Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Sering Dihargai Lebih Rendah ketimbang Ilmunya

Profesi dari jurusan kuliah yang seringnya tidak dihargai lebih

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
15 September 2021
A A
ilustrasi 5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Sering Dihargai Lebih Rendah ketimbang Ilmunya mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lulusan arsitektur sering diabaikan dan jasanya ditawar-tawar padahal waktu kuliah empot-empotan. Jurusan kuliah lain juga lulusannya bernasib hampir sama. Ngenes ah!

Kadang rasanya iba sama anak-anak lulusan arsitektur. Jurusan kuliah yang satu ini masuknya susah, lulusnya juga susah, eh pas benar-benar terjun ke dunia kerja justru nggak terlalu dihargai. Banyak orang yang meremehkan ilmu arsitektur dan menganggap bangun rumah itu semudah menyusun tembok-tembok dan perabot saat main game The Sims. Kan nggak gitu juga, Jaenab.

Jurusan kuliah berikut ini sebenarnya punya nasib yang hampir sama. Emang payah nih orang-orang kok segitunya nggak menghargai ilmu yang dipelajari mahasiswa saat mereka mengenyam bangku kuliah dulu. Ra mashok tenan.

Jurusan kuliah #1 Arsitektur

Nggak sekadar bikin bangunan jadi estetik, lulusan Arsitektur juga perlu menghitung efisiensi bangunan, pencahayaan, serta berbagai hal njelimet lainnya. Sebenarnya, bapak-bapak kontraktor yang sudah berpengalaman bikin bangunan pun belum barang tentu ngerti ilmunya. Tapi, orang-orang sering nggak menghargai jasa arsitek dan pakai acara tawar-menawar dulu. Padahal kalau rancangan bangunannya diserahkan sama arsitek beneran, hasilnya bisa lebih bagus dan efisien. 

Jurusan kuliah #2 DKV

“Ah, cuma ngedit gitu doang.”
“Ah, cuma bikin logo doang.”

Muak banget anak-anak lulusan DKV mendengar hal ini. Kemampuan mereka dihargai rendah saat berhadapan dengan klien yang nggak paham sama desain visual. Bikin logo kelihatannya memang simpel, tapi aslinya harus penuh perhitungan dan mengandung nilai filosofis. Bayangkan saja bikin suatu bentuk baru untuk menjadi sebuah representasi, tapi harus penuh pemaknaan dan tampilannya harus bagus. Hadeeeh, kalau cuma modal punya pen tablet sih hasilnya nggak akan sebagus itu. 

Belum lagi, lulusan DKV sering diberi balas jasa yang murah dengan tenggat waktu yang singkat. Mari bersama-sama kita acungkan jari tengah.

Jurusan kuliah #3 Psikologi

Lagi rame dan lag hangat-hangatnya anak TikTok membandingkan bantuan profesional dengan self healing. Alias, mendingan jangan ke psikolog kalau lagi stres, mendingan liburan aja. Hah???

Psikologi adalah jurusan kuliah yang terbilang susah, terlebih jika lulusannya ingin benar-benar menjadi psikolog. Harus ada kuliah lanjutan dan konsentrasi tertentu agar mereka punya sertifikasi dan mumpuni buat menampung keluh kesahmu. Tentu mereka nggak cuma modal kuping untuk mendengarkan pasien, ada berbagai macam teknik dan ilmu yang harus mereka pahami dulu sehingga bisa membebaskanmu dari depresi dan stres berkepanjangan itu. Jangan ngadi-ngadi lah, membandingkan self healing dengan bantuan profesional hanya karena lebih murah aja udah aneh. Jika kamu benar-benar butuh bantuan profesional, biayanya ya perlu diusahakan, bukan malah cari diskonan.

Jurusan kuliah #4 Tata Busana

Jurusan kuliah yang satu ini butuh biaya yang nggak sedikit. Mulai dari beli mesin jahitnya, beli bahan-bahan untuk uji coba, sampai beli majalah-majalah fesyen buat referensi. Belum lagi, saat ujian praktik nanti, mahasiswa jurusan Tata Busana harus mengeksplore kemampuan mereka dalam menyusun pakaian yang nggak cuma bagus secara tampilan, tapi juga nyaman dan sesuai. 

Iklan

Sayangnya lulusan Tata Busana seringnya cuma dianggap “tukang jahit” yang seolah-olah mereka nggak tahu apa-apa soal fesyen. Hei, padahal yang mereka pelajari di kampus itu benar-benar kompleks. Tentu hasil jahitan dan karya mereka itu nggak cuma jadi baju biasa, tapi baju yang bernilai seni. Makanya jangan suka protes dan tawar-tawar kalau minta dirancangkan busana sama lulusan Tata Boga. Baju-baju itu terasa mahal karena bukan cuma soal  kain plus jasa jahit, ada ilmu dan kemampuan yang perlu kalian hargai juga.

Jurusan kuliah #5 Tata Boga

Sebelas dua belas sama Tata Busana, jurusan kuliah ini juga sering diremehkan. Orang-orang mengira kalau lulusan Tata Boga itu cukup pintar memasak, tapi tidak mau menghargai masakannya dengan lebih mahal. Bayangin aja nih ya, misal ada seorang mahasiswa lulusan Tata Boga yang bikin terobosan dessert box enak dengan gizi seimbang. Ia lalu menjual makanan ini dengan harga di atas rata-rata. Seharusnya, kita memaklumi hal ini karena si lulusan Tata Boga tersebut sudah bikin terobosan baru yang jelas-jelas melewati berbagai percobaan trial and error demi menghidangkan makanan yang enak dan sehat.

Harusnya kita bersyukur atas penemuan ini dan menghargai tenaga, waktu, pikiran yang telah dicurahkan pembuatnya. Namun, orang-orang suka curang dan menjiplak menu dari sajian tersebut. Semuanya cuma demi harga yang lebih murah, Guys. Hmmm, apa nggak sakit hati tuh.

Sebenarnya masih banyak sih jurusan kuliah yang diremehkan di negeri ini. Ya maklum, namanya juga masyarakat Vrindavan Family, jangan banyak berharap ilmu dihargai di sini.

BACA JUGA Jurusan Kuliah Favorit dan Kesombongannya soal Prospek Karier Masa Depan dan artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2021 oleh

Tags: Arsitekarsitekturjurusan kuliahjurusan psikologikehidupan mahasiswakehidupan perkuliahanMahasiswaprofesipsikolog
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO
Kampus

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.