Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dilema Memilih Bridesmaid Biar Nggak Bikin Teman Iri Hati

Audian Laili oleh Audian Laili
14 Juli 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menentukan teman dekat untuk jadi bridesmaid, ternyata nggak mudah. Ada rasa sungkan dan nggak enak kalau nggak semuanya diajakin.

Menentukan orang-orang yang akan menjadi pendamping pengantin perempuan atau yang sekarang lebih kece disebut bridesmaid, ternyata tidak semudah itu. Bagi calon pengantin perempuan, rasa-rasanya dalam keseharian teman perempuan yang dipunya, hanya itu-itu saja. Akan tetapi, pas dicoba untuk nge-list teman-teman yang pantas untuk jadi pendamping pengantin, lha kok ternyata banyak juga, yak?

Berusaha untuk menimimalisir jumlah calon bridesmaid tersebut, ternyata juga susah. Ada perasaan nggak enak dan sungkan kalau-kalau yang diminta jadi pendamping pengantin hanya teman yang itu-itu aja. Alias, kalau ada teman yang nggak terpilih jadi pendamping pengantin terus nanti jadi iri, gimana dong? Apalagi kalau sampai merasa nggak dianggap sebagai teman.

Kalau kayak gini, bisa-bisa investasi pertemanan yang sudah dibangun bertahun-tahun, jadi rusak gitu aja. Nggak mau juga, kan? Hancur seketika hanya karena salah persepsi. Kan syedihhh~

Coba bayangkan, bagaimana perasaan teman-teman yang tidak menjadi bridesmaid saat datang ke pernikahan nanti? Lalu, melihat temannya yang lain menggunakan “seragam”, sementara dirinya tidak. Kek mana kalau merasa sakit hati karena merasa nggak dianggap teman dekat? Hayooo~

Memilih bridesmaid itu kayak memilih perempuan-perempuan penting di hidup kita. Nggak heran, memang sering bikin susah untuk memilih. Rasa-rasanya semua penting. Rasa-rasanya semua punya sumbangsih penting di hidup kita, yang nggak mungkin ada penggantinya.

Oleh karena itu, saat ini menjadi pendamping pengantin dianggap sebagai sesuatu yang spesial. Seolah-olah yang diminta untuk menjadi pendamping pengantin, merasa memiliki “derajat” pertemanan yang lebih tinggi dan lebih dekat dibandingkan teman-teman yang tidak terpilih lainnya.

Apalagi kalau misalnya temen yang nikah ini adalah orang terkenal dan terpandang, citra yang jadi bridesmaid-nya pasti ikutan naik, yak!

Mungkin karena saking “merasa bingungnya” untuk memilih pendamping pengantin, ada seorang perempuan asal Florida, Amerika Serikat, yang sampai punya 46 orang bridesmaid. Tentu saja, ini termasuk jumlah yang cukup banyak. Biasanya, palingan mentok di angka belasan saja.

Namun, itu bukan jumlah terbanyak. Karena ternyata di Sri Lanka pernah ada pengantin perempuan yang memiliki 126 bridesmaid. Bayangkan, 126 orang. Kira-kira, tamu yang datang berapa kali lipatnya, ya? Terus, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk “ngemodali” tampilan mereka?

Lantaran pemilihan pendamping pengantin ini juga berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh calon pengantin. Itu artinya, yang terpilih harus betul-betul ditentukan dengan bijak. Tentu saja, proses pilah-pilih ini tidak mudah. Apalagi proses mengklasifikasikan teman juga tidak baik adanya.

Hadeeeh, ribet amat ya berinvestasi untuk sebuah pertemanan. Kok ya rasa-rasanya harus selalu menyenangkan semua orang. Padahal kan, memang dasarnya nggak bisa menyenangkan semua orang. Lha kalau harus selalu menyenangkan semua orang, berapa budget yang harus dikeluarkan untuk urusan bridesmaid, doang, Maemunah? Berapa?

Jadi, demi keselamatan kondisi keuangan dan mental calon pengantin, sebaiknya memang nggak perlu banyak-banyak untuk memilih bridesmaid. Mudahnya, pilih saja mereka yang memang betul-betul dilibatkan dalam mempersiapkan pernikahan. Pilih mereka yang memang betul-betul sudah dekat, tidak hanya secara fisik tapi juga hati (halah). Pastikan juga pada si calon pendamping pengantin tersebut kalau terpilihnya mereka tidak akan membebaninya.

Mungkin memang sebaiknya biar nggak kebanyakan pendamping pengantin, segala rasa nggak enakan itu harus dienyahkan. Pokoknya, yang betul-betul jadi “tempat curhat” dalam mempersiapkan pernikahan aja, yang dipilih. Kalau nggak, ya mohon maaf nggak usah. Biar terpilihnya dia sebagai bridesmaid, bukan sekadar buat foto-foto cantik pakai seragam, tok!

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2019 oleh

Tags: bridesmaidpendamping pengantinpengantin perempuanpesta pernikahan
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Logika Matematika dalam Tradisi Nyumbang di Pesta Pernikahan MOJOK.CO
Esai

Logika Matematika dalam Tradisi Nyumbang di Pesta Pernikahan

19 September 2019
perawatan kecantikan pesta pernikahan mojok.co
Penjaskes

Perawatan Kecantikan yang Sebaiknya Nggak Dilakukan Mendekati Pesta Pernikahan

18 Juni 2019
Esai

Pesta Pernikahan Aktivis Dakwah Bakal Dinyinyiri Kalau Konsepnya Nggak Islami

26 April 2019
Pojokan

Katanya Pengin Nikah, Pas Mau Nikah Malah Jadi Bridezilla

21 Maret 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.