Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Profesi Alternatif untuk TGB Jika Gagal Menjadi Cawapres Jokowi

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
10 Juli 2018
A A
Tuan Guru Bajang TGB
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kabar pengumuman cawapres Jokowi semakin kencang. Ada beberapa nama yang semakin lekat dengan pemberitaan tersebut. Banyak usulan agar calon pendamping Jokowi di Pilpres mendatang sebaiknya adalah tokoh Islam. Atas usulan tersebut, muncul beberapa nama yang dianggap cocok, di antaranya adalah Mahfud MD dan Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Tuan Guru Bajang (TGB).

Untuk Mahfud MD, rasanya tak perlu dibahas panjang lebar, sebab dirinya memang sudah menjadi tokoh yang sudah malang-melintang di dunia elektoral. Nah, kalau yang TGB, ini yang cukup menarik.

TGB dianggap cocok untuk mengisi cawapres Jokowi. Usianya masih cukup muda, 45 tahun. Usia yang cocok untuk memimpin, tidak terlalu tua, tidak pula terlalu muda. TGB sudah punya pengalaman memegang jabatan politis ketika menjadi Gubernur NTB hampir dua periode. Selain dua faktor itu, TGB juga punya latar belakang ulama.

TGB merupakan cucu dari ulama terpandang yakni TGH M. Zainul Abdul Madjid atau lebih dikenal sebagai Tuan Guru Pancor, yang dikenal sebagai pendiri organisasi Islam terbesar di NTB: Nahdlatul Wathon (NW).

Sudah berpengalaman, masih relatif muda, dan masih keturunan ulama. Namun, tentunya gelanggang politik tidak selalu bisa diramal dengan mudah. Dirinya harus melewati jalan yang sangat terjal jika ingin menjadi cawapres, maklum saja, selain belum tentu bakal dipilih oleh Jokowi, Partai Demokrat, Partai tempat TGB bernaung sudah sejak lama mewanti-wanti bahwa di Pilpres mendatang, tokoh yang akan diusung adalah Agus Harimurti Yudhoyono.

Masa jabatan TGB sebagai Gubernur tinggal sebentar lagi. Itu artinya, jika benar-benar tak menjadi cawapres, praktis, TGB bisa leluasa mencari peruntungan profesi lain.

Nah, Sebelum hal itu terjadi, Mojok Institute mencoba mencarikan 5 alternatif profesi untuk TGB jika gagal menjadi cawapres Jokowi.

1. Menteri Agama

Indonesia bukan hanya agama Islam saja. Namun, kita tentu tidak bisa membantah apabila mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah pemeluk Islam. Oleh sebab itu, Menteri Agama lebih banyak datang dari tokoh dengan latar belakang “keislaman” yang baik.

TGB sendiri memenuhi, setidaknya, tiga syarat, yaitu berpengalaman memegang jabatan politis, berasal dari keturunan ulama, dan punya bekal pendidikan yang baik pula.

Hampir dua periode TGB memegang jabatan Gubernur NTB. Dari sisi pengalaman administratif pemerintahan, bekalnya cukup besar. Siapa tahu, ketika menjabat sebagai Menteri Agama, TGB bisa menurunkan biaya naik haji. Hehehe…

2. Pembawa Acara “Mamah dan Aa Beraksi”

Tak bisa dimungkiri, TGB adalah sosok muda dengan wajah yang teduh dan kalem, wajah yang sangat cocok dan ramah untuk dunia televisi. Karena itu, menjadi pemandu acara “Mamah dan Aa Beraksi” di Indosiar adalah langkah yang cukup beralasan.

TGB sangat-sangat layak untuk menjadi partner Mamah Dedeh. Wajahnya yang teduh tentu banyak diidolai oleh ibuk-ibuk majlis taklim.

Iklan

Kesempatan ini cukup terbuka lebar, sebab Abdel sudah terlalu lama menjadi pemandu acara di Mamah dan Aa Beraksi. Penonton tentu butuh wajah baru sebagai penyegaran. Dan TGB adalah sosok yang patut diperhitungkan.

3. Pendamping Umroh

Di jaman sekarang, agen-agen travel dan umroh berlomba-lomba mencari banyak jemaah. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan bekerja sama dengan kiai dan ulama sebagai pendamping umroh.

TGB tentu bisa menjadi pilihan yang menarik bagi banyak agen travel dan umroh. Jemaah umroh yang berangkat menggunakan jasa agen travel yang meng-hire TGB tentu bakal punya nilai lebih. Setidaknya, ia bisa berfoto sebelahan dengan TGB di masjidil haram dan mengupload fotonya di Instagram dengan caption yang cukup membanggakan.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa umrah dengan didampingi oleh orang yang berani mendukung Jokowi padahal partainya tidak.”

Dahsyat betul.

4. Kepala Suku Mojok

Kalau TGB benar-benar bersedia menjadi kepala suku Mojok, percayalah, seluruh kru Mojok bakal (dengan senang hati) bersedia menggulingkan Puthut EA dari tampuk kekuasaannya. Bagaimanapun, kru Mojok tentu lebih bahagia jika punya kepala suku seorang ulama ketimbang seorang penjudi bola, itupun salah tebak melulu.

5. Anggota DPR RI

Biar masyarakat tahu kalau sosok anggota DPR RI dari Nusa Tenggara Barat bukan Fahri Hamzah melulu.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2018 oleh

Tags: demokratNusa Tenggara Barattgb
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Safari Dharma Raya Wujudkan Cita-cita Anak NTB Kuliah di Jogja MOJOK.CO
Otomojok

Berkat Bus Safari Dharma Raya, Mahasiswa NTB Berhasil Mewujudkan Cita-citanya untuk Kuliah di Jogja

23 Januari 2025
Demokrat Dukung Prabowo, Berikut Ini Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024. MOJOK.CO
Kilas

Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024 Setelah Demokrat Dukung Prabowo

18 September 2023
partai demokrat mojok.co
Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

12 September 2023
Gebrakan Aldi Taher Dalam Dunia Politik Sangat Genius
Video

Gebrakan Aldi Taher dalam Dunia Politik Sangat Genius

15 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.