Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
17 Januari 2026
A A
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya ketawa kecil saat melihat ada “tuduhan” money laundering pada brownies Amanda. Tuduhan tersebut mungkin muncul dari seseorang yang tak tahu betul kalau brand ini sudah jadi legenda sejak lama. Tuduhannya memang tak wajar, tapi tetap saja bikin ketawa.

Padahal ya, brownies Amanda ini terkenalnya minta ampun. Brand ini berdiri sudah sejak lama. Ia sudah ada sejak 1999, saat MU masih tim yang kuat, Atletico Madrid masih sampah (sampai sekarang sih), dan Vinicius Junior belum lahir.

Ingatan saya terhadap brownies ini pun cukup panjang. Beberapa kali, seingat saya, Bapak membawakan makanan ini setelah mengantar tamu ke kota lain. Kadang, Ibu pulang dari pengajian bawa brownies ini juga ke rumah.

Jujur saja, yang di otak saya, brownies itu adanya ya hanya Amanda. Saya beneran nggak tahu kalau ada brand brownies lain di luar sana. Memang sekuat itu taring mereka menancap di dunia ini.

Brownies Amanda, konsumsi sidang skripsi

Kalian perlu tahu satu hal: brownies Amanda adalah salah satu konsumsi yang hampir pasti ada di sidang skripsi di kampus saya.

Kok bisa saya tahu, ya karena saya sendiri juga beli ini menjelang sidang. Beberapa waktu sebelum saya (akhirnya) sidang skripsi, saya nanya para aniki-aniki di kampus yang sudah lulus. kebanyakan bilang mereka bawa Amanda sebagai konsumsi untuk para dosen penguji.

Eits, jangan kira ini gratifikasi ya. Nggak ada kewajiban buat mahasiswa beliin dosennya brownies. Orang kampus sebenarnya sudah menyediakan konsumsi untuk diambil kok. Tapi ini semacam tradisi saja. Yang lain hanya ikut-ikut, termasuk saya.

Awalnya saya kepikiran bawa gorengan hangat burjo Pasundan. Tapi saya urungkan. Saya yakin banget bakal dipisuhi sak eneke uwong neng kampus.

BACA JUGA: 5 Kasta Teratas Dessert Indomaret, Enak dan Dompet Nggak Seret

Jadi ya, brownies Amanda bisa dibilang kudapan yang amat familier buat mahasiswa FBS UNY di masa-masa saya kuliah. Sebab ketika melihat mahasiswa menenteng makanan tersebut, artinya akan ada satu gagak yang akan terbang meninggalkan kampus hitam penuh cerita tersebut.

Top of mind industri

Jadi jujur saja, saya agak heran kenapa ada orang bilang itu money laundering. Iya, selalu saja ada potensi karena kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi di balik layar. Tapi kok rasa-rasanya nggak ya, soalnya di lingkup kecil kayak kampus saya saja, penikmat brownies Amanda itu sebanyak itu.

Dan saya juga agak yakin kalau fakultas lain di UNY ada yang punya tradisi tersebut. Bisa jadi kampus lain juga kek gitu. Rasa-rasanya, jauh deh dari pencucian uang.

BACA JUGA: 4 Kasta Tertinggi Varian Rasa Brownies Amanda yang Nggak Bikin Kecewa

Tapi saya agak memaklumi kalau kecurigaan warganet pada usaha-usaha yang ada itu mulai tak wajar. Yah, kita sedang di masa hidup yang tidak menyenangkan, terlebih perkara ekonomi. Kita jadi menaruh curiga pada apa-apa yang terlihat tak berbahaya karena kita sudah kehilangan rasa percaya.

Iklan

Hanya saja, sejarah berkata bahwa brownies Amanda memang selaku itu dan seenak itu. Tradisi di kampus saya—yang jujur saja saya tidak tahu masih ada atau tidak—menegaskan bahwa memang brand ini benar-benar jadi top of mind. Sekali lagi, saya bahkan tak tahu ada brownies merek lain di luar sana selain Amanda.

Yah, memang saya tak setiap hari menikmati brownies mereka. Sebulan sekali saja belum tentu. Tapi misalkan saya ingin beli brownies, yang di otak saya ya hanya Amanda. Brand lain, uhm, nanti dulu deh ya. Yang ini udah terbukti.

Dan iya, saya menerima endorse, jadi kalau mau endorse saya, Amanda, tinggal hubungi instagram saya.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Amanda Brownies Masih Tetap yang Terbaik dan Kini Menjadi Kiblat Brownies di Indonesia dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2026 oleh

Tags: brownies amandaharga brownies amandasejarah brownies amandavarian rasa brownies amanda
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Metode Soft Saving ala Gen Z dan Milenial bahaya untuk pensiun. MOJOK.CO

Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban

28 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.