Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dunia Novia Widyasari, Dunia yang Sesak oleh Keterpaksaan

Dunia Novia Widyasari sesak dengan kata “dipaksa”. Dia dipaksa berhadap-hadapan dengan brengseknya dunia.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Desember 2021
A A
Dunia Novia Widyasari, Dunia yang Sesak oleh Keterpaksaan MOJOK.CO

Dunia Novia Widyasari, Dunia yang Sesak oleh Keterpaksaan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dunia ini tak akan pernah adil kepada kaum kecil yang tak punya kekuatan pasti. Swargi langgeng untuk Novia Widyasari.

Dia diperkosa, dipaksa menenggak pil yang membuatnya tak sadarkan diri. Dia diperkosa, berkali-kali. Tentu saja dalam kondisi dipaksa. Empat bulan kemudian, dia hamil.

Lagi-lagi, kata “dipaksa” hadir dalam hidup Novia Widyasari. Dia dipaksa, untuk mengaborsi kandungannya. Brengsek betul. Novia dipaksa ambil bagian dalam sebuah usaha menjaga nama baik dan karier seorang polisi muda. Namanya Randy.

Novia menolak permohonan Randy untuk menggugurkan kandungannya. Randy, konon, siap bertanggung jawab, tapi tidak saat ini karena kariernya sebagai polisi baru seumur jagung.

Pikiran Rakyat melansir sebuah berita terkait kematian Novia Widyasari. Pikiran Rakyat menulis seperti ini: “Hingga keesokan harinya, R mengajak Novia untuk jalan-jalan, R membawa 4 butir pil dan memaksa Novia untuk meminumnya. Novia menurut dan sampai pada sore hari, dia mengeluh lapar dan berhenti di tempat makan.”

Lagi-lagi, hantu dari kata “dipaksa” muncul di sini. Novia, saat itu, mungkin tak tahu kalau empat butir pil itu akan membunuh janinnya….

“Novia Widyasari merasakan perutnya sangat sakit dan segera pergi ke toilet hingga tidak menyadari, bahwa ada lendir darah yang keluar dari perutnya. Novia tidak berani melihat bahwa itu janin yang ada dalam kandungannya,” tulis Pikiran Rakyat.

Novia dipaksa menenggak pil yang membuatnya tak sadarkan diri. Dia diperkosa.

Novia dipaksa menggugurkan kandungannya. Dia menolak.

Novia dipaksa, kembali, menenggak pil oleh Randy. Dia tak berdaya. Dia tenggak empat pil yang menyiksa janinnya.

Lagi-lagi, hidupnya sesak akan paksaan. Dia tak pernah merdeka dan bahagia.

Bahkan setelah keluar dari rumah sakit, dua hari setelah lendir darah keluar dari kemaluannya. Dia mengalami depresi. Bingung. Pada titik ini, dia juga mendapat tekanan dari keluarganya sendiri. Klasik sekali. Rasa malu keluarga akan lebih besar ketimbang keyakinan untuk memburu keadilan.

Novia Widyasari “dipaksa” harus menerima keadaan bahwa dirinya sendirian. Dua sisi hidupnya memberikan tekanan besar. Memaksa Novia untuk melakukan sesuatu yang sangat jauh dari kebahagiaannya. Novia tak pernah didengar, apalagi dipahami.

Depresi, Novia Widyasari sering menghilang dari rumah. Hari-harinya dihabiskan di pusara ayahnya. Di depan kuburan ayahnya, dia mengaduh. Dari pagi sampai petang. Ibunya khawatir, tapi Novia tak peduli itu.

Iklan

Pemaksaan yang menjadi narasi kehidupan Novia Widyasari membawanya ke sebuah jawaban yang absolut. Kematian. Novia memilih untuk mengakhiri hidupnya. Dia tenggak sianida. Dia tak kuat lagi dipaksa oleh manusia-manusia brengsek. Dia membuat keputusannya sendiri.

Novia meninggal di depan kuburan bapaknya. Hanya nisan, tanah kuburan, dan kesunyian yang menemaninya.

Novia Widyasari hanya satu dari sekian banyak perempuan yang kini hidup dalam keterpaksaan. Di dalam kungkungan ketikdakadilan dan kekerasan. Banyak dari mereka yang tidak bernai bersuara. Sedikit yang bersuara, lalu dibungkam oleh sistem.

Berita tragedi ini tak akan berhenti di Novia Widyasari. Di tengah dunia yang didominasi kekuatan laki-laki, perempuan tidak akan pernah mendapatkan keadilan hakiki. Perempuan akan selalu berdiri di sisi tersakiti, disiksa oleh ego yang selalu tinggi, dibunuh oleh kesedihan hakiki.

Jangan heran jika dua minggu lagi, tragedi seperti yang dialami Novia Widyasari akan terjadi. Lagi. Dan. Lagi. Dunia ini tak akan pernah adil kepada kaum kecil yang tak punya kekuatan pasti.

Swargi langgeng untuk Novia Widyasari.

BACA JUGA Yang Perlu Kamu Lakukan saat Teman Jadi Korban Kekerasan Seksual dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2022 oleh

Tags: aborsibunuh diriDiperkosakekerasan seksualNovia WidyasaripemerkosaanPolisi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO
Aktual

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

2 Januari 2026
rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Mendalam

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Perfeksionis

Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.