Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Warisan Rangka Tua yang Nggak Menyedihkan Seperti Warisan Rangka ESAF Honda

Alan Kurniawan oleh Alan Kurniawan
10 Juli 2025
A A
Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Tua tapi Kuat MOJOK.CO

Ilustrasi Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Tua tapi Kuat. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Vario 125 adalah pilihan paling masuk akal hari ini. Ia pakai rangka tua, tapi kuat. Nggak bikin repot pemilik yang ingin hidup sederhana.

Di tengah gegap gempita motor matic Honda yang makin banyak dan makin futuristik, ada satu yang diam-diam jadi pahlawan tanpa tanda jasa. Ia tidak berteriak-teriak di iklan TV, tidak juga dipamer-pamerkan seperti Genio atau Stylo yang penuh gaya dan attitude. 

Ia begitu sederhana dan menjadi pilihan waras buat mereka yang pengin punya matik Honda, tapi malas berjudi dengan rangka ESAF. Kita mengenalnya dengan nama Honda Vario 125.

Ya, kawan-kawan sekalian. Ini 2025, yang katanya era elektrifikasi dan rangka robot, Honda Vario 125 masih setia dengan rangka tubular. Jadi, rangka tubular adalah rangka klasik yang lebih “membumi”. Apalagi jika kita membandingkannya dengan ESAF yang futuristik, tapi penuh drama.

Buat kamu yang nggak ngikutin berita otomotif, ESAF adalah singkatan dari Enhanced Smart Architecture Frame. Rangka ini adalah sebuah inovasi Honda. Katanya, ESAF itu lebih ringan, presisi, dan hemat bahan. Tapi entah kenapa, ESAF juga sering jadi bahan keributan netizen karena isu rangka terlipat, kropos, dan bahkan retak di tengah jalan.

ESAF dan kisah rangka terlipat yang menghantui

Sejak 2022, Honda mulai memasukkan rangka ESAF ke jajaran matik. Mulai dari Genio, lalu Beat, Scoopy, sampai akhirnya Stylo 160 yang baru rilis juga ikut-ikutan. Bahkan Vario 160 juga sudah memakai ESAF. Singkatnya, hampir semua matik Honda sekarang sudah memakai ESAF.

Masalahnya, banyak pengguna motor dengan rangka ESAF ini mengeluh. Ada yang bilang motornya jadi bunyi-bunyi aneh, ada yang bilang rangkanya keropos padahal baru 2 tahun dipakai, dan paling horor, ada yang menunjukkan foto rangka tengah motornya patah seperti terlipat. Mirip kertas origami yang capek ditekuk-tekuk.

Netizen langsung heboh. Kata-kata “ESAF” langsung trending di grup Facebook otomotif. Ia menjadi bahan konten diskusi di YouTube, bahkan sampai diliput media besar. Banyak yang bilang, rangka ESAF ini terlalu tipis dan nggak kuat dipakai harian, apalagi kalau dibawa boncengan sambil ngangkut galon.

Honda sendiri sudah kasih klarifikasi. Mereka bilang itu kasus minor, dan ESAF sudah melalui pengujian yang ketat. Tapi ya gitu, kepercayaan konsumen itu mirip hubungan pacaran. Sekali dikhianati, susah balik lagi.

Baca halaman selanjutnya: Motor yang jadi pahlawan.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2025 oleh

Tags: honda varioHonda Vario 125Honda Vario 125 newrangka esaf hondarangka esaf rusakvarioVario 125
Alan Kurniawan

Alan Kurniawan

Jebolan lama UKSW Salatiga, yang garis takdirnya membawanya menjadi auditor di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di (masih) Ibu Kota Jakarta. Seorang petrolhead garis keras yang sesekali menumpahkan isi kepalanya ke ruang-ruang sunyi di internet.

Artikel Terkait

Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Honda Vario: Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras MOJOK.CO
Otomojok

Honda Vario Adalah Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras, tapi Tetap Sakti dan Menjadi Pionir Matik Honda Selanjutnya

3 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.