Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Dipecat hingga Tertipu Kerja di Jakarta Barat, Dicap Gagal saat Pulang ke Desa tapi Malah bikin Ortu Bahagia

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
19 Desember 2025
A A
Gagal dan tertipu kerja di Jakarta Barat, malah hidup bahagia saat pulang ke desa meski ijazah S1 tak laku dan uang tak seberapa MOJOK.CO

Ilustrasi - Gagal dan tertipu kerja di Jakarta Barat, malah hidup bahagia saat pulang ke desa meski ijazah S1 tak laku dan uang tak seberapa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Merasa gagal di Jakarta Barat, Husnadi (28) akhirnya memutuskan pulang ke desa asalnya di Cilacap, Jawa Tengah. Ijazah S1-nya sudah tak terpakai lagi untuk mendapat pekerjaan kantoran di Ibu Kota.

Selama di desa, pemasukannya memang tak seberapa. Akan tetapi, saat banyak orang menganggapnya gagal, Husnadi justru merasa lega. Sebab, keberadaannya di rumah—walaupun dalam kondisi kekurangan pendapatan—ternyata justru memberi kebahagiaan bagi orang tuanya.

Hidup enak dari kerja di Jakarta Barat yang hanya sesaat

Bermodal ijazah S1, Husnadi sempat bekerja di sebuah perkantoran swasta di Jakarta Barat sejak 2018. Sebulan ia bisa menerima gaji Rp3,5 juta. Sebagian bisa ia kirimkan ke rumah untuk tambah-tambahan orang tuanya yang sehari-hari bertani.

Akan tetapi, “hidup enak” tersebut hanya berlangsung singkat. Pada awal 2020, kondisi kantornya sudah oleng lantaran pandemi Covid-19.

Sampai akhirnya di tahun kedua pandemi (2021), kantor melakukan efisiensi tenaga kerja. Sialnya, Husnadi menjadi salah satu yang harus dirumahkan.

Saat itu, Husnadi sempat pulang ke desa lebih dulu. Menganggur dan makan uang tabungan.

Hanya saja, ia masih berpikir positif, setelah pandemi Covid-19 berlalu, ia yakin ijazah S1-nya masih bisa digunakan untuk mencari-cari kerja di Jakarta. Jakarta memang menjadi tujuan utama Husnadi untuk mencari pekerjaan. Sebab, di sana lah ia merasa mendapatkan gaji yang bisa ia bagi untuk dirinya sendiri dan orang tua di rumah.

Kembali ke Jakarta Barat malah tertipu loker ruko

Memasuki awal 2022, Husnadi mulai intens mengirim surat-surat lamaran kerja di berbagai alamat yang ia dapat di media sosial. Utamanya di daerah Jakarta Barat yang memang sudah ia kenali.

Dari sekian lamaran yang ia kirim, hanya satu yang memberi jawaban: Lowongan kerja yang informasinya ia dapat dari Facebook. Melalui pesan singkat, si pemberi loker meminta agar Husnadi datang ke suatu alamat di Jakarta Barat.

“Harinya mendadak, aku minta menjadwalkan ulang wawancaranya kan, ternyata pihak pemberi loker mau. Tapi memang dia butuh jaminan,” ungkap Husnadi berbagi cerita melalui sambungan telepon, Kamis (18/12/2025).

Jaminan yang dimaksud adalah, Husnadi harus menransfer uang sejumlah Rp1,5 juta sebagai deposit. Uang tersebut, kata si pemberi loker, untuk mengunci kesempatan wawancara bagi Husnadi. Jika Husnadi tidak menransfer, maka kesempatannya akan hangus.

Saat itu, mungkin karena pikiran kalut agar lekas dapat kerja, Husnadi memutuskan menransfer uang deposit tersebut ke nomor si pemberi loker. Tanpa pikir panjang. Tanpa curiga sedikit pun. Yang ada di pikirannya saat itu, sayang saja kalau ia tidak menransfer untuk mengunci kesempatan wawancara, karena kenyataannya cari kerja juga lagi susah.

Jadi orang linglung di depan ruko

Husnadi pergi ke Jakarta Barat dua hari sebelum hari wawancara sebagaimana sudah disepakati si pemberi loker.

“Sebenarnya mulai deg-degan itu karena nomornya sudah nggak aktif. Pesan terakhir sehari sebelum aku datang ke alamat, dia cuma kasih sharerloc,” ucap Husnadi.

Iklan

Di Jakarta Barat, Husnadi menginap di kos teman lama sekantornya dulu. Teman Husnadi awalnya ikut senang ketika Husnadi datang ke Jakarta Barat lagi karena ada kesempatan wawancara kerja.

Namun, ketika si teman tahu kalau loker itu Husnadi dapat dari Facebook dan meminta Husnadi mengirim sejumlah uang sebelum proses wawancara, si teman langsung curiga. Lebih-lebih, nomor tersebut sudah tidak aktif sejak mengirim shareloc.

“Jadi di hari H wawancara kerja, nomor itu sama sekali nggak bisa dihubungi. Temanku sudah bilang, fiks aku kena tipu. Tapi aku masih berharap itu bukan penipuan,” ucap Husnadi.

Husnadi pun pergi ke alamat sesuai shareloc yang ia dapat. Di sana, ia memang mendapati beberapa ruko. Ada yang kosong, ada pula yang digunakan untuk jualan.

“Aku tanya ke orang sekitar, ternyata benar aku kena tipu. Katanya, alamat situ memang sering dipakai buat nipu orang. Sudah banyak para pencari kerja yang jadi korban, datang ke alamat itu, eh tahunya ketipu,” kata Husnadi.

Husnadi saat itu sempat jadi orang linglung. Rasanya marah, tapi juga kosong. Mau lapor ke polisi juga ia nggak punya energi untuk menghadapi keruwetan yang akan ia hadapi.

Pulang ke desa: uang tak seberapa tapi malah bikin bahagia orang tua

Husnadi sempat bertahan beberapa hari di Jakarta Barat. Masih mencoba-coba mencari lowongan kerja untuk ijazah S1. Namun, susahnya bukan main. Ia pun memutuskan pulang kembali ke desa.

Tekanan mental baru terasa bagi