Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Membela Angkatan 2020 yang Dianggap Lulus karena Giveaway

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 April 2020
A A
angkatan 2020, giveaway, lulus, UN, kuliah mojok.co

angkatan 2020, giveaway, lulus, UN, kuliah mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di sosial media banyak yang melabeli angkatan 2020 ini dengan sebutan angkatan giveaway karena dianggap lulus dengan hadiah.

Saya mulai artikel dengan mengucapkan selamat buat adik-adik angkatan 2020 yang keterima di universitas yang diinginkan. Buat yang belum keterima, tenang, masih banyak jalan untuk mengecewakan orang tua.

Nggak, bercanda, ngono we nangis.

Saya tahu rasanya diterima universitas itu seperti apa. Bahagia dan nggak sabar. Bahagia karena usahanya terbayar, nggak sabar karena bakal merasakan kehidupan yang baru. Sebelum kuliah betulan, gunakan waktu bahagia kalian sebaik-baiknya. Kuliah itu enak kok, terutama kalau kelas kosong.

Angkatan 2020 ini spesial. Mereka lulus tanpa harus melalui UN (buat yang SMA) karena wabah corona. Mereka nggak merasakan deg-degan hape kesita, nggak merasakan pasrah di depan lembar soal. Mereka juga nggak ngrasain beli kunci soal yang harganya jutaan terus ngajak satu angkatan buat iuran.

Dalam pendidikan ngga boleh label2in orang kayak gitu.

Itu bisa tertanam di benak mereka dan membangun persepsi diri mereka.

Angkatan giveaway itu mengesankan kalau mereka untung2an lulus tes. Padahal mereka udah usaha nanya soal, pengen belajar. Ada usaha. Ngga giveaway.

— Sauqina (@Sauqina) April 7, 2020

Karena kasus spesial ini, orang-orang mulai melabeli mereka, kalau nggak mau dibilang nyinyir. Di sosial media banyak yang melabeli angkatan 2020 ini dengan sebutan angkatan giveaway karena dianggap lulus dengan hadiah. Dan ini masalah sebenarnya.

Orang-orang Indonesia sepertinya memang suka berlomba menjadi yang paling menderita. Contohnya, ada murid dihajar guru terus lapor, pasti langsung dibanding-bandingin. Perbandingan macam “Dulu gue lebih parah, coy, nyatanya ini masih hidup!” ini pasti muncul. Nah, orang-orang yang melabeli angkatan 2020 punya gaya kayak gitu.

Karena angkatan sebelum angkatan 2020 ini semua merasakan UN, maka mereka merasa jauh lebih hebat dibanding angkatan 2020. Mereka pokoknya merasa kalau angkatan ini nggak pantes kuliah karena mereka nggak melalui ujian. Seakan-akan dihapuskannya ujian nasional tahun ini karena keinginan angkatan 2020.

Kalau mau ngomong secara normatif ya, di bangku kuliah itu semua sama. Tapi kalau boleh jujur, kalian-kalian ini yang menempuh jalan pedang yang bernama Ujian Nasional itu ya belum tentu lebih pantas buat kuliah. Kalian juga nggak ada jaminan bisa selesai kuliahnya.

Ini jujur loh, berapa banyak orang di angkatan kalian yang nggak lulus? kuliah itu ibarat masuk hutan belantara, dan kalian masuk nggak dibekali apa-apa kecuali pisau. Bedanya ada yang udah bisa pakai pisau, ada yang belum bisa pakai pisau, bahkan ada yang nggak tahu apa itu pisau. Tugasnya cuma satu, keluar dari hutan. Ada yang butuh 3,5 tahun, ada yang 7 tahun plus injury time.

Saya malah curiga, masalah bully-membully angkatan 2020 ini sebenarnya cuma masalah senioritas. Karena merasa lebih tua, kalian menganggap diri kalian lebih tahu. Kemasannya saja yang diganti lebih nggak blak-blakan.

Padahal ya hanya karena kalian kuliah lebih dulu, bukan berarti lebih becus, sih.

Hentikan meledek adek-adek yang kuliah aja belum. Mau angkatan giveaway, angkatan titipan, semuanya di mata skripsi itu sama, kok. Sama-sama babak belur. Kecuali angkatan bersenjata, lo minta bikin skripsi bisa disuruh hormat bendera malahan.

Iklan

By the way, senior-senior yang masih nyinyirin angkatan 2020 itu skripsinya gimana?

BACA JUGA Nikita Mirzani dan Lintah-lintah yang Tak Kita Sadari dan tulisan menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 10 April 2020 oleh

Tags: angkatan 2020giveawaykuliahlulusskripsiUN
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
daftar isi dan daftar pustaka skripsi.MOJOK.CO
Kampus

Daftar Isi dan Daftar Pustaka: “Sepele” tapi Bikin Saya Nyaris Tak Lulus Kuliah, Menyesal Tak Pernah Mempelajari Cara Membuatnya

5 Januari 2026
Penyesalan ikuti kata kating/senior kampus yang aktif organisasi mahasiswa. Ngopa-ngopi dan diskusi, lulus tak punya skill MOJOK.CO
Kampus

Muak sama Kating Kampus yang Suka Ajak Ngopa-ngopi, Cuma Bisa Omong Besar tapi Skill Kosong!

24 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.