Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Salah Pilih Bengkel Motor, Dikerjai Oknum Montir Nakal

Untuk kendaraan, jika sampai salah pilih bengkel montor, anggran bulananmu bakal bocor.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
16 Oktober 2021
A A
Salah Pilih Bengkel Motor, Malah Dikerjai Oknum Montir MOJOK.CO

Salah Pilih Bengkel Motor, Malah Dikerjai Oknum Montir MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bengkel motor dibangun di atas kepercayaan. Sekali salah langkah dan montir memilih jalan kegelapan, pelanggan akan pindah ke lain hati.

Punya bengkel motor langganan itu bikin hati nyaman. Sudah nggak perlu khawatir lagi apakah bakal dikerjai oknum montir nakal atau motor bakal digarap dengan benar atau nggak. Untuk kendaraan, jika sampai salah pilih bengkel montor, anggran bulananmu bakal bocor.

Servis rutin bagi pemilik kendaraan itu biasanya terjadwal. Anggaran yang disediakan juga sudah disediakan. Kalau bulan ini cuma mau ganti oli dan servis rutin, paling tidak sedia Rp100 ribu sudah dengan dana cadangan. Tambah ganti kampas rem? Ya tinggal tambah Rp50 ribu, misalnya.

Hitungan anggaran itu bakal kacau ketika kamu salah pilih bengkel motor. Sudah kualitas montir di sana ternyata medioker, nakal pula. Motor nggak tambah enak ketika dikendarai, kamu masih harus jadi “korban” kejahatan mereka. Yang paling sering terjadi adalah kamu diminta ganti suku cadang, yang sebetulnya masih layak pakai.

Saya baru saja hampir jadi korban tipu-tipu itu….

Kronologinya begini: salah satu motor saya adalah Suzuki Skydrive. Sudah terhitung motor tua, tapi mesinnya masih bandel. Maklum, mesin-mesin Suzuki kayaknya lebih cocok untuk dipakai sebagai mesin perang ketimbang kendaraan sehari-hari.

Kebetulan, beberapa hari ini saya sedang menikmati memakai Honda Vario 150. Lantaran jadwal servis Suzuki Skydrive sudah lewat, saudara saya punya ide untuk membawa motor itu ke bengkel motor salah satu temannya. Konon, keduanya teman dekat. Tentu saya menerima bantuan itu dengan senang hati. Mau dibayari pula.

Dua hal yang saya ingat adalah, pertama, saya memang terlambat melakukan servis rutin dan kedua, kampas rem sudah waktunya ganti. Yah, kalau nggak salah hitung, mungkin nggak sampai Rp200 ribu. Mengingat satu bengkel motor dengan lainnya punya standar tarif berbeda, ya saya maklum.

Beberapa jam kemudian, saudara saya memberi kabar lewat grup WhatsApp keluarga. Heran, ngapain coba lewat grup keluarga. Kenapa nggak japri saja?

Untuk servis rutin, ganti oli, dan kampas rem, biayanya Rp200 ribu pas. Masih sesuai dugaan. Namun, tidak sampai di situ, saudara saya menyampaikan pesan dari montir. Intinya, saya harus ganti velg karena “sudah kena”. Harga velg yang ditawarkan antara Rp800 sampai Rp900 ribu. Oke, ini ada yang aneh.

Saya berpikir agak lama. Memang, saya sudah terlambat mengunjungi bengkel motor langganan saya di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta. Bengkel motor tersebut bernama Sidodadi. Siapa tahu ada dari pembaca yang butuh montir terpercaya. Namun, mungkinkah jika saya bawa Suzuki Skydrive ke Sidodadi akan tetap diminta ganti velg?

Sebelum mengeluarkan uang Rp900 ribu, saya berkonsultasi dengan saudara saya lainnya. Kebetulan, dia bekerja di salah satu pabrikan motor besar. Saya kirimkan video yang menunjukkan kondisi roda belakang motor saya yang tidak mau berputar.

Tidak sampai lima menit, dia membalas pesan saya. Intinya, saya tidak perlu mengganti velg. Kondisi ban belakang tidak berputar karena baut setelan rem terlalu ke kanan. Jika baut setelan rem terlalu ke kanan, kampas rem akan semakin mengembang.

“Jarak antara bibir velg dan kampas bakal semakin rapat. Coba itu dilonggarkan. Nanti waktu tekan tuas rem, memang jadi agak dalam. Tapi nggak masalah,” kata saudara saya.

Iklan

Masih kata dia, “Velg itu lama-kelamaan pasti “kemakan” dan biasanya memang nggak rata bagian kena makan itu. Makanya, setelah ganti kampas rem, akan terasa seret dikit, menyesuaikan alur bibir velg yang kena makan tadi.”

“Jadi, intinya, nggak perlu ganti?”

“Nggak perlu ganti. Kendorkan aja dulu. Nanti kalau udah dipakai beberapa lama, kampas rem yang baru sudah “ngalur” sesuai velg. Baru habis itu baut dikencangkan.”

Segera saya kirimkan pesan saudara yang tahu soal motor ini ke saudara saya yang tidak tahu soal motor tapi mau membantu tadi. Saya, sih, bersyukur, dikelilingi saudara yang siap membantu, membayari servis, dan mencegah saya jadi korban montir nakal dari bengkel motor tak bisa dipercaya.

“Kenapa banyak oknum montir nakal gitu, ya?”

“Ya mungkin dia dapat untung dari situ. Bengkel motor tempat dia kerja seringnya sepi, misalnya. Makanya, pindah bengkel motor itu risikonya tinggi. Salah pilih, bisa jadi korban,” terang saudara saya, yang tahu soal motor, yang nggak tahu soal motor malah diam saja nggak balas WhatsApp saya.

Bengkel motor, seperti jasa lainnya, dibangun di atas kepercayaan. Sekali salah langkah dan montir di sana memilih jalan kegelapan, niscaya, pelanggan akan pindah ke lain hati. Pedih.

BACA JUGA 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Motor Matik dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: bengkel motorhondahonda vario 150montirMontir Nakalpenipuan suku cadangsalahsuzukisuzuki skydrive
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO
Catatan

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Omong Kosong Pemuja Hujan Musuh Honda Beat dan Vario MOJOK.CO
Otomojok

Pemuja Hujan di Bulan Desember Penuh Omong Kosong, Mereka Musuh Utama Pengguna Beat dan Honda Vario

27 Desember 2025
Ilustrasi motor Suzuki MOJOK.CO
Otomojok

Betapa Sulitnya Tidak Membenci Suzuki, yang Katanya Pantas Kita Sayangi, Meski Kadang Bikin Jengkel Setengah Mati

28 November 2025
Keakraban dengan montir bengkel beri saya banyak keuntungan MOJOK.CO
Ragam

Menjalin Keakraban dengan Bengkel Umum nan Biasa Beri Saya Banyak Keuntungan

14 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.