ADVERTISEMENT

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Dari 17 program studi (prodi) Sosial Humaniora (Soshum) di Unair, ada salah satu jurusan yang jarang dilirik oleh calon mahasiswa baru (camaba), padahal prospek kerja dan keilmuannya luas yakni Antropologi.

Beruntung, Nabila (25) sudah tahu prodi ini sejak duduk di bangku SMA. Sebagai anak jurusan IPA, Nabila justru tertarik dengan mata pelajaran peminatan Geografi yang memperkenalkan suku di Indonesia. Dari sanalah ia bertemu dengan ilmu yang mempelajari soal manusia dan kebudayaan tersebut.

“Semakin aku menggali informasi lebih dalam tentang Antropologi, ternyata semakin banyak jangkauan yang dia punya. Sampai aku baru ngeh, kalau arti kata dari Antro dan Logos itu ya ilmu tentang manusia,” kata Nabila saat dihubungi Mojok, Senin (6/4/2026).

Di penghujung kelas 12 SMA, Nabila sejujurnya masih bingung memilih jurusan kuliah karena ia tidak lolos SNMPTN (kini: SNBP) di tahun 2019. Di kesempatan kedua yakni SBMPTN (kini: SNBT), alih-alih menuruti keinginan keluarga agar dirinya masuk jurusan Saintek, Nabila justru mantap memilih jurusan Soshum.

“Aku fix pilih Antropologi dan Sastra Jepang di Unair dan alhamdulillah bisa keterima di Antropologi Unair. Walaupun sempat dipertanyakan orang-orang sekitar, ‘jurusan apa sih itu?’,” kata Nabila.

Jurusan Antropologi Unair sepi peminat

Antropologi adalah satu bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Unair yang berdiri sejak 1985. Meski mendapat akreditasi A, peminatnya lebih sedikit jika dibandingkan jurusan favorit seperti Ilmu Komunikasi hingga Psikologi.

Berdasarkan laman resmi Unair, jumlah peminat Jurusan Antropologi jalur SBMPTN ada 274 orang di tahun 2019 dengan daya tampung 30 kursi. Artinya, Nabila harus bersaing dengan 9 peserta SBMPTN lainnya. 

Dibandingkan harus bersaing dengan puluhan orang lainnya di jurusan favorit, Nabila bersyukur bisa diterima di Jurusan Antropologi Unair. Dan baginya, itu adalah salah satu keputusan hidup yang tak pernah ia sesali.

“Waktu awal-awal masuk kuliah, aku sering banget bilang kenapa tidak dari dulu saja aku tahu ada jurusan sekeren itu di Unair,” ucapnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Antropologi menggabungkan ilmu sosial dan medis

Terakhir diperbarui pada 9 April 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version