Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bekaswiss Bawa Berkah: Saat Bekasi yang Biasanya Panas kayak Neraka Berubah Jadi Adem

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
1 Juli 2025
A A
Bekaswiss Bawa Berkah: Saat Bekasi yang Biasanya Panas kayak Neraka Berubah Jadi Adem

Bekaswiss Bawa Berkah: Saat Bekasi yang Biasanya Panas kayak Neraka Berubah Jadi Adem (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekasi selama ini dikenal sebagai kota yang panasnya kayak neraka. Bahkan sampai sekarang kerap seliweran meme soal planet Bekasi yang berada di antara matahari dan bumi. Maka ketika suatu pagi warga bangun dan melihat kabut menyelimuti jalanan, perasaan bingung pun muncul. Mungkin tak sedikit yang bertanya-tanya, “Ini kabut, asap bakaran sampah, atau memang kabut pandangan karena belum ngopi pagi?”

Fenomena kabut di Bekasi beberapa hari ini memang bikin warga terheran-heran. Bahkan mama saya di Bekasi kemarin sempat curhat di telepon soal kabut ini. Katanya suasananya jadi beda, kayak di Magelang. Wqwqwq. Sudah gitu dingin pula, makin mirip deh sama Magelang.

Kabut membawa berkah

Fenomena kabut di Bekasi ini membuat warga berlomba-lomba posting foto kabut. Contohnya temen-temen saya di sana, hampir semua postingan mereka soal kabut.

Katanya jadi kelihatan lebih estetik lah, kelihatan misterius lah, kelihatan kayak lagi di luar negeri lah. Pokoknya gara-gara kabut semua jadi norak. Bahkan di media sosial sampai muncul istilah Bekaswiss gara-gara udara dingin dan kabut yang menyelimuti Bekasi.

Banyak netizen yang nggak mau ketinggalan bikin teori dari fenomena ini. Ada yang bilang ini terjadi karena suhu ekstrem. Ada yang menuduh ini semua efek global warming. Tapi ada juga yang seperti biasa langsung menyalahkan pemerintah. 

Yah, namanya juga netizen. Semua bisa disalahin kecuali diri sendiri yang buang sampah sembarangan dan bakar sampah tiap sore.

Terlepas dari semua teori dan status bertema kabut, satu hal yang pasti: kabut ini membawa berkah bagi warga. Bekasi jadi punya suasana baru, Gaes. Setidaknya untuk sementara waktu kota ini nggak melulu panas dan macet, tapi juga berkabut dan dingin. 

Ini momen langka, lho. Mama saya juga mengatakan kalau beberapa hari terakhir ini beliau mandi pakai air hangat karena udara yang biasanya panas jadi dingin.

Para hamba medsos juga nggak perlu repot cari bahan foto atau video buat diupload. Tinggal foto atau videoin aja kondisi langit Bekasi yang sendu-sendu berkabut itu. Nggak usah pakai filter juga udah cantik, kok.

Warga Bekasi jangan terlena

Fenomena kabut Bekasi mungkin memang bak angin segar bagi kota yang terkenal panas ini. Momen langka ini memang patut diabadikan. Meski begitu jangan sampai kalian terlena, Gais. 

Soalnya mengutip Tirto, dari akun @infobmkg, BMKG juga memperingatkan kepada warga Bekasi jika selama periode 30 Juni hingga 2 Juli 2025 mendatang, cuaca ekstrem mungkin akan terjadi di daerah mereka. Bahkan hari ini diprediksi akan turun hujan intensitas sedang hingga lebat. 

Jangan sampai gara-gara terpukau dengan kehadiran kabut, warga lupa kalau Bekasi ini juga rawan banjir. Terus begitu hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat dan air mulai menggenangi jalan, warga baru sadar kalau Bekasi ternyata masih banjir meski sempat serupa dengan Swiss.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sisi Terang Bekasi yang Tak Disadari Banyak Orang, Saya Tulis biar Bekasi Nggak Dibully Terus dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh

Tags: bekasi
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang
Pojokan

5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang

20 Oktober 2025
Summarecon Bekasi, Obat Melupakan Beratnya Hidup di Bekasi MOJOK.CO
Esai

Summarecon Memberi Panggung Untuk Memulihkan Diri Sendiri para Manusia yang Hatinya Disengat Bekasi: Catatan Sopir Online yang Pernah Belajar Psikologi

14 Oktober 2025
Jogja Punya Aura Negatif, tapi Masih Mending ketimbang Jakarta MOJOK.CO
Esai

Jogja Memang Lebih Nyaman meski Tetap Menyimpan Aura Negatif, tapi Masih Mendingan ketimbang Hidup Menderita di Jakarta

4 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa keperawatan UGM Jogja lulus berkat ibu

Malas dan Lelah Kuliah, Telepon Ibu Selamatkan Mahasiswa Keperawatan UGM hingga Lulus dengan IPK Sempurna

12 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.