MOJOK.COSelamat datang di laman penuntas rasa penasaran soal urban legend Jogja. Kali ini, kita bahas soal rumah pocong Sumi di Kotagede!

Kisah penumpang ojek online misterius yang mengaku bernama Aisyah ternyata bukan satu-satunya cerita urban legend di Jogja. Kalau kamu cukup aware dengan cerita-cerita rumah angker, barangkali kamu pernah mendengar perihal rumah pocong Sumi yang ada di Kotagede, Yogyakarta.

Rumah pocong Sumi ini berbentuk selayaknya rumah, kecuali ia memang merupakan bangunan tua. Menurut Rumah Misteri, bangunan ini sudah ada sejak tahun 1860 dan merupakan kepunyaan seorang menteri di zaman pemerintahan Presiden Soeharto. Konon, rumah ini sudah ditinggalkan lebih dari 40 tahun, terutama setelah anak si pemilik memilih untuk tinggal di tempat lain.

Iya, saya ulangi sekali lagi: lebih dari 40 tahun.

Padahal, mengutip informasi yang disebut dari Kisah Tanah Jawa, suatu tempat yang sudah tidak ditinggali selama 40 hari saja pasti telah dipenuhi dengan berbagai macam energi astral—apalagi 40 tahun?!

Kenapa disebut sebagai rumah pocong Sumi?

Tentu saja karena ada keterangan “pocong” di sana, alasannya pun jelas: banyak warga yang melihat kemunculan sesosok pocong yang diyakini bernama Sumi (dari nama “Sumini”). Kalau yang kelihatan kuntilanak atau tuyul, jelas namanya bukan rumah pocong, dong.

Pertanyaan selanjutnya: siapakah Sumi (atau Sumini) dan kenapa ia muncul dalam sosok misterius berbentuk pocong?

Baca juga:  Membela Kasus Pemotongan Nisan Salib Kotagede Tak Perlu Jadi Pluralis Fundamentalis

Diceritakan, pada tahun 1935, rumah besar di Kotagede ini ditinggali oleh perempuan bernama Sumini bersama suaminya. Namun, suatu malam, Sumini harus berada sendirian di rumah karena sang Suami pergi untuk urusan bisnis.

Sialnya, rumah pocong Sumi (yang tentu saja dulu belum bernama demikian) telah diincar oleh 3 orang rampok. Tak berniat bersikap kalem, ketiga manusia ini menggedor-gedor pintu rumah Sumini dan memberitahu bahwa suami Sumini mengalami kecelakaan.

Sumi panik, lantas membuka pintu. Padahal, sebelum berangkat tadi, suaminya sempat berpesan agar Sumi tak membuka pintu untuk orang asing demi keselamatan dirinya sendiri. Sekonyong-konyong, rampok-rampok tadi langsung masuk dan menjarah harta benda di dalam rumah. Sumi yang malang pun jadi sasaran: ia diperkosa sebelum akhirnya dibunuh dengan cara dicekik.

Kisah sedih inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya penampakan pocong Sumi di area rumah pocong Sumi di Kotagede.

Selain desas-desus rumah pocong Sumi yang misterius dan mengenaskan. rumah tua ini kabarnya memang ditinggali banyak penunggu. Ingat, tempat yang sudah ditinggal 40 hari saja bakal dipenuhi energi astral; apa lagi yang 40 tahun, kan?

Seorang warganet pernah menuliskan pengalamannya berkuncung ke rumah pocong Sumi tahun lalu. Kalau kamu membacanya, bayangkan perlahan-lahan apa yang ia rasakan—agar malam Jumatmu lebih syahdu minggu ini.

Ada pula sumber yang menyebutkan pemilik rumah ini dulunya merupakan pedagang berlian. Ada sebuah kamar berisi satu kasur dan dua lemari besi yang tidak boleh dimasuki siapa pun—entah apa alasannya.

Baca juga:  Soal Pemotongan Nisan Salib: Meneladani Nama "Maria" Jelang Natal

Yah, kadang memang ada hal-hal yang nggak perlu dijabarkan alasannya, kan? (A/K)

BACA JUGA Legenda Hantu Farida Asal Kediri: Hantu Dermawan Melebihi Tukang Giveaway di Twitter atau artikel rubrik MALAM JUMAT lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles