Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Menolak Kerja di Dubai yang Bergaji Puluhan Juta demi Temani Ibu yang Sedang Sakit dan Bertahan dengan Gaji UMR Jogja

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
18 November 2025
A A
terpaksa kerja di Jogja dan menolak tawaran kerja di Dubai. MOJOK.CO

Ilustrasi - privilege kerja di Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Aku juga yakin untuk membahagiakan orang tua, nggak melulu soal kirim uang ke rumah. Kadang orang tua cuman ingin kehadiran anaknya di antara mereka,” lanjutnya.

Hanif berujar orang tuanya tak pernah menentang maupun menghambat jalan kariernya. Mereka hanya berpesan agar Hanif mengukur perkiraan pendapatan dan pengeluarannya.

“Kata mereka rezeki nggak melulu dalam bentuk uang yang banyak. Yang harus dicari adalah rezeki yang barokah,” ujarnya.

Lingkungan kerja yang positif di Jogja 

Demi menjalin kedekatan dengan keluarga sekaligus memantau kesehatan ibunya, Hanif akhirnya memilih tetap bekerja di Jogja dan melepaskan tawaran kerja di Dubai. 

Toh, posisi lowongan yang kosong di perusahaan Dubai sebetulnya sama saja dengan pekerjaan dia saat ini. Hanya saja gajinya di Dubai lebih tinggi, sementara kalau di Jogja ia masih di bawah Rp20 juta tapi lebih dari UMR Jogja.

“Kurang lebih jobdesk-nya sama dengan apa yang sudah aku kuasai saat ini, sementara di kantorku sekarang aku dapat kesempatan untuk belajar hal baru dan jobdesk yang belum pernah aku handle sebelumnya,” tutur Hanif yang bekerja sebagai senior video editor dan client acquisition specialist.

Oleh karena itu, jika melihat dari sisi upskilling, Hanif merasa pekerjaannya yang sekarang sudah paling tepat, meski dari lubuk hati yang paling dalam ada kekhawatarin jika dirinya gagal. Namun, alih-alih merasa tertekan, ia ingin tetap berpikir positif. 

“Aku lebih menganggapnya ini sebagai privilege untuk mendorong kita terus tumbuh. Di samping itu, kultur kerja yang supportif juga membuat aku nyaman untuk berproses di sini,” ucap Hanif.

Bagi Hanif, lingkungan kerja yang suportif juga menjadi salah satu nilai plus perusahaannya saat ini sehingga memutuskan kerja di Jogja. Setidaknya, saat tugas-tugas yang diberikan cukup banyak, ia masih bisa menjalankannya dengan gembira.

“Aku bisa tetap fun dan tertawa lepas dengan teman-teman. Nah itu sesuatu yang sulit untuk ditawar sih. Mungkin karena udah cocok juga sama kultur kerja di Jogja yang gotong royong dan rukun,” kata Hanif.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Merelakan Gaji Besar dari Perusahaan di Dubai daripada Mental Rusak karena Tekanan Hidup dan Pilih Slow Living di Gunungkidul atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 November 2025 oleh

Tags: Dubaigaji di DubaiJogjakerja di jogjaumr jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

4 Oleh-Oleh Malioboro Jogja Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli

24 Maret 2026
Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO
Catatan

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co
Pojokan

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.