Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Ilustrasi Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra. (Mojok.co/Ega Fansuri)

MOJOK.COLupakan Alphard yang mahal dan ribet. Pilihlah Daihatsu Sigra yang biaya operasionalnya seharga gorengan.

Melihat strata sosial jalanan Indonesia, ada kasta tak tertulis. Semua orang pasti mengamini. Di puncak piramida, ada Toyota Alphard atau Vellfire yang duduk manis sebagai simbol kesuksesan para pejabat dan artis. Di bawahnya, ada Innova Zenix. Banyak yang mengagungkannya sebagai “Kijang yang sudah naik haji”.

Sementara di kasta terendah, dengan begitu banyak orang mencemoohnya dengan istilah “mobil taksi online” atau “kaleng kerupuk berjalan”, bertengger duo Daihatsu Sigra dan Toyota Calya.

Tapi, izinkan saya, seorang ibu dua anak, bakul online shop, dan lulusan Sastra Arab yang mengerti konsep zuhud (hidup sederhana), mengatakan sebuah kebenaran yang pahit bagi kaum mendang-mending:

Lupakan kemewahan semu Alphard. Mobil terbaik untuk bertahan hidup di kerasnya jalanan Indonesia sesungguhnya adalah Daihatsu Sigra.

Saya serius.

Suami saya pernah merengek ingin kredit mobil SUV yang gagah. Katanya biar kelihatan wibawa kalau kondangan. Saya tolak mentah-mentah. Dengan uang hasil jualan gamis dan kerudung, saya putuskan meminang Daihatsu Sigra tipe R Deluxe.

Kenapa? Karena bagi emak-emak seperti saya, mobil itu bukan perhiasan. Mobil adalah alat tempur. Dan di medan pertempuran bernama “Antar Jemput Sekolah” dan “Kulakan Barang”, Sigra adalah tank baja yang menyamar.

Seni menikmati bunyi hujan di atap tipis Daihatsu Sigra

Orang kaya pemilik Alphard mungkin bangga dengan kekedapan kabinnya yang senyap. Hujan badai di luar, di dalam tetap hening seperti di perpustakaan. Membosankan. Tidak ada seni kehidupan.

Coba naik Daihatsu Sigra. Begitu hujan turun, atap mobil akan menyajikan orkestra perkusi alam yang meriah. Klotak… klotak… ting… tung…

Suara air hujan yang menghantam pelat bodi setipis seng warung pecel lele itu adalah pengingat akan kebesaran Tuhan. Bahwa kita ini kecil di hadapan alam semesta. Bunyi berisik itu membuat kita sadar dan waspada, tidak terlena dalam kenyamanan duniawi.

Lagipula, bodi tipis itu punya keunggulan aerodinamis (ngarang dikit). Saking tipisnya, kalau kesenggol pagar saat parkir mundur, penyoknya gampang dibenerin. Cukup siram air panas dan sedot pakai plunger WC, kembali mulus. Coba kalau Alphard yang baret? Biaya cat ulangnya bisa buat modal saya kulakan jilbab sebulan.

Muat sekampung plus paket Shopee

Inilah poin di mana Daihatsu Sigra layak mendapat Nobel Perdamaian. Konfigurasi kursi 7 penumpangnya adalah sebuah keajaiban tata ruang (spatial miracle).

Di atas kertas, mobil ini kecil (LCGC). Tapi di lapangan? Dia adalah Tardis (pesawat Doctor Who yang di dalamnya lebih besar dari luarnya).

Pernah suatu hari saya harus mengantar 2 anak saya, 1 pengasuh, 2 keponakan, mertua, dan 3 karung paket pesanan online shop yang harus dikirim ke ekspedisi. Apakah muat? Tentu saja.

Anak-anak di baris kedua Daihatsu Sigra. Mertua dan pengasuh di baris ketiga. Karung paket? Kita jejal di bagasi, di kolong jok, dan dipangku. Suspensi belakangnya memang langsung ambles alias ndlosor sampai nyaris cium aspal. Tapi mesin 1.200cc-nya tidak mengeluh. Dia meraung sedikit, ngeden sedikit, tapi tetap jalan.

Coba bayangkan kalau pakai sedan mewah atau SUV mahal yang jok kulitnya krem. Mau taruh karung paket pasti mikir dua kali. “Duh nanti kulitnya baret, nanti kotor.” Di Sigra? Hajar. Interiornya plastik keras yang tahan banting. Tumpah susu, tumpah es krim, kena lumpur sepatu bola anak, tinggal lap pakai kanebo basah. Selesai.

Daihatsu Sigra mengajarkan kita untuk tidak menjadi hamba benda kayak pemilik Alphard itu. Mobil itu yang melayani kita, bukan kita yang melayani mobil.

AC angin ribut khas Daihatsu Sigra dan fitur kipas angin hantung

Para haters sering mengejek Daihatsu Sigra tipe rendah yang tidak punya Double Blower tapi pakai Air Circulator (kipas angin di plafon). Katanya kayak kipas angin gantung di pos ronda.

