Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal

Alasan Tapak Suci Tinggalkan Tenaga Dalam dan Tak Ingin Punya Banyak Pendekar

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
18 Juni 2023
A A
Beranda Liputan Sosok
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Meninggalkan tenaga dalam

Sebagai perguruan pencak silat, Tapak Suci juga tidak mengenal praktik tenaga dalam, maupun ilmu kekebalan. Sejak resmi berdiri pada 1963, praktik-praktik tersebut tak lagi dipakai.

Pendekat besar TS, Barie Irsyad, pada acara sarasehan di Bina Manggala 1991 silam pernah menyampaikan bahwa perguruan ini menganut aliran rasional. Setiap geraknya memanfaatkan kemampuan akal dengan memfungsikan kegunaan fisik beserta perangkatnya secara optimal.

Barie Irsyad mengungkapkan bahwa ilmu yang dituangkan dalam Tapak Suci berdasarkan pada kecepatan dan ketepatan. Sehingga di Perguruan Tapak Suci tidak diajarkan mantera-mantera, lelaku, puasa khusus untuk mencapai ilmu tertentu dan sebagainya, tapi semua ilmu yang diajarkan selama ini adalah ilmu yang berdasarkan pada rasio.

Bowo berujar bahwa sebagian dari para pendiri TS juga mulanya menganut ilmu-ilmu kanuragan atau tenaga dalam. Ada nama seperti Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahin yang mulanya mengembangkan cikal-bakal perguruan tersebut. 

Dua sosok tersebut berguru pada sosok pendekar beraliran Banjaran dari Banjarenegara. Setelah itu keduanya juga sempat berkelana ke berbagai tempat untuk menimba dan menguji keilmuan beladiri.

“Ada singgungan dengan beragam hal ya termasuk hal-hal semacam tenaga dalam itu,” papar Bowo.

Baca Juga:

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026

Punya ilmu pengebalan tapi bukan tenaga dalam

Kendati begitu, setelah pulang ke Jogja dan mendirikan perguruan Cikauman. Ilmu-ilmu itu mulai mereka tinggalkan. Sehingga ketika TS lahir pun sudah tidak menggunakannya sama sekali. TS merupakan gabungan dari tiga perguruan yakni Perguruan Kauman, Seranoman, dan Kasegu.

Jurus kipas, salah satu materi yang harus dikuasai anggota Tapak Suci. MOJOK.CO
Jurus kipas, salah satu materi yang harus dikuasai anggota Tapak Suci. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Namun, sejatinya praktik memperkuat diri masih sempat berjalan di tubuh anggota TS. Bowo menyebutnya dengan istilah pengebalan. 

“Bukan kekebalan. Berbeda!” tegasnya.

Pengebalan merupakan proses menguatkan bagian tubuh tertentu melalui latihan fisik murni. Bagian yang ingin diperkuat akan ditempa secara terus menerus. Sehingga menjadi lebih tahan terhadap benturan.

“Dulu awalnya semua badan itu dilatih seperti itu. Tapi untuk menghindari rasa takabur hal itu dihilangkan dari perguruan,” terangnya.

Saat ini, masih ada perguruan TS di beberapa daerah yang masih melakukan praktik tersebut. Namun fokus pada area spesifik. Di Jakarta misalnya, masih banyak latihan pengebalan pada lengan tangan bagian luar yang berfungsi menangkis dalam jurus rajawali perguruan ini.

Kelembutan akhlak dan prestasi jadi daya tarik 

Meski tidak melakukan praktik tenaga dalam tersebut, perguruan ini masih banyak menarik minat para penyuka beladiri. Bagi Bowo, daya tariknya justru ada di kelembutan akhlak dan prestasi para atlet yang terus buktikan di dalam dan luar gelanggang.

Seperti perjumpaan dengan orang tua di luar arena latihan, mereka yakin dengan perguruan ini lantaran pamornya yang tertib dan tidak suka terlibat pertikaian. Pertarungan, bagi para siswa TS adalah di gelanggang.

Iklan

“Mungkin pikiran orang tua, nggak mungkin kalau di organisasi otonom Muhammadiyah kok urakan,” ujarnya tertawa.

Bicara prestasi, TS juga sering unjuk diri. Pada gelaran SEA Games 2023 lalu, sejumlah medali dari cabang olahraga Pencak Silat dan Kun Bokator berhasil diraih atlet berlatarbelakang perguruan ini.

Hal itu menunjukkan, setiap perguruan pencak silat di Indonesia, meski berangkat dari nafas kearifan lokal yang sama punya corak yang beragam. Mereka memiliki cara masing-masing untuk terus berkembang dan meraih prestasi. Seperti Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang terus tumbuh dengan slogannya, “Dengan Iman dan Akhlak Aku Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Aku Menjadi Lemah”.

Reporter: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Alasan Anak Muda Pendekar PSHT Tetap Cinta Perguruan Meski Rentetan Konflik Mendera

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12
Tags: pencak silatpendekarsilattapak sucitenaga dalam
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO
Ragam

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Atlet pencak silat asal Kota Semarang, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, raih medali emas di SEA Games 2025 Thailand MOJOK.CO
Kilas

Menguatkan Pembinaan Pencak Silat di Semarang, Karena Olahraga Ini Bisa Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

22 Desember 2025
Muat Lebih Banyak
Pos Selanjutnya
Uneg-uneg Guru Ngaji Privat untuk Orang Tua, Kami Butuh Gaji Kami Cair. MOJOK.CO

Uneg-uneg dari Guru Ngaji Privat Anak, Kami Butuh Gaji Kami Cair

Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.