Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Di Balik Lensa KRL Jogja Solo: Kisah Perjalanan Seorang Tunanetra Menuju Sarjana

Prasetyo Nugroho oleh Prasetyo Nugroho
13 Februari 2025
A A
KRL Jogja Solo Membantu Seorang Tunanetra Menuju Sarjana MOJOK.CO

Ilustrasi KRL Jogja Solo Membantu Seorang Tunanetra Menuju Sarjana. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – KRL Jogja Solo membantu memudahkan saya, sebagai seorang tunanetra, meraih gelar sarjana. Terima kasih KRL, terima kasih PT KAI.

Senang sekali rasanya, setelah bertahun-tahun menanti, kini KRL Jogja Solo PP telah beroperasi. Tentu, ini adalah angin segar bagi masyarakat yang sering melakukan mobilitas dari arah Jogja, Klaten, hingga Solo PP. Termasuk saya, sebagai seorang mahasiswa penyandang disabilitas netra yang tinggal di Klaten dan berkuliah di Kota Solo.

Perjuangan yang Menantang

Dulu, perjalanan dari Klaten menuju Solo adalah perjuangan tersendiri. Berbekalkan tongkat putih lipat dengan garis blok merah mengkilap, saya harus mengandalkan bus konvensional yang bisa dibilang “belum terlalu ramah bagi penyandang disabilitas” seperti saya. 

Sangat sering saya harus berdesak-desakan dengan penumpang lain. Sangat sulit mencari tempat duduk bahkan tidak mendapat informasi yang jelas terkait jadwal dan tujuan.

Bukan hanya itu, saya kadang harus berjalan dari titik di mana saya diturunkan hingga menemukan spot yang tepat. Semua demi bisa memesan ojek online untuk meneruskan perjalanan dari terminal ke kampus. 

Jujur saja, saya kadang merasa khawatir dan cemas. Saya harus memberanikan diri untuk berjalan jauh dan bertanya pada orang-orang di sekitar. Bukan takut bertanya, melainkan takut jika saya tersesat dan bertemu orang yang berniat jahat. 

Untungnya, Tuhan senantiasa membimbing saya lewat perantara orang-orang baik. Mereka bersedia menunjukkan jalan. Bahkan mau mengantar saya ke area di mana saya bisa memesan ojek online sesuai titik yang telah ditentukan.

KRL Jogja Solo: Transportasi baru yang tak terduga

Namun, semua itu berubah semenjak kehadiran KRL Jogja Solo. Kereta ini terdiri dari 8 rangkaian, dengan tempat duduk panjang menyamping dan berhadap-hadapan. Tempat duduk ini terletak pada sisi kanan dan kiri kabin dan posisinya membelakangi jendela. Lalu, pada bagian atas bangku terdapat rak bagasi besi untuk meletakkan barang. 

Di samping bagasi, tepatnya di atas bangku penumpang, terdapat beberapa pegangan yang tergantung pada tiang besi. Penumpang berdiri bisa pegangan di sini. Desain ini mirip sekali dengan bus trans yang ada di beberapa kota besar seperti Jogja, Solo, Semarang, Jakarta, dan masih banyak lagi. 

Masih soal interior kabin KRL Jogja Solo. Kereta ini dilengkapi dengan lampu neon panjang sebagai penerangan dan pendingin ruangan yang cukup sejuk. Jadi, para penumpang dan kru yang bertugas tidak merasa kepanasan. 

Selain itu, di setiap kabin KRL Jogja Solo juga dilengkapi dengan speaker aktif. Fungsinya sebagai alat menyampaikan informasi oleh Customer Service on Train (CSOT) yang menyampaikan berbagai informasi seputar perjalanan. Mulai dari rute kereta, stasiun pemberhentian, hingga peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap penumpang.  

Soal aksesibilitas, KRL Jogja Solo ini tidak hanya nyaman dan modern. PT KAI sudah melengkapi kereta ini dengan fasilitas yang memudahkan penyandang disabilitas seperti saya. 

Ada guiding block atau keramik pemandu timbul berwarna kuning di dalam stasiun dan di atas peron. Lalu ada audio announcement yang jelas dan petugas yang siap membantu dari awal perjalanan hingga ke stasiun tujuan. 

Selain fasilitas tersebut, di kabin KRL Jogja Solo juga terdapat kursi prioritas yang terletak di keempat sudut rangkaian kereta, yaitu 2 di sudut depan dan 2 di sudut belakang. 