Eh, jangan salah. Itu adalah inovasi brilian.

AC mobil mahal butuh freon banyak, butuh kompresor besar yang membebani mesin. Kipas angin Sigra? Dia hanya meneruskan hawa dingin dari depan ke belakang dengan prinsip gotong royong. Hemat energi, hemat bensin.

Dan percayalah, dinginnya Sigra itu menusuk tulang. Kalau malam hari, suhunya bisa membuat anak-anak menggigil. Siapa bilang mobil murah itu panas? Saking dinginnya, kadang saya merasa Daihatsu menanam jin penunggu kulkas di dalam dasbornya.

Konsumsi BBM yang membahagiakan dompet suami, coba kalau beli Alphard pasti runyam

Ini alasan teologis dan ekonomis paling kuat. Boros itu temannya setan (Innal mubazzirina kanu ikhwana syayatin). Maka, memilih mobil irit adalah implementasi dari ayat tersebut.

Daihatsu Sigra itu iritnya tidak masuk akal. Isi Pertalite Rp100 ribu, saya bisa memakainya untuk keliling Kota Malang, antar-jemput sekolah selama seminggu, mampir pasar, dan masih sisa buat ke rumah mertua di akhir pekan.

Bandingkan kalau pakai Alphard atau Innova bensin suami saya dulu. Baru dipanasin mesinnya saja, jarum bensinnya sudah turun satu strip. Innova itu minum bensin kayak unta kehausan.

Dengan Sigra, cashflow keluarga aman. Uang yang tadinya buat beli bensin Pertamax Turbo, saya alihkan untuk membeli skincare ibunya atau bayar les Kumon anak. Bukankah itu definisi mobil yang membawa berkah? Mobil yang menjaga keharmonisan rumah tangga karena istri tidak uring-uringan minta uang belanja lebih.

Manuver gang senggol yang bikin bahagia punya Daihatsu Sigra 

Kita hidup di Indonesia, di mana jalan tikus lebih banyak daripada jalan tol. Google Maps sering menyesatkan kita ke jalan setapak yang cuma muat satu motor dan satu gerobak bakso.

Disinilah Alphard dan Fortuner mati kutu. Bodi mereka yang bongsor (lebar) akan tersangkut. Spion mahalnya akan baret kena tembok tetangga.

Daihatsu Sigra? Dengan bodi yang ramping (agak kurus malah), bisa meliuk-liuk di gang sempit laksana belut. Radius putarnya kecil sekali. Putar balik di jalan selebar 5 meter? Bisa sekali putar langsung jadi. Tidak perlu maju-mundur cantik yang bikin macet.

Emak-emak butuh kelincahan ini. Saat telat jemput anak, kita butuh mobil yang bisa nyelip di antara angkot dan truk pasir. Sigra adalah jawabannya.

Reputasi preman jalanan

Terakhir, ada keuntungan psikologis. Karena sering dipakai sebagai taksi online, pengemudi Sigra/Calya punya reputasi sebagai pengemudi yang “agresif” dan “tidak mau ngalah” di jalanan.

Ini menguntungkan saya. Saat saya menyalakan sein kanan, mobil-mobil mahal di belakang biasanya langsung ngerem dan memberi jalan. Mereka takut. Bukan takut karena wibawa, tapi takut karena mikir: “Waduh, ini Sigra. Kalau nyerempet, dia nggak punya duit buat ganti rugi, mobil gue yang hancur.”

Ketakutan mereka adalah kekuatan saya. Saya bisa membelah kemacetan dengan percaya diri. Tidak ada yang berani memotong jalur “Ras Kucing Oren” versi mobil ini.

Penutup: Kendaraan menuju surga (finansial)

Jadi, wahai ibu-ibu dan bapak-bapak yang masih terjebak gengsi.

Sudahilah mimpi memiliki mobil mewah yang pajaknya setara gaji UMR itu. Lupakan Garuda Indonesia (baca: Alphard) yang tiketnya mahal dan ribet. Pilihlah Susi Air (baca: Daihatsu Sigra) yang siap mendarat di mana saja, menerjang apa saja, dengan biaya operasional seharga gorengan.

Mobil ini mengajarkan kita arti fungsionalitas di atas gengsi. Ia mengajarkan ketangguhan di balik kesederhanaan.

Lagipula, nanti di akhirat, malaikat tidak akan tanya: “Kamu pakai mobil apa? Velg-nya ring berapa? Joknya kulit asli apa sintetis?” Tapi malaikat akan mencatat amal jariyah kita. Dan dengan iritnya Sigra, sisa uang kita bisa dipakai buat sedekah lebih banyak.

Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan, wahai pengguna Daihatsu Sigra? Mesin ngelitik dikit di tanjakan? Ah, itu cuma butuh matikan AC sebentar. Kecil.

Penulis: Fauzia Sholicha

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Daihatsu Sigra: Mobil yang Menjawab Semua Impian dan pengalaman seru lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Exit mobile version