Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Beat Saya Jadi Korban Penipuan Onderdil Palsu Setelah Belanja di Marketplace

Wahyu Kurnia Pradhana Putra Smith oleh Wahyu Kurnia Pradhana Putra Smith
28 Juni 2021
A A
Honda Beat Saya Jadi Korban Penipuan Onderdil Palsu Setelah Belanja di Marketplace MOJOK.CO

Honda Beat Saya Jadi Korban Penipuan Onderdil Palsu Setelah Belanja di Marketplace MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Niatnya ngirit malah ngorot. Honda Beat saya tewas, jadi korban onderdil palsu yang dijual marketplace. Hati-hati ya kalau mau belanja online.

Sebagai lulusan STM Permesinan plus Otomotif, saya punya kepercayaan diri yang tinggi ketika bertandang ke bengkel motor. Baik servis ringan sampai servis berat untuk mengganti part mesin Honda Beat saya yang perlu peremajaan karena aus. Saya agak hafal beberapa bagian mesin sehingga tidak gampang dikibuli mekanik-mekanik bengkel yang nakal.

Nah, satu ketika, di pertengahan 2019, saya pengin banget touring. Maklum, sudah 2 tahun setelah menikah dan sibuk bekerja, saya nggak pernah lagi touring. Istri memberi izin sekaligus mengusulkan tujuannya ke Garut. Boleh juga nih bawa Honda Beat ke Garut.

Saat itu, ketika saya mengingatnya kembali, Honda Beat saya sudah waktunya ganti vanbelt, roller, dan teman-temannya. Berbekal pengetahuan seadanya tapi kepercayaan diri tinggi ditunjang semangat ingin ngirit, saya putuskan untuk mencari onderdil lewat toko online. Lumayan, kalau ada dana lebih bisa buat kulineran di Garut.

Setelah capek scroll, akhirnya saya belanja di toko yang terlihat meyakinkan karena ulasan dan komentar dari pembelinya sangat bagus. Hemat banyak nih, pikir saya. Tidak lama, barangnya sudah tiba dan langsung saya bawa ke bengkel langganan untuk dipasangkan ke Honda Beat saya.

Saat vanbelt dipasang, montir di sana bertanya kepada saya, “ Mas, ini ori?” dengan nada yakin saya jawab, “Ori, Kang.”

Namun, di dalam hati kecil, saya mulai ragu. Ini barang yang saya beli asli apa palsu, ya. Saat selesai dipasang, setelannya pas dan berfungsi sempurna. Keraguan dalam hati sirna seketika. Rasanya puas. Dapat harga murah dan bisa belanja onderdil sendiri dengan tepat.

Ternyata perasaan puas tadi hanya sementara dan berganti dengan perasaan was-was. Jujur saja, saya takut onderdil yang sudah terpasang adalah palsu. Ketika melaju di jalan datar, Honda Beat saya rasanya biasa saja. Namun, ketika jalanan menanjak, area CVT terasa bergetar dan terasa slip ketika gas ditambah. Padahal sebelumnya tidak ada gejala begitu.

Duh, batin saya, semoga bukan karena onderdil yang baru saya pasang kemarin. Keesokan harinya, ketika saya pakai bekerja, getar dan slipnya semakin menjadi, bahkan ketika melaju di jalan datar. Puncaknya ketika saya bawa melaju di Jalan Pasteur. Jalannya lebar, datar, dan mulus. Memancing pengendara untuk memuntir tuas gas, termasuk saya yang ikut terpancing ikut memuntir tuas gas.

Sampai kira-kira kecepatan 70 km/jam Honda Beat  saya ngeplos, kehilangan tenaga. Haduh, lemas saya. Sambil saya lambaikan tangan kiri, saya menepi untuk periksa bagian CVT. Dan benar dugaan saya, onderdil yang baru saya beli biang keroknya.

Serpihan karet mirip remah-remah karet getas berserakan. Karet penutup sirkulasi CVT motor saya terlepas, ikut terbawa si vanbelt yang rontok. Bapak-bapak yang sedang lewat berkata pada saya:

“Eta muruluk.” (Itu berjatuhan)

“Muhun, Pa, ieu vanbelt na.” (Iya, Pak ini vanbelt-nya)

Hancur lebur rasanya harga diri saya bersamaan juga dengan hancurnya anggaran perbaikan motor yang membengkak. Sambil menuntun Honda Beat yang ngeplos, saya menyesal belanja onderdil di toko online.

“Sok tahu!” Kata saya dalam hati. Kerjaan pagi itu batal, ditambah harus dorong motor lengkap sudah penderitaan pagi itu. Lima belas menit berselang, kebetulan sekali ada kawan baik saya lewat jalan itu. Ah, syukurlah ada yang bisa bantu step motor saya sampai AHASS terdekat.

Iklan

Setelah dibongkar blok CVT-nya, benar adanya. Bagian vanbelt-nya lenyap, tersisa kawat kawat halus yang tersangkut di puli belakang.

Montir AHASS bertanya “Mas ini pakai ori apa nggak?”

Saya cuma senyum kecil dan jawab, “Gatau, Kang.”

Haduh, asem beneer. Akhirnya semua onderdil yang saya baru ganti di toko online, diganti lagi dengan onderdil ori dari bengkel AHASS. Niat ngirit malah ngorot.

Singkat cerita, Honda Beat lambang kemiskinan saya sudah sehat walafiat lagi. Tanpa gejala-gejala aneh, tanpa kendala berarti. Esok harinya saya dan istri berangkat ke Cipanas, Garut. Berendam dan menginap di kawasan Cipanas. Pupus sudah rencana kulineran memakai dana lebih dari onderdil online.

Saya memetik pelajaran berharga dari pengalaman ini: kalau nggak tahu banget soal onderdil motor, jangan coba-coba belanja online. Kecele.

Usahakan beli onderdil di bengkel atau agen yang sudah Anda kenal. Atau minimal rekomendasi dari orang yang Anda kenal juga. Jangan tergiur harga murah, karena bisa jadi harga yang kelewat murah tapi ngakunya onderdil ori, ternyata barang palsu. Nalangsa.

BACA JUGA Honda Beat Memang Lambang Kemiskinan dan Saksi Bisu Diputusin Pacar dan kisah nelangsa bersama motor di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2021 oleh

Tags: bengkel resmihondaHonda BeatmarketplaceMontir Nakalonderdil kwonderdil ori
Wahyu Kurnia Pradhana Putra Smith

Wahyu Kurnia Pradhana Putra Smith

Lahir di Jogja, besar di Bandung. Lulusan STM yang kini berprofesi sebagai tukang refleksi.

Artikel Terkait

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO
Catatan

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Omong Kosong Pemuja Hujan Musuh Honda Beat dan Vario MOJOK.CO
Otomojok

Pemuja Hujan di Bulan Desember Penuh Omong Kosong, Mereka Musuh Utama Pengguna Beat dan Honda Vario

27 Desember 2025
Keakraban dengan montir bengkel beri saya banyak keuntungan MOJOK.CO
Ragam

Menjalin Keakraban dengan Bengkel Umum nan Biasa Beri Saya Banyak Keuntungan

14 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.