Iklan

Di sebelah bangku prioritas, terdapat selebaran yang ditempel pada dinding kabin berisi tulisan dan gambar pengguna bangku prioritas yang dimaksud, yaitu ibu hamil, lansia, ibu dengan balita dan penyandang disabilitas.

Sistem pembayaran

Beralih pada sistem pembayaran, KRL Jogja Solo memberikan kemudahan para penumpang untuk melakukan pembayaran secara non-tunai melalui Kartu Multi Trip (KMT). Ini adalah sejenis e-money yang dapat diisi saldo melalui vending machine. 

Nantinya, KMT tersebut akan ditempelkan pada mesin Electronic Data Capture (EDC) pada stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan sebagai sistem pembayarannya. Jadi, penumpang tak lagi memerlukan tiket fisik. 

Soal biaya, satu kali perjalanan KRL Jogja Solo hanya Rp8 ribu saja. Jadi, bila ditotal, tarif perjalanan PP sebesar Rp16 ribu. Saldo akan otomatis terpotong saat penumpang melakukan tap in pada stasiun keberangkatan saja.

Pengalaman pribadi naik KRL Jogja Solo

Sejak kehadiran KRL Jogja Solo, perjalanan saya dari Klaten menuju Solo kini terasa aman, nyaman, dan menyenangkan. Saya tidak perlu lagi berdesak-desakan dengan penumpang lain. Adanya fasilitas bangku prioritas di kereta membuat saya lebih aman.

Saya juga tak perlu khawatir tertinggal kereta karena ada jadwal tetap yang bisa saya akses secara mandiri melalui internet maupun aplikasi KRL Access. Selain itu, saya hanya perlu menuju ke stasiun yang berjarak 1 kilometer dari rumah. 

Sesampainya di stasiun, berbekal tongkat putih bergaris merah mengkilap yang selalu mendampingi, saya lalu meminta bantuan petugas untuk melakukan tap in menggunakan KMT. Setelah itu tinggal berjalan menuju peron melalui guiding block dengan tongkat dan petugas yang mendampingi. 

Ketika KRL Jogja Solo tiba, saya pun masuk lalu didampingi oleh petugas keamanan di dalam kereta. Mereka sebelumnya sudah terhubung dengan petugas di stasiun, yang mengkonfirmasi bahwa akan ada penumpang prioritas tunanetra yang memerlukan bantuan. 

Saat berada di dalam rangkaian kereta, saya juga dituntun untuk menempati bangku prioritas yang tersedia. Tak lupa, mereka juga menanyakan stasiun tujuan saya untuk nantinya dihubungkan kepada petugas di stasiun tujuan tersebut.

Di dalam kereta, saya tinggal duduk dan sesekali mendengarkan musik melalui ponsel. Sesampainya di stasiun tujuan, kembali petugas mendatangi dan menuntun saya keluar dari gerbong KRL Jogja Solo dan menuju stasiun untuk melakukan tap out. 

Kadang, mereka juga dengan suka rela menemani saya saat sedang memesan dan menunggu ojek online untuk melanjutkan perjalanan ke kampus. Dari situ pula, saya bisa berkenalan dengan beberapa petugas yang sering saya jumpai dan membantu saya saat berangkat dari Klaten maupun pulang dari Solo.

Terima kasih PT KAI

Perjalanan yang biasanya melelahkan dan penuh tantangan, kini menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Berbagai fasilitas pendukung yang aksesibel, sikap petugas dan kru yang ramah, serta adanya kebijakan PT KAI yang memberikan hak prioritas, termasuk penyandang disabilitas menjadikan transportasi ini layak disebut sebagai “transportasi berbasis inklusi”. 

Kehadiran KRL Jogja Solo benar-benar membawa dampak positif dalam hidup saya. Khususnya sebagai mahasiswa penyandang disabilitas netra. Hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana. Terima kasih KRL Jogja Solo. Terima kasih PT KAI.

Penulis: Prasetyo Nugroho

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nggak Perlu Kaget kalau KRL Jogja-Solo Penuh Sesak dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2025 oleh

Tags: klatenkota soloKRLKRL Jogja Solo PPkrl jogja-soloPT KAIsolo
Prasetyo Nugroho

Prasetyo Nugroho

Aku seorang tunanetra yang gemar bermusik dan menulis.

Artikel Terkait

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO
Ragam

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Curhat petugas front line KRL Solo-Jogja kerja di KAI. MOJOK.CO
Liputan

Sisi Gelap Kerja di KAI dengan Upah Layak: Risiko Difitnah Penumpang hingga Terkuras Fisik dan Mental

5 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.