Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Kiat Sukses Tembus Kurasi Esai MOJOK

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
28 Maret 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada banyak pembaca Mojok yang ingin naik kelas jadi penulis Mojok. Kami dengan kerendahan hati yang paling tulus, akhirnya mau membagi kiat sukses ini.

Sebagai juru pilih naskah di rubrik esai, saya tahu betul kalau banyak pembaca Mojok rakhimakumullah yang kepingin—sekali aja—tulisannya bisa dimuat di Mojok. Mengubah statusnya sebagai seorang pembaca Mojok, jadi penulis Mojok. Yah, agak naik kelas lah.

Kesimpulan ini bisa lahir karena dalam sehari ada 30-50 naskah masuk (kadang bisa sampai 100-an) di email redaksi. Tiap mengawali pagi, jika orang lain bisa menikmati seruputan kopi, maka saya selalu diteror oleh kiriman naskah yang datang bak tsunami.

Makin parah lagi karena pengaruh social distancing akibat corona, banyak pembaca Mojok yang—mungkin—lagi gabut total di rumah, mendadak jadi pada ngirim tulisan ke Mojok. Wajar kalau makin banyak aja kiriman naskah akhir-akhir ini.

Jadi, kalau kamu merasa senewen karena merasa nggak pernah tembus-tembus juga padahal triliunan kali ngirim naskah ke redaksi Mojok, maka kamu harus tahu kalau dari puluhan sampai ratusan naskah itu, hanya satu aja yang akhirnya dipilih.

Artinya, kamu nggak perlu merasa rendah diri kalau tulisanmu nggak dimuat-muat. Ada banyak orang yang senasib kayak kamu. Santai aja.

Meski begitu, karena gerakan social distancing masih digalakkan sampai sekarang dan makin banyak orang yang ngirim tulisan ke Mojok, saya ingin beberkan sedikit kiat sukses jadi penulis Mojok. Ingat ya, sukses jadi penulis Mojok, bukan menjadi orang sukses karena nulis di Mojok. Itu dua hal yang berbeda soalnya.

Jika media lain mungkin malu-malu untuk membuka kiat sukses macam begini, maka sebagai satu-satunya media majelis ghibah yang cukup sukses di planet ini, kami mau buka-bukaan aja. Ngapain pula ditutup-tutupi, bukan aurat pula ini. Yuk.

Silakan kirim naskah lewat email aja

Oke, oke saya paham. Barangkali kamu merasa kiat sukses yang pertama ini kesannya bercanda, kayak main-main gitu. Tapi, gini ya, saya kasih tahu aja, bahwa pernah ada suatu masa, seseorang—yang entah dapat wangsit dari mana—mengirim naskahnya ke Mojok dalam bentuk fisik.

Tentu saja, seumur-umur saya di Mojok, saya tak pernah kepikiran bakal mendapat naskah dalam bentuk fisik kayak gitu. Beneran dicetak rapi, dibundel manis, lalu dimasukkan ke amplop coklat yang ada tali sepatunya. Dikirim ke alamat kantor Mojok lewat POS.

Ketika menerimanya, saya bahkan jadi terharu….

…terharu kok ya ada orang selownya nggak ketulungan begini.

Maaf sekali ya, Mas, Pak, Mbak, Ibu, atau siapapun yang pernah ngirim naskah model begitu. Kami kebetulan nggak terima jasa ketik ulang dari naskah cetak ke naskah digital. Maap banget lho ini.

Kirim tulisan ke alamat email Mojok aja, jangan ke alamat email media lain juga

Kiat sukses berikutnya terkait soal etika. Ini penyakit yang sebenarnya melanda oleh beberapa penulis yang doyan ngirim naskah ke banyak media massa.

Iklan

Demi memperbesar peluang naskahnya bisa tembus ke media massa, kadang beberapa penulis suka tebar jala mengirim naskah ke beberapa media dalam satu waktu. Dengan harapan, kalau media satu nggak menerima, barangkali media yang lain tertarik. Gitu.

Misalnya, kamu ngirim naskah ke Mojok, lantas di saat bersamaan kamu juga ngirim ke Jawa Pos atau Kompas pula. Berbarengan. Hm, ini bahaya banget. Soalnya bukan tidak mungkin naskah yang sama akan tayang di dua (atau tiga) media pada tanggal yang sama. Dan hal kayak gitu bikin hubungan antar-media jadi runyam.

Lebih parah lagi kalau kamu kelupaan mengganti kalimat pembuka (dan ini benar-benar pernah kejadian) di badan email karena kebanyakan tebar jala. Kayak gini misalnya:

Kepada Yth.

Redaktur Majalah Liberty

Ngirimnya tapi ke alamat email Mojok. Hadeh.

Jangan kirim surat kaleng

Iya, saya tahu, honor penulis Mojok itu nggak gede-gede banget. Cuma cukup untuk traktir nonton bioskop gebetan selama seminggu berturut-turut plus makan malamnya. Tapi ya nggak perlu sombong amat sampai enggan mencantumkan identitas diri dengan komplit kalau kirim naskah. Apalagi sampai nggak mencantumkan nomor rekening segala.

Kecuali kalau kamu setajir Tommy Soeharto, Bambang Hartono, atau Luhut Binsar Panjaitan.

Jadi Redaktur Mojok

Rahasia kiat sukses berikutnya kalau  ingin tulisanmu bisa dimuat ya daftar jadi Redaktur Mojok. Percaya sama saya, kalau kamu udah terdaftar jadi Redaktur Mojok, hampir 100 persen tulisanmu bakal selalu tayang. Saya jamin. Malaikat Roqib dan ‘Atid saksinya.

Rajin menabung dan giat bekerja

Terakhir, kalau kamu rajin menabung, giat bekerja lalu jadi kaya raya kayak trader profesional Binomo yang cuma kerja dari rumah, maka bukan tidak mungkin kamu bisa membeli saham mayoritas Mojok. Dan itu jelas kiat sukses yang sangat manjur. Bahkan jauh lebih sukses dari penulis Mojok kebanyakan.

Nah, dengan kamu mampu membeli Mojok, kamu bisa melantik diri sendiri sebagai Kepala Suku Mojok yang baru, sekaligus—tentu saja—melengserkan Puthut EA dari tampuk kepemimpinannya. Kalau udah begitu, nggak ada alasan lagi tulisanmu nggak bisa dimuat.

Namun, kalau jebul tulisanmu tetep nggak dimuat juga oleh redakturmu, mungkin kamu perlu bertanya ke dirimu sendiri: Jangan-jangan bakatmu emang bukan di nulis, tapi di usaha jual-beli saham.

BACA JUGA Resep Rahasia untuk Menembus MOJOK.CO atau tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2020 oleh

Tags: Bambang Hartonokiat suksesMojokPuthut EATommy Soeharto
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Menjadi penulis jika ingin sejahtera maka jangan hanya fokus menulis MOJOK.CO
Ragam

Panduan untuk Calon Penulis agar Hidup Sejahtera, Karena Tak Cukup kalau Andalkan Royalti Saja

19 Januari 2025
Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan
Video

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

24 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.