Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Habis Jonatan Terbitlah Anthony Ginting Si Jago Net Tipis-tipis China Open

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
23 September 2018
A A
ilustrasi Postingan dan Foto Lawas Anthony Ginting: Jiwa Terdalam Anak Muda Paling Akurat mojok.co

ilustrasi Postingan dan Foto Lawas Anthony Ginting: Jiwa Terdalam Anak Muda Paling Akurat mojok.coilustrasi Postingan dan Foto Lawas Anthony Ginting: Jiwa Terdalam Anak Muda Paling Akurat mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kemenangan Anthony Ginting di China Open membuat banyak publik yakin bahwa akan ada “penerus” jejak menawan legenda Taufik Hidayat.

Prestasi bulutangkis Indonesia di nomor tunggal putra memang tidak bagus-bagus amat usai Taufik Hidayat pensiun pada 2013. Bertahun-tahun Indonesia hanya bisa gigit jari ketika menyaksikan kelincahan Lee Chong Wei dan ketangguhan Lin Dan menguasai jagat bulutangkis selama bertahun-tahun.

Ibarat pertarungan Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo, Lin Dan maupun Lee Chong Wei menunjukkan dominasi yang tiada banding. Dari berbagai kejuaraan super series, keduanya memang tak melulu juara, tapi nama besar dan pertemuan kedua legenda ini selalu menarik untuk disaksikan karena jadi pertarungan teknik, taktik, sekaligus nama besar selalu tersaji.

Beberapa nama dalam persaingan keduanya, memang muncul mengganggu. Dari Chen Long di Olimpiade 2016 silam, sampai Viktor Axelsen dengan permainan bertenaga dan penuh teknik pada usia yang masih sangat muda.

Pada saat bersamaan, Indonesia masih punya Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, atau Tommy Sugiarto sebenarnya. Akan tetapi penampilan yang kurang konsisten dari ketiganya bikin pecinta bulutangkis tanah air tak pernah berharap banyak. Bahkan ketika muncul nama Dionysius Hayom Rumbaka sekalipun, kita tak pernah mampu berharap lebih. Kalau menang ya syukur, kalah juga tidak apa-apa deh. Toh, lawan mereka juga banyak yang lebih jago.

Berbanding terbalik dengan prestasi di nomor ganda putra, tunggal putra memang punya PR besar ketika di saat yang bersamaan muncul nama-nama potensial dari negara-negara yang tidak punya sejarah di bulutangkis. Di India mendadak muncul nama dari Srikath Kidambi, Ajay Jayaram, sampai Kahsyap Parupalli. Di Taiwan muncul Chou Tien yang sempat mencuri perhatian. Dan tentu saja Jepang, ketika memunculkan Kento Momota dan sempat mengganggu dominasi Lee Chong Wei dan Lin Dan beberapa waktu ke belakang.

Praktis melihat peta persaingan di tunggal putra, pecinta bulu tangkis Indonesia semakin pesimis. Bahkan legenda Taufik Hidayat sempat menyampaikan beratnya persaingan di nomor ini sebelum Asian Games 2018 silam.

“Tunggal putra masih berat, untungnya Jonatan (Christie) dan (Anthony) Ginting bisa memanfaatkan status tuan rumah Asian Games. Mereka bisa mendapat banyak dukungan suporter,” kata Taufik.

Beruntung, Jonatan Christie saat itu berhasil menepis keraguan dengan kemenangan fenomenal di final tunggal putra Asian Games 2018 usai mengalahkan Chou Tien.

Meski begitu, kemenangan Jonatan masih dianggap belum bisa jadi pijakan bangkitnya tunggal putra Indonesia. Sebab, tak bisa ditampik, status tuan rumah sedikit “memudahkan” perjalanan Jonatan, meski perjuangannya juga tidak bisa dipandang remeh.

Justru kemenangan Anthony Ginting di China Open yang membuat banyak publik yakin bahwa akan ada “penerus” dari jejak menawan legenda Taufik Hidayat. Hal yang bisa dipahami karena dua hal. Pertama, Ginting berhasil mengalahkan semua nama besar di nomor tunggal putra—minus Lee Chong Wei.

Dari Lin Dan dengan pertarungan berat sepanjang tiga set di babak pertama, lalu Viktor Axelsen dengan permainan teknik berkelas, Chen Long yang jadi “lawan favorit” Ginting, balas dendam Chou Tien Chen untuk kekalahan di semifinal Asian Games 2018, dan terakhir Kento Momota.

Ginting memang tidak punya smash kencang seperti Liem Swie King, backhand smash brilian ala Taufik Hidayat, pertahanan kelas wahid ala Lin Dan, atau kelenturan menakjubkan ala Lee Chong Wei, tapi ada satu hal yang membuat publik akan selalu ingat akan cara bermain pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini.

Tidak seperti Christie yang sedikit diutungkan dengan tinggi badan mencapai 180 cm, Ginting yang hanya 171 cm sebenarnya tidak cukup proposional untuk bermain di tunggal. Kalau main di nomor ganda, mungkin tidak masalah, akan tetapi ketika harus mengejar bola dari satu sudut lapangan ke sudut lapangan lain sendirian, Ginting sering kerepotan karena jangkauan tangannya lebih pendek. Hanya saja, Ginting memaksimalkan kemampuan uniknya yang lain, yaitu: main net tipis-tipis.

Iklan

Ada banyak kejadian Ginting menunjukkan kepiawaannya dalam permainan net dalam China Open, namun hanya ada satu momen paling brilian ketika aksi ini dilakukan saat menghadapi Viktor Axelsen. Pada pertarungan di set kedua ini, poin pertama Ginting diraih dengan cara yang ajaib.

Kelenturan pergelangan tangan dan langkah kaki yang rancak membantu Ginting melakukan trik ini. Saat Axelsen mencoba melakukan drop shot ke bibir net sebelah kanan, Ginting seolah akan ketinggalan meraih bola. Axelsen pun sudah bersiap akan berduel di depan net untuk menyambut bola pengembalian Ginting, lalu momen ajaib itu pun terjadi.

Alih-alih mengangkat bola tinggi di posisi yang terdesak, Ginting justru melakukan plesing ke sudut berlawanan ke sisi kiri. Bola melewati bibir net dengan lembut. Axelsen benar-benar mati alus. Langkahnya terhenti. Sesaat setelah “dikalahkan” dengan permainan net tersebut, Axelsen tanpa ragu memberi jempol untuk aksi Ginting. Bahkan setelahnya, tunggal putra Denmark ini masih geleng-geleng kepala tak percaya terhadap apa yang baru saja disaksikannya.

Selain itu, alasan kedua kenapa kemenangan Ginting di China Open begitu membanggakan publik Indonesia adalah, gelar ini menjawab keraguan banyak pihak bahwa pebulutangkis Indonesia hanya jago main kandang. Terutama untuk nomor tunggal putra.

Meski Jonatan Christie harus angkat koper lebih dulu usai takluk dari Ng Ka Long Angus dari Hongkong pada babak kedua, Ginting memberi salam kepada dunia. Bahwa setelah Axelsen dari Denmark dan Momota dari Jepang, dunia bulutangkis nomor tunggal putra harus mencatat namanya sebagai lawan yang berbahaya, karena baru saja Anthony Ginting jadi juara di negara “Brasil”-nya bulutangkis.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2018 oleh

Tags: Anthony GintingChina OpenCristiano RonaldodenmarkJepangJonatan Chirstielee chong weiLiem Swie KingLin DanLionel MessinetTaufik Hidayattunggal putraViktor Axelsen
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)
Pojokan

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.