ADVERTISEMENT

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

Motivation letter untuk beasiswa erasmus di Portugal. MOJOK.CO

Pelajari minat sebelum daftar beasiswa Erasmus

Selain menyusun dokumen, Marco juga menerapkan strategi dengan mengenali karakter kampus tujuan. Salah satu target kampus yang ia minati adalah University of Minho, Portugal di bidang komunitas riset.

Menurutnya, kampus tersebut sesuai dengan minat dan pengalamannya yang juga ia tuangkan dalam motivation letter. Berdasarkan Times Higher Education (THE) 2026, subjek pendidikan di University of Minho menempati peringkat 176-200 di dunia.

Artinya, program pendidikan di sana terbilang unggul dengan proses mengajar dan riset yang bagus. Hal itu sesuai dengan minat Marco untuk mempelajari riset di bidang Ilmu Komunikasi.

Selama menempuh pendidikan di Portugal, ia mengambil sejumlah mata kuliah yang relevan dengan bidang Public Relations, seperti media literacy, marketing, dan specialized practice in public relations

Sistem pembelajaran yang diterapkan relatif serupa dengan UMM, yakni mengombinasikan teori dan praktik berbasis studi kasus. Hanya saja, kata Marco, perbedaannya terletak pada sistem evaluasi yang hanya diujikan pada Ujian Akhir Semester tanpa adanya Ujian Tengah Semester.

Jalani perkuliahan di Portugal meski terkendala bahasa

Berhasil lolos beasiswa Erasmus Mundus, bukan berarti Marco terhindar dari masalah pelik yakni bahasa. Meski bisa berbahasa Inggris, perkuliahan di University of Minho, Portugal lebih banyak pakai bahasa Portugis, yang mana pengucapannya lebih cepat.

Untungnya, dosen pengajar Marco sangat terbuka dan selalu memberi kesempatan untuk Marco jika ingin diskusi lebih lanjut. Tak hanya itu, Marco juga bersyukur karena mendapat bantuan dari teman-temannya yang tergabung dalam Erasmus Volunteer untuk memahami materi perkuliahan.

Bagi Marco, kesempatan belajar di luar negeri merupakan batu loncatan penting dalam membangun masa depan akademik dan profesional. Ia berharap pengalaman ini dapat membuka peluang karier sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru. 

“Saya ingin pengalaman ini menjadi stepping stone yang kuat untuk masa depan, sekaligus memotivasi teman-teman agar tidak takut mencari peluang internasional,” ujar mahasiswa penerima beasiswa Erasmus itu.

Menutup kisahnya, Marco berpesan kepada mahasiswa dan anak muda agar tidak minder dengan keterbatasan yang dimiliki. Ia mengajak generasi muda untuk mengenali potensi diri, memaksimalkan kemampuan, serta selalu menjadi versi terbaik dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain

Kisah Marco sebagaimana dimuat dalam laman resmi UMM.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version