Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menguak Rahasia Mengapa Kos Murah Catnya Warna Hijau

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 Januari 2020
A A
kenapa kos murah warna hijau alasan kos jogja kos bebas kos enak rekomendasi kos mojok.co

kenapa kos murah warna hijau alasan kos jogja kos bebas kos enak rekomendasi kos mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sering nggak dapet pertanyaan super random sebelum tidur? Saya tambah satu pertanyaan super random, kenapa kos murah rata-rata catnya warna hijau?

Sering nggak sih kalian dapet pertanyaan super random dari otakmu sebelum tidur terus ujungnya malah bikin nggak bisa tidur karena penasaran? Selain bikin nggak bisa tidur, kadang bisa bikin gelisah esok harinya. Kadang pertanyaannya nggak masuk akal macam siapa yang punya ide bersihin padi terus dimasak jadi nasi?

Ketika sedang scroll timeline twitter, saya menemukan satu pertanyaan yang membuat otak saya berulah lagi, yaitu kenapa biasanya kos murah catnya warna hijau. Saya langsung menyesal kenapa otak saya ikutan penasaran dan sampai browsing buat mencari alasannya.

kost murah kenapa rata rata catnya warna ijo

— orei (@senjatanuklir) January 15, 2020

Kebetulan kos saya termasuk kos murah, sewanya cuma 350 ribu rupiah per bulan. Warna cat kos saya juga warnanya hijau, walau tidak di semua kamar karena kamarnya banyak banget. Saya jadinya teringat kalau kos-kos saya sebelumnya yang murah catnya juga warnanya hijau.

Setelah mencoba mencari di internet, akhirnya saya menemukan jawabannya. Ternyata nggak hanya warna hijau, tapi ada warna lain juga.

Jadi kenapa kos murah catnya warna hijau karena biar memberi kesan sejuk. Karena harga sewa yang murah, jadi dipastikan tidak ada fasilitas seperti AC. Kos yang murah juga biasanya bangunannya termasuk bangunan lama, sirkulasi udaranya bagus aja udah syukur. Untuk memberi kesan sejuk, maka dicat lah kamarnya dengan warna hijau.

Walau cuma kesan doang, tapi setidaknya itu bisa menipu indera kita agar tersugesti kalau ruangannya sejuk. Menurut psikologi warna, warna hijau berarti kedamaian dan keseimbangan. Jadi meskipun murah dan nggak bagus-bagus amat bangunannya, tapi warna cat tersebut bisa membantu penghuninya merasa nyaman saat beristirahat.

Sebenarnya nggak cuma warna hijau sih, pakai warna biru juga bisa karena warna biru identik dengan langit dan juga laut, maka punya sugesti menenangkan. Bahkan katanya. warna biru bisa meningkatkan konsentrasi. Tapi ya nggak berarti ngecat kamar pake dua warna yaitu hijau dan muda, malah jadi wagu.

Alasan lain kenapa warna hijau dan biru digunakan untuk warna tembok kos adalah karena warna tersebut bisa memantulkan cahaya matahari. Semakin gelap suatu warna, semakin baik dia menyerap cahaya matahari yang berarti dia makin panas.

Kalau tembok kos dicat dengan warna gelap, selain punya hawa suram, warna tersebut menyerap cahaya matahari sehingga kamar jadi jauh lebih panas dibanding kamar dengan warna cat yang lebih cerah. Coba saja gunakan kaos warna hitam waktu siang hari, pasti lebih gerah dibanding menggunakan kaos warna cerah.

Jadi kenapa kamar kos murah dicat warna hijau karena ya untuk memberi kesan sejuk tadi. Karena tidak mungkin ada fasilitas macam AC atau kipas, maka diakali dengan memberi warna hijau agar suasananya lebih sejuk. Jadi meskipun murah, penghuninya tetap merasa nyaman dan kosnya tetap laris di kemudian hari.

Nah, kalau itu sudah menjawab, ada satu pertanyaan lagi, siapa penemu nasi pecel?

BACA JUGA Solusi Dahsyat Keluar dari Kemiskinan versi Fadjroel Rachman dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2020 oleh

Tags: hijaukos murahMahasiswatwitterwarna cat
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Hijau miskin, warna yang tidak disukai gen Z
Sehari-hari

Warna “Hijau Miskin” Dianggap Norak, Tidak Disukai Gen Z padahal Dipakai Banyak Orang dan Harganya Murah

2 Maret 2026
kos jogja, pogung, babarsari, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Menemukan Ketenangan di Kos Rp500 Ribu Kawasan Pogung, Lebih Nyaman Ketimbang Kos LV Babarsari yang Tak Cocok Buat Mahasiswa Alim

12 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara motor plat K ngga ngerti fungsi zebra cross, lampu, sein, hingga spion MOJOK.CO

Pengendara Plat K Tak Paham Fungsi Zebra Cross-Spion, Cuma Jadi Pajangan dan Abaikan Keselamatan Orang saat Bawa Kendaraan

7 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.