Orang tua mendukung mudik dengan pesawat demi kenyamanan
Juli (23) mengatakan, punya pemikiran yang sama. Dari Jogja ke Kalimantan Tengah, Juli dapat menempuhnya menggunakan kapal dengan singgah di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, atau Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Meski begitu, Juli lebih memilih untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Alasannya, tiket kapal memang lebih murah, hanya Rp300 ribu, tetapi ia harus luntang-lantung di lautan selama lebih dari satu hari, yakni 28 jam.
Dengan alasan itulah, perempuan asal Borneo ini menyebut orang tuanya mendukungnya untuk mudik Lebaran dengan menggunakan pesawat agar lebih nyaman dan tidak lelah dalam perjalanan panjang. “Emang ngutamain kenyamanan aja, rela bayar lebih untuk dapatin itu,” katanya.
Toh, menurut Juli, orang tuanya yang tidak mempermasalahkan ketika dirinya lebih memilih pesawat yang merogoh kocek hingga Rp1,5 juta dibandingkan tiket kapal yang hanya seperlimanya. Artinya juga, Juli merasa orang tuanya memperbolehkannya untuk mengutamakan kenyamanan itu.
Sebab, baginya, tidak penting memikirkan orang-orang yang mengatakan lebih baik untuk menggunakan transportasi terjangkau ketika ibunya sendiri siap menjadi donatur utama.
“Iya duit mama, mamaku juga oke sih kalau buat kenyamanan,” kata dia. “Biar anaknya safe.”
Sama halnya dengan Devi, ia juga mengatakan bahwa keputusannya memilih pesawat sebagai moda transportasi mudik karena dukungan orang tua. Devi bukan tidak bisa menggunakan bus alih-alih pesawat, tapi sang ibu lebih memilih anaknya untuk segera sampai rumah dengan menggunakan pesawat.
“Kalau dari Jogja ke Lampung, biasanya mamaku sih yang prefer naik pesawat aja karena biar cepat sampai gitu,” kata Devi.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














