Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Dulu Dicap Berandal karena Suka Musik Punk, Kini Tempuh S3 Buat Buktikan Kalau Kuliah Itu Nggak Penting

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Mei 2025
A A
Anak punk kuliah S3 UIN Walisongo Semarang. MOJOK.CO

ilustrasi - Syafiq Yunensa, anak punk yang kuliah S3 di UIN Walisongo Semarang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Namun saat itu, ia juga punya ide untuk mengajukan tiga novel lain sebagai karya akhir. Dua novel lainnya yaitu Berandal Bermoral dan Joni Melawan Arus hingga terpilihlah satu novel berjudul Catatan Sang Berandal untuk tugas akhirnya tadi.

Laki-laki asal Brebes itu bercerita, proses pembuatan novel Catatan Sang Berandal membutuhkan waktu empat bulan. Kurang lebih, isinya bercerita soal kehidupan pribadinya yang mencintai musik punk tapi juga kental dengan dunia santri.

“Saya mondok sejak usia 9 tahun dan lulus MTs di Cirebon. Sejak kelas 1 MTs itu saya kenal musik punk terus mulai ‘nyetreet’ saat ada konser atau ziarah ke makam Sunan Gunung Jati,” kata dia.

Lulus S2 di UIN Walisongo Semarang di usia 22 tahun

Usai lulus S1 di UIN Walisongo Semarang, Syafiq makin haus akan ilmu. Ia pun melanjutkan studi S2-nya di kampus dan jurusan yang sama. Serta, berhasil menyelesaikan studi S2-nya di usia 22 tahun sebagai lulusan terbaik di jurusannya.

Yayasan Pendidikan Digdaya Book. MOJOK.CO
Syafiq berfoto bersama dengan penulis muda di komunitasnya. (Sumber: Dok.Pribadi)

Setelah lulus kuliah S2 di tahun 2023 dengan judul tesis “Pendidikan Agama Kaum Punk”, ia bekerja sebagai staf ahli di DPRD Provinsi Jawa Tengah hingga November 2024. Di masa-masa itu, Syafiq mulai bermuhasabah dan memikirkan tangga kariernya. 

“Saya punya cita-cita membangun penerbitan buku dan mencetak banyak penulis muda, serta ingin menjadi dosen,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mengembangkan kemampuannya, Syafiq memutuskan kuliah S3 (tetap) di UIN Walisongo Semarang. Ke depan, ia ingin membangun yayasan pendidikan yang bisa dipakai sebagai sekolah alternatif untuk masyarakat kurang mampu.

“Saat ini, saya sedang memproses pengajuan SK Yayasan Pendidikan Digdaya Book. Dari sini saya ingin mencetak ratusan penulis buku baik solo maupun antologi, serta bisa diakses secara gratis via penerbit Digdaya Book,” harap Syafiq.

Mahasiswa S3 UIN Walisongo Semarang itu menegaskan kunci sukses dalam pendidikan tidak bergantung pada pendidikan formal saja, melainkan pendidikan dalam masyarakat.

“Sejak menjadi siswa, saya sering belajar di pesantren, jalanan, dan tempat mana pun di alam raya ini. Gurunya semua orang atau apa pun yang kutemui,” kata Syafiq.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Tuntaskan S3 UGM dengan IPK Sempurna, Meski Sempat Ditolak Beasiswa karena Usia atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2025 oleh

Tags: anak punkCatatan Sang Berandalkuliah S3S2 Pendidikan Agama Islamuin walisongo semarang
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang
Edumojok

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Doktor termuda di UGM, Jogja ingin jadi presiden. MOJOK.CO
Sosok

Doktor Termuda UGM Usia 25 Tahun Ingin Jadi Presiden RI, Meneruskan Sepak Terjang BJ Habibie di Bidang Eksakta

6 November 2025
lolos CASN lebih menjanjikan ketimbang kuliah S3. MOJOK.CO
Ragam

Merelakan Kuliah S3 usai Lolos CASN adalah Pilihan Realistis di Tengah Kondisi Negeri yang Semrawut, meski Penempatan Tak Sesuai Harapan

17 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.