Fransisco Montano atau yang akrab disapa Fransisco memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya selama enam tahun ketika putri sulungnya yang berusia 12 tahun mengalami sakit. Ia memulai side hustle sembari merawat sang anak, tetapi kini berhasil mengantongi penghasilan yang lebih besar dari pekerjaan kantoran.
Berhenti bekerja demi anak yang sakit
Saat itu, putri Fransisco berusia sekitar 12 tahun. Dia mulai mengalami kejang yang tidak dapat dipastikan penyebabnya, serta kapan akan terjadi kembali. Setidaknya begitulah yang dikatakan dokter kepadanya.
Mengetahui kondisi itu, Fransisco yang mulai bekerja di pagi hari tidak jarang harus tiba-tiba pergi untuk merawat sang anak.
“Saya akan mulai bekerja di pagi hari dan harus tiba-tiba pergi untuk merawatnya,” kata dia, seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (31/3/2026).
Adanya kondisi yang membuatnya harus terus bersikap siaga dalam berbagai situasi tak terduga membuat Fransisco merasa kewalahan. Ia menyadari, dirinya tidak akan bisa menyeimbangkan pekerjaan kantoran yang mengharuskannya meninggalkan rumah dari pagi hingga sore, sambil merawat anaknya yang sedang sakit.
“Terlalu berat untuk menyeimbangkan pekerjaan dan anak yang sakit,” kata dia.
“Jadi, saya berhenti bekerja,” kata dia menambahkan.
Penghasilan utama tidak seberapa, padahal ada kebutuhan luar biasa
Keputusan Fransisco untuk berhenti bekerja sudah berlangsung sekitar delapan tahun yang lalu. Ia bekerja di bidang pemasaran dan hanya dapat menghasilkan sekitar Rp500 juta (dikonversi dari $30 ribu dolar AS) per tahunnya. Artinya, penghasilan per bulan Fransisco berkisar sebesar Rp41 juta.
Nominal itu tampak besar. Namun menurut Fransisco, gajinya tidak sebesar itu untuk mencukupi biaya hidupnya di San Diego, Amerika Serikat, saat itu.
“Itu nggak banyak, terutama mengingat tingginya biaya hidup di San Diego,” kata dia.
Dibandingkan dengan sang istri yang bekerja di bidang asuransi, penghasilan istrinya lebih mampu mencukupi kehidupan keluarga mereka ketimbang penghasilan pekerjaannya sebelumnya. Belum lagi, pekerjaan itu memberi asuransi kesehatan yang bagus untuk perawatan kejang putri mereka.
Dengan perbandingan tersebut, dia merasa semakin yakin dalam memutuskan untuk berhenti bekerja. Fransisco merasa bisa lebih baik dalam mendukung kesembuhan putrinya dengan berhenti dari pekerjaan kantoran.
“Setelah saya berhenti bekerja, saya bisa lebih baik mendukung putri saya, dan kejangnya mulai berkurang,” akunya.
Setelah kondisi sang putri berangsur-angsur membaik, Fransisco memutuskan untuk tidak kembali ke pekerjaan kantoran. Ia memilih untuk tinggal di rumah bersama anak-anaknya yang kini berusia 20, 14, 11, dan 3 tahun.
Side hustle dari video game kesukaan anak
Cerita menarik Fransisco dalam side hustle selagi menjadi bapak rumah tangga muncul dari kesukaan anaknya kepada video game. Anak ketiganya, Sophia (11), menyukai video game sebagai cara menghabiskan waktu bersama atau quality time—dalam istilah hari ini.
Dari kesukaan Sophia, Fransisco memutuskan untuk membuat modifikasi game (mod game) untuknya. Mod, kata dia, memungkinkan pengalaman bermain game berubah menjadi lebih interaktif, dengan mengubah, menambahkan, atau memperbaiki elemen bermain.
Fransisco belajar cara membuat mod game, serta mulai mengerjakannya ketika anak terakhirnya yang berusia 3 tahun tidur siang. Di tengah waktu luangnya sebagai ayah yang mengurus rumah, Fransisco memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu yang disukai sang anak.
“Saya senang bikin sesuatu yang disukai Sophia. Saya pikir, kalau dia suka, orang lain mungkin juga,” katanya.
Pengalaman Fransisco di bidang pemasaran juga berguna. Ia membagikan mod gratis di permainan yang mereka sukai, kemudian menunggu interaksi orang-orang yang juga menyukai untuk mengembangkannya.
Setelah mendapatkan respons yang cukup tinggi, Fransisco mengarahkan mod gratis itu menjadi berbayar. “Kalau orang menyukai dan banyak berinteraksi, saya kembangkan. Akhirnya mengarah pada mod premium yang berbayar,” kata dia.
Untung 10x lipat dari side hustle
Hanya dalam beberapa bulan sejak menekuni side hustle dalam mod game, Fransisco mengaku bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dari bekerja kantoran selama setahun penuh.
“Saya bisa dapat penghasilan tambahan bulanan Rp255 juta sampai Rp280 juta. Saat merilis modifikasi baru, saya dapat penghasilan tambahan sekitar Rp170 juta di bulan pertama,” jelas dia.
Dihitung-hitung, Fransisco bisa mendapatkan total penghasilan hingga Rp425 juta dalam satu bulan. Nominal tersebut 10 kali lipat dari penghasilannya per bulan selama bekerja konvensional.
Selain itu, Fransisco mendapatkan keuntungan lain berupa waktu dengan keluarga. Dengan side hustle, ia memungkinkan untuk bekerja dari rumah dan tidak harus ke kantor. Fransisco juga dapat mengatur waktu kerjanya sendiri.
Ia bisa meluangkan waktu setiap hari, termasuk akhir pekan untuk keluarganya.
“Umumnya, saya menghabiskan dua sampai tiga jam untuk membuat mod setiap malam, biasanya setelah anak-anak tidur. Saya nggak bekerja weekend karena waktu keluarga,” kata dia.
Sementara pada siang hari, Fransisco mencicil pekerjaannya dengan membuat perencanaan. Untuk saat ini, kata dia, tantangan terbesarnya hanyalah pikiran yang terus aktif dalam menyiasati side hustle yang dilakukannya.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














