Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Kisah Horor Rumah Pocong Sumi Kotagede yang Melegenda

Redaksi oleh Redaksi
3 Oktober 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selamat datang di laman penuntas rasa penasaran soal urban legend Jogja. Kali ini, kita bahas soal rumah pocong Sumi di Kotagede!

Kisah penumpang ojek online misterius yang mengaku bernama Aisyah ternyata bukan satu-satunya cerita urban legend di Jogja. Kalau kamu cukup aware dengan cerita-cerita rumah angker, barangkali kamu pernah mendengar perihal rumah pocong Sumi yang ada di Kotagede, Yogyakarta.

Rumah pocong Sumi ini berbentuk selayaknya rumah, kecuali ia memang merupakan bangunan tua. Menurut Rumah Misteri, bangunan ini sudah ada sejak tahun 1860 dan merupakan kepunyaan seorang menteri di zaman pemerintahan Presiden Soeharto. Konon, rumah ini sudah ditinggalkan lebih dari 40 tahun, terutama setelah anak si pemilik memilih untuk tinggal di tempat lain.

Iya, saya ulangi sekali lagi: lebih dari 40 tahun.

Padahal, mengutip informasi yang disebut dari Kisah Tanah Jawa, suatu tempat yang sudah tidak ditinggali selama 40 hari saja pasti telah dipenuhi dengan berbagai macam energi astral—apalagi 40 tahun?!

Kenapa disebut sebagai rumah pocong Sumi?

Tentu saja karena ada keterangan “pocong” di sana, alasannya pun jelas: banyak warga yang melihat kemunculan sesosok pocong yang diyakini bernama Sumi (dari nama “Sumini”). Kalau yang kelihatan kuntilanak atau tuyul, jelas namanya bukan rumah pocong, dong.

Pertanyaan selanjutnya: siapakah Sumi (atau Sumini) dan kenapa ia muncul dalam sosok misterius berbentuk pocong?

Diceritakan, pada tahun 1935, rumah besar di Kotagede ini ditinggali oleh perempuan bernama Sumini bersama suaminya. Namun, suatu malam, Sumini harus berada sendirian di rumah karena sang Suami pergi untuk urusan bisnis.

Sialnya, rumah pocong Sumi (yang tentu saja dulu belum bernama demikian) telah diincar oleh 3 orang rampok. Tak berniat bersikap kalem, ketiga manusia ini menggedor-gedor pintu rumah Sumini dan memberitahu bahwa suami Sumini mengalami kecelakaan.

Sumi panik, lantas membuka pintu. Padahal, sebelum berangkat tadi, suaminya sempat berpesan agar Sumi tak membuka pintu untuk orang asing demi keselamatan dirinya sendiri. Sekonyong-konyong, rampok-rampok tadi langsung masuk dan menjarah harta benda di dalam rumah. Sumi yang malang pun jadi sasaran: ia diperkosa sebelum akhirnya dibunuh dengan cara dicekik.

Kisah sedih inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya penampakan pocong Sumi di area rumah pocong Sumi di Kotagede.

Selain desas-desus rumah pocong Sumi yang misterius dan mengenaskan. rumah tua ini kabarnya memang ditinggali banyak penunggu. Ingat, tempat yang sudah ditinggal 40 hari saja bakal dipenuhi energi astral; apa lagi yang 40 tahun, kan?

Seorang warganet pernah menuliskan pengalamannya berkuncung ke rumah pocong Sumi tahun lalu. Kalau kamu membacanya, bayangkan perlahan-lahan apa yang ia rasakan—agar malam Jumatmu lebih syahdu minggu ini.

Iklan

Jalan2 di Kotagede, trus gak sengaja liat rumah kosong tapi kebuka.

Rumahnya udah gak ditinggali selama 40 tahun.

Ada tukang bersih2 nya.

Kami masuk buat liat2.

Ternyata ini rumah udah sering dijadiin tempat uji nyali.

Dan aku liat macem2…

Like literally.

— Adimas (@adimpil) March 3, 2018

Ada pula sumber yang menyebutkan pemilik rumah ini dulunya merupakan pedagang berlian. Ada sebuah kamar berisi satu kasur dan dua lemari besi yang tidak boleh dimasuki siapa pun—entah apa alasannya.

Yah, kadang memang ada hal-hal yang nggak perlu dijabarkan alasannya, kan? (A/K)

BACA JUGA Legenda Hantu Farida Asal Kediri: Hantu Dermawan Melebihi Tukang Giveaway di Twitter atau artikel rubrik MALAM JUMAT lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: cerita horor Jogjakotagedepocong Sumirumah pocongurban legend
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Roti kembang waru, kuliner tradisional Kotagede yang bisa jadi pilihan oleh-oleh khas dari Kota Jogja MOJOK.CO
Kilas

Oleh-oleh Khas Jogja Tak Cuma Bakpia, Ada Roti Tradisional Legend Sejak Zaman Mataram Islam

21 Oktober 2025
Slip Gaji di Bawah UMR Jogja Jadi Bahan Lomba Melamun: Beratnya Anak Pertama Bayar KUR BRI Orang Tua
Ragam

Slip Gaji di Bawah UMR Jogja Jadi Bahan Lomba Melamun: Beratnya Anak Pertama Bayar KUR BRI Orang Tua

24 Agustus 2025
Menelusuri hal-hal kalcer di Kotagede Jogja MOJOK.CO
Ragam

Menelusuri Kotagede Jogja: Nemu Banyak Hal Kalcer, Memantik Kesadaran agar Sastra Lebih Membumi

5 Agustus 2025
Keseruan Kotagede Ngabuburun 2025 MOJOK.CO
Kilas

Keseruan Kotagede Ngabuburun 2025: Lari Pakai Outfit Ngaji, Finish Dapat Berkat

19 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.