnya kita diwajibkan memberi komisi. Ada biaya admin yang besarannya beragam dan dibebankan kepada penjual. Biaya admin ini mencakup persentase potongan dari setiap penjualan yang berlangsung. Seringnya, biaya admin dibebankan kepada toko yang telah terverifikasi. Misalnya Shopee Mall dan Star Seller yang memiliki nilai penjualan progresif. 

Gambaran skemanya begini, jika sebuah toko Star Seller berhasil menjual barang senilai 100 juta setiap bulan dan biaya adminnya sebesar 1,5%, komisi yang didapat pengelola Shopee adalah senilai Rp1,5 juta. Ini baru dari satu toko loh. Tentunya jumlah Shopee Mall dan Star Seller itu ribuan. Seram juga kan uangnya.

#3 Pendapatan Shopee dan Tokopedia dari program promo

Jangan kira diskon angka kembar itu sepenuhnya cuma upaya baik dari marketplace buat ngasih makan jiwa haus belanja. Tidak semudah itu. Penjual yang berpartisipasi dalam program promo ini juga dikenai biaya sehingga ini bisa jadi sumber pendapatan Shopee, Tokopedia, dan marketplace lain.

Semakin banyak diskonnya, semakin banyak juga iklan yang didistribusikan oleh pihak marketplace. Semakin banyak paparan iklan, semakin banyak orang yang mampir dan belanja. Walau di mata kita program promo angka kembar adalah pesta barang-barang murah, bagi marketplace ini adalah event yang mendulang cuan.

#4 Pendapatan Shopee dan Tokopedia dari fitur-fitur aplikasi untuk penjual

Menjadi penjual di marketplace, misal kayak Shopee Seller atau Tokopedia Seller sekilas memang mudah dan cuannya menggiurkan. Tapi, di balik kesuksesan setiap penjual ada tangan-tangan yang lihai memanfaatkan fitur marketplace.

Marketplace biasanya menyediakan fitur iklan yang mendorong produk penjual naik di pencarian teratas. Program ini tentunya beragam dan yang jelas nggak gratis. Semakin banyak penjual yang bersaing di marketplace, semakin banyak pula keuntungan marketplace. Ini baru fitur iklan loh, belum fitur dan skema program lain yang juga bisa mendatangkan cuan buat pengelola marketplace. Misalnya partnership brand, keterlibatan penjual dalam event, dan program lain.

Memang sih, dari sisi konsumen, kita tampak diuntungkan dengan banyaknya diskon dan potongan. Marketplace jadi serupa aplikasi yang hobinya sedekah. Padahal, pendapatan Shopee, Tokopedia, and the gang itu buanyaaak banget. Analisis ini pun terbatas pada sesuatu yang tampak, belum dari sumber cuan yang tidak tampak. Hmmm, pasti lebih basah.

Konsepnya kadang memang kurang masuk akal. Marketplace dapat untung, penjual juga dapat untung, konsumen pun bahagia. Lah, terus yang rugi siapa?

Iklan

FYI nggak semua bisnis itu menguntungkan satu pihak saja. Kalau ada win-win solution kenapa memilih rugi?

BACA JUGA Shopee Seller Waspada! Paket Dibobol itu Nyebelin Banget dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2021 oleh

Tags: bisnisecommercekeuanganmarketplaceshopee sellertokopedia selleruang elektronik
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO
Kilas

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
BCA Raih Tiga Penghargaan Internasional: Kukuhkan Posisi sebagai Bank Terkuat, Perusahaan Terbaik, dan Paling Dipercaya di Dunia MOJOK.CO
Ekonomi

BCA Raih Tiga Penghargaan Internasional: Kukuhkan Posisi sebagai Bank Terkuat, Perusahaan Terbaik, dan Paling Dipercaya di Dunia

25 Oktober 2025
Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Mojok.co
Pojokan

Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula

15 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.