Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Betapa Susahnya Hidup dengan Daihatsu Sigra Saat Mentalmu Masih Mental Honda Vario

Enrique Kevin Prasetyo Nugroho oleh Enrique Kevin Prasetyo Nugroho
30 November 2023
A A
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash).

Share on FacebookShare on Twitter

Seiring bertambahnya jumlah roda, bertambah pula dana yang dirogoh dari kocek pemiliknya. Inilah pesan moral abal-abal yang saya dapat ketika beralih dari Honda Vario ke Daihatsu Sigra.

Saya merupakan fans Honda sejati. 3 Honda vario yang nangkring di ruang tamu rumah saya sudah jadi bukti otentik kecintaan saya pada pabrikan berlogo sayap itu. Iya saya tidak punya halaman luas jadi mau tidak mau motor-motor tersebut masuk ke ruang tamu rumah saya. Tapi sayangnya, sebesar apa pun cinta saya pada Vario, tulisan ini bukan tentang motor Honda Vario.

Selama kurang lebih 8 tahun, Vario 2015 selalu menjadi kendaraan tempur saya untuk menempuh perjalanan dari rumah saya ke kantor dengan jarak kurang lebih 37 km sekali jalan. Artinya setiap hari vario saya itu menempuh jarak minimal 74 km untuk 5 hari kerja setiap minggunya. Karena sudah 8 tahun melakoni rutinitas itu, maka saya sudah hafal betul berapa bensin yang diperlukan, servis, dan pajaknya.

Pertemuan dengan Sigra, selamat tinggal Honda Vario

Semua berubah ketika Oktober ini saya mengucapkan janji suci sekali untuk selamanya. Singkat cerita karena di tempat ibu mertua saya ada mobil nganggur, jadilah mobil itu kami bawa untuk transportasi kami sehari-hari. Awalnya saya menolak, karena sudah biasa dengan Vario kecintaan saya. Namun istri saya bersikeras, untuk jalan-jalan honeymoon katanya. Akhirnya jadilah saya pulang membawa sebuah Daihatsu Sigra matic 1200 cc 2016.

Sebagai keluarga baru, kami memutuskan untuk mencari rumah kontrakan di dekat kantor saya. Di sinilah culture shock pertama saya terjadi. Saat menggunakan motor Honda Vario, tentu saya tidak perlu memikirkan lebar jalan akses ke rumah, pekarangan rumah, dan garasi rumah. Lha wong tinggal dimasukkan ke ruang tamu saja. Tapi mengingat si roda empat ini sekarang berada di tangan saya, akhirnya saya harus mencari kontrakan dengan jalan lebar, yang ada parkirannya. Jelas, rumah yang spesifikasinya begitu, tentu lebih mahal.

Dengan bermodal niat, semangat, kuota internet, dan akun Facebook, akhirnya kami berhasil menemukan rumah kontrakan yang bisa dihuni kami berdua. Plus ada “kamar” khusus bagi si Daihatsu Sigra ini. Saya kira semua aman terkendali. Kenyataannya berkata lain.

Sebulan berlalu dan setelah kami cek budget bulanan kami, lah kok pengeluaran kami overbudget sampai ratusan ribu. Rupanya gara-gara si Sigra yang lumayan rakus ini. Saat kami membuat bajet bulanan, kami memperhitungan BBM dengan asumsi kendaraan roda 2 alias si Vario kesayangan saya. Lha tapi kenyataanya kami menggunakan roda 4. Dan kalau Anda berasumsi biaya bensinnya naik 2 kali lipat, sayangnya anda salah, biaya BBM kami naik 3 kali lipat.

Bensine marai boncos

Terpaksa kami ambil dari pos-pos pengeluaran lain yang masih bisa untuk dipangkas. Sambil menulis tulisan ini, saya masih terheran heran. Kok bisa orang-orang berangkat kerja tiap hari pakai mobil, berapa ya gajinya. Saya yang tidak tiap hari naik mobil saja terkaget-kaget dengan ongkos bensinnya.

Baca Juga:

Honda Vario 125 Generasi Keenam, Motor dengan Desain Gagah tapi Kualitasnya Ampas

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

Selanjutnya, selain bensin, culture shock lainnya adalah ketika di jalan raya. Ketika menggunakan motor Honda Vario, saya bisa enak bermanuver. Tapi dengan mobil saya tidak bisa meliuk liuk seperti menggunakan motor. Biasanya saya bisa mengatasi kemacetan, sekarang malah saya ikut terjebak di dalamnya. Sisi positif menggunakan mobil ya kalau macet, saya nggak kepanasan. Tapi kalau macet terus bensinnya itu lho, bikin ngeri.

Selain itu saat mau menyeberang jalan, mau putar balik, tidak jarang ada pak ogah yang membantu kita untuk menyeberang. Receh demi receh itu tidak pernah saya keluarkan sebelumnya, saat saya menggunakan motor. Kalau sehari saya habis 2 ribu saja untuk pak ogah, sebulan sudah 60 ribu. Uang segitu sudah bisa buat isi bensin motor saya selama dua minggu.

Sebenarnya untuk mengatasi macet, saya bisa memilih lewat jalan tol. Tapi rupanya hal ini malah menambah kekagetan saya. Sebab satu bulan kemarin saja, saya sudah mengisi e-money lebih dari setengah juta hanya untuk bayar tol. Sayangnya tidak seperti uang bensin yang overbudget, uang untuk isi e money bahkan tidak ada di budget saya, duh Gusti.

Kalau lewat jalan biasa boros bensin, sedangkan lewat tol boros e-money. Dalam pandangan saya dua opsi ini sama-sama tidak lebih menyenangkan dibanding naik motor.

Baca halaman selanjutnya

Cari tempat parkir kok susah ya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: biaya bensinbiaya pajak kendaraanculture shockDaihatsu Sigrahighlighthonda vario
Enrique Kevin Prasetyo Nugroho

Enrique Kevin Prasetyo Nugroho

Pegawe Negeri Santuy.

ArtikelTerkait

Stasiun Srowot Klaten, Tempat para Monyet Bermotor Beraksi dan Menunjukkan Kebodohan

Stasiun Srowot Klaten, Tempat para Monyet Bermotor Beraksi dan Menunjukkan Kebodohan

20 Februari 2024
5 Alasan Mengapa Pengendara Mobil Sigra-Calya Suka Ugal-Ugalan Kayak Pajero-Fortuner

5 Alasan Mengapa Pengendara Mobil Sigra-Calya Suka Ugal-Ugalan kayak Pajero-Fortuner

1 September 2024
3 Culture Shock Arek Suroboyo Kulineran di Kota Solo Terminal Mojok

3 Culture Shock yang Dirasakan Arek Suroboyo Saat Kulineran di Kota Solo

5 Agustus 2022
culture shock si inyong arek kota surabaya terminal mojok

Ekspektasi Tak Sesuai Kenyataan, Tetap Bangga Bilang Inyong Arek Suroboyo

17 April 2021
4 Alasan Orang Madura Bakal Sulit Betah di Singapura

4 Alasan Orang Madura Bakal Sulit Betah di Singapura

3 Desember 2022
Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bangkalan Madura: Beneran Mengecewakan dan Bikin Saya Kapok

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bangkalan Madura: Beneran Mengecewakan dan Bikin Saya Kapok

14 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.