Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Seorang Netizen Bikin Akun Trakteer dan Dapat Dana 30 Juta Tanpa Karya Apa pun

Ia bahkan mengatakan bahwa ia telah mengemis, dengan perasaan bangga.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
4 November 2021
A A
ilustrasi Seorang Netizen Bikin Akun Trakteer dan Dapat Dana 30 Juta Tanpa Karya Apa pun mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Situs Trakteer tampanya dapat exposure gratis dari ribut-ribut netizen di Twitter. Seseorang pamer dirinya dapat 30 juta jualan konten dewasa.

Seharusnya orang-orang sudah tidak lagi heran dengan platform yang memfasilitasi khalayak untuk dapat dana gratis. Sebut saja OnlyFans, Saweria, dan Trakteer. Meskipun masing-masing platform punya guideline dan iklim yang berbeda, mereka punya satu benang merah: meminta dukungan pendanaan dari audiens. Ya, konsepnya kayak crowdfunding gitu lah. Masuk akal dan memang dalam beberapa hal, sangat membantu.

Seorang netizen, yang nggak usah disebutkan namanya, mengunggah tangkapan layar dari apa yang ia hasilkan di Trakteer. Nggak tanggung-tanggung, saldonya udah Rp30 juta aja. Dengan bangga ia juga menuliskan caption “Hasil ngemis nih” ditambah emoji melet dua kali. 

Ya tentu saja, Buibu, tak perlu tunggu lama sampai blio diserang habis-habisan oleh netizen bergaji UMR dan sobat-sobat misqueen yang sering berkarya, tapi masih seret rupiah. Semakin ramai cuitan tersebut, semua yang nggak punya masalah finansial juga ikut nimbrung. Kalau urusannya soal uang begini, kita tahu siapa bintang tamu tambahan yang ikut meramaikan. Yup, Ditjen Pajak RI.

Alhasil, komentar nyinyir pun sesak di lini masa Twitter. Si netizen yang jadi bahan rujakan, justru menanggapinya dengan santai. Mengatakan bahwa itu adalah “rezeki” baginya yang telah bagi-bagi konten NSFW. Kalau ditanya karya apa yang sudah ia jual, ia menjawab “karya Tuhan”. Luar biasa memang membagongkan. Konon, ia begitu percaya diri walau dikatai “mengemis” dan ia hanya mengolah karya Tuhan menjadi penghasilan.

Sayangnya, kabar terbaru menyebutkan bahwa akunnya kini telah dikunci. Hmmm, ketahanan seseorang menahan hujatan memang terbatas, wajar aja.

Agar pembahasan ini tak liar dan jadi area mengata-ngatai orang lain, saya punya solusi. Mendingan kita data apa saja blunder si netizen tersebut satu per satu. Ini sangat berguna baginya untuk introspeksi, berguna juga bagi kita agar tak melakukan Kerispatih- “Kesalahan yang Sama”.

#1 Ketahuilah bahwa Trakteer hadir untuk menjual karya

Saya yakin mbak’e yang dapat 30juta tadi nggak cukup meresapi tujuan Trakteer dibuat. Padahal di halaman awal saat kamu hendak log in, situs ini sudah mensyaratkan karya sebagai nyawa.

“Saatnya dapat penghasilan dari karya yang kamu buat. Karena kamu dan karyamu layak dapat apresiasi lebih dari sekedar ucapan terima kasih.”

Jika kamu punya karya digital, film animasi, gambar, tulisan, dan karya-karya lain yang sebenarnya layak diapresiasi tapi kamu tak punya exposure, Trakteer adalah solusi. Situs ini jadi media yang menghubungkan seniman, orang-orang yang berkarya, dengan penikmat karya mereka secara langsung. Kalau cuma pap xxx mah semua orang tahu itu bukan berkarya, tapi mengobjektifikasi diri sendiri. Kasihan cewek-cewek lain pengin banget nggak hanya dinilai dari bentuk tubuh, eh malah ini dilanggengkan begitu. GWS, Sayang.

#2 Mental mengemis are never cool

Jangan dibiasain, Nder. Katanya ikoy-ikoyan aja udah menjelma jadi konten yang menyuburkan jiwa minta-minta tanpa berusaha, lha kok ini malah bangga mengemis? Menjual empati publik memang masih jadi lahan basah di Indonesia. Kawan-kawanku yang baik, ketahuilah bahwa mental cari uang “gratisan” itu tidak pernah kelihatan keren. Udah salah, bangga, kan kocaknya selangit!

Kamu berkarya dan dapat uang, itu keren. Kamu bekerja dengan baik dan dapat gaji oke, itu keren. Kamu ikut lomba, menang, dapat hadiah, itu keren. Kamu berwirausaha, dapat laba, itu keren. Kamu bikin akun Kita Bisa agar orang-orang membiayai pernikahanmu, hmmm, itu menyedihkan. Kamu bikin akun Trakteer tanpa karya, mengemis rupiah dengan menawarkan konten dewasa, iyuwwwh.

Yok, udah gede bisa yok bedain mana yang keren dan mana yang… *bersin*.

#3 Uang bukan segala-gala-galanya

Serius, ini penting. Bisa jadi sebagian dari kita, termasuk ogut, marah-marah dan merujak mbak’e yang dapat saldo Trakteer 30 juta karena iri. Ya wajar, pontang panting kerja siang malam, nabung setahun saja belum tentu dapat segitu. Lha, kok ada orang nggak bekerja dan berkarya, tapi dapat uang moncer. Sing tenang, sebab kita nggak bisa mengontrol orang lain.

Iklan

Kualitas seseorang tidak pernah ditentukan dari jumlah saldo di rekeningnya. Walau segala hal berjalan begitu mulus dengan uang, tapi kalau belum punya banyak uang ya jangan marah-marah. Ketimbang punya banyak uang kelakuan masih OKB norak, mending misqueen elegan dan tidak mengemis bukan? Bekali jiwamu dengan pemikiran waras ini, biar nggak oleng dan mudah dikuasai dengki melihat easy money.

Saldo Trakteer 30 juta nggak ada apa-apanya ketimbang dua rakaat sebelum subuh, FYI, kamu bisa dapat dunia dan seisinya. Bismillah, dakwah colongan.

BACA JUGA Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2021 oleh

Tags: crowdfundingkonten dewasamedia sosialOnlyFansperempuantrakteer
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Kitabisa Dipakai Menipu, tapi Gembira Sumbang Orang Kaya MOJOK.CO
Esai

Kitabisa Dipakai Singgih untuk Menipu dan Bikin Marah tapi Gembira Menyumbang Orang Kaya Bernama Livy Renata

25 Maret 2024
pekerja hotel, surabaya, jogja.MOJOK.CO
Podium

Larangan Hijab dalam Industri Perhotelan: Antara Hijabophobia atau Upaya Mengatur Tubuh dan Penampilan?

14 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.