Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
1 April 2026
A A
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

Ilustrasi - Tertekan side hustle (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Elliott Harrell atau Harrell adalah lulusan Jurusan Jurnalistik, tetapi berkecimpung di bidang lain setelah lulus kuliah. Selama 17 tahun melakukan pekerjaan kantoran hingga mencapai posisi eksekutif, dia memutuskan untuk melakukan pekerjaan sampingan (side hustle) agar mendapatkan kepuasan bekerja sesuai keinginan.

Namun sayangnya, kepuasan yang didapatkan dari side hustle tidak sebanding dengan pengorbanan yang harus diberikan. Meskipun, gajinya terbilang lebih besar dari pekerjaan kantoran.

Mengambil side hustle demi kepuasan pribadi

Pindah haluan dalam karier adalah salah satu faktor yang menyebabkan Harrell menerima tawaran side hustle. 

Ia lulus dari Jurusan Jurnalistik, tetapi malah bekerja di bidang pemasaran. Teknologi pula. Bidang pekerjaannya dapat dikatakan cukup jauh dari bayangan Harrell soal pekerjaan ketika masih berkuliah di Jurusan Jurnalistik.

Harrell lebih akrab dengan pekerjaan yang bersifat membebaskan kreativitas. Karena itu, tekanan pekerjaan yang “saklek” membuatnya gerah dan ingin mulai menulis lagi setelah 17 tahun bekerja di bidang berbeda.

Tahun 2024, Harrell memutuskan untuk mulai menulis. 

“Tapi setelah punya anak, aku mulai mendambakan wadah kreativitas dan memutuskan untuk mulai menulis lagi pada tahun 2024,” kata dia, dikutip dari Business Insider, Rabu (1/4/2026).

Mulanya, dirinya mengatakan tidak berniat menghasilkan uang dari aktivitas menulisnya. Beberapa tulisan pertamanya bahkan mengangkat cerita pribadi tanpa bayaran. Ia menulis dari pengalaman sebagai seorang ibu untuk sebuah situs tentang parenting. 

Cerita pribadi yang dibagikan dalam tulisan-tulisan Harrell ditujukan untuk memberikan kepuasan bagi dirinya sendiri, yang mulai penat bekerja kantoran. 

“Aku nggak berniat menghasilkan uang dari menulis. Beberapa tulisan pertamaku adalah cerita pribadi tanpa dibayar untuk situs web tentang pengasuhan anak,” akunya.

Namun tidak lama setelah mulai menulis kembali, Harrell dihubungi oleh editor dan ditawarkan pekerjaan lepas sebagai penulis. Tawaran ini memberikannya kepercayaan diri untuk mengubah tulisan tak berbayarnya menjadi side job.

Side hustle lebih menguntungkan ketimbang kerja kantoran

Setelah menekuni tulis-menulis sebagai pekerjaan tanpa melepaskan pekerjaan utamanya—membuat dirinya harus side hustle—Harrell menyadari pekerjaan sampingan ini lebih menguntungkan.

“Tahun 2024, aku menghasilkan sekitar Rp152 juta (dikonversi dari 8.995 dolar AS),” kata dia.

Bahkan setelah menghabiskan lebih banyak waktu untuk side hustle, penghasilan tersebut berlipat ganda. Ia bisa menghasilkan hingga Rp516 juta dalam setahun hanya dari menulis.

Iklan

Side hustle lain yang dilakoni Harrell, yakni mengajar les Mahjong (semacam permainan kartu), juga memberikan penghasilan tambahan sebesar Rp49 juta. Secara keseluruhan, dirinya menerima lebih dari Rp560 juta sebelum pajak. 

“Secara keseluruhan, itu lebih dari Rp560 juta sebelum pajak,” kata dia. 

Punya pekerjaan sampingan menyenangkan sampai merasa lelah

Dengan penghasilan yang bisa dihasilkan, serta kesempatan menyalurkan minat dan mendapatkan kepuasan dari side hustle, Harrell mengaku menyukai pekerjaan sampingannya.

“Aku suka side job-ku,” katanya mengakui.

Namun, dirinya tidak menyukai kesadaran bahwa dia harus mengorbankan banyak hal demi kepuasan dan tambahan penghasilan. Menurutnya, mengorbankan kehidupan pribadi demi side hustle tidak setara dengan kenyataan bahwa pekerjaan semacam ini tidak stabil.

“Tapi aku harus membuat pengorbanan besar dalam kehidupan pribadi dan nggak yakin apakah pekerjaan ini berkelanjutan,” kata dia.

Memang, Harrell mengaku mendapatkan fleksibilitas dari side hustle. Ia masih bisa menyeimbangkan pekerjaan utamanya dengan pekerjaan sampingan berkat nilai fleksibel ini.

Akan tetapi, dirinya menyebut side hustle sesungguhnya membutuhkan lebih banyak usaha. Saking banyaknya, Harrell tidak lagi bisa menutupi bahwa dia merasa lelah.

“Aku mengajukan setidaknya dua ide cerita baru setiap hari selama 2025. Artinya, bertukar pikiran, menelusuri sumber, dan mengirim email ke editor,” katanya.

“Kerja keras itu membuahkan hasil, dan aku menulis untuk 19 publikasi berbeda tahun lalu, sesuatu yang sangat aku banggakan, tapi jadi pekerjaan yang melelahkan setiap hari,” katanya menjelaskan. 

Tidak lagi punya waktu santai

Rasa lelah Harrell muncul dari keharusan dirinya untuk menyeimbangkan pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, dan kehidupan.

Tahun lalu, dirinya rata-rata mengerjakan sekitar tiga tulisan dan satu jadwal les setiap minggu. Beban side hustle ini masih harus disesuaikan dengan pekerjaan kantoran dan kehidupan. Akibatnya, dia harus menyelesaikan tulisan sebelum anak-anak bangun atau setelah anaknya tidur. Artinya, jam kerjanya harus dimulai dari pukul 05.30 pagi, kemudian dilanjutkan pukul 20.30 hingga 22.30 malam.

Mau tidak mau, Harrell harus mengorbankan waktu istirahat makan siang untuk pekerjaan. Ia juga harus menyentuh side hustle di sela-sela kerja kantorannya. Setelah itu, dia masih harus bergegas menuju lokasi les pada malam hari sepulang kerja. 

Rutinitas ini, kata Harrell, membuatnya merasa kehabisan energi. Ia merasa tidak lagi mempunyai waktu untuk bersantai, bahkan untuk sekadar mengisi ulang energi saja terasa sulit.

Kehidupannya menjadi terbatas hanya mengurusi pekerjaan akibat side hustle.

“Aku suka sibuk, tapi dengan mengurus anak, kerjaan kantorku, dan side hustle, aku merasa nggak punya waktu untuk santai dan recharge,” kata dia.

“Aku juga nggak bisa meluangkan banyak waktu untuk pertemanan atau pernikahanku seperti yang kuinginkan karena side hustle. Ini tanpa sengaja membuat stres dan semakin cemas, yang kutahu buruk buatku,” tandasnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: alasan side hustleefek side hustleinfo lokerkerja kantorankerja korporatkerja sampinganlowongan pekerjaanpekerja kantoranside hustleside hustle vs kerja kantoranside job
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran
Urban

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
Gen Z rela sise hustle
Urban

Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan

30 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO
Edumojok

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Trauma memelihara kucing sampai meninggal. MOJOK.CO

Trauma Pelihara Kucing: Penuhi Ego di Masa Kecil, Saat Dewasa Malah Merasa Bersalah usai Anabul Kesayangan Mati

26 Maret 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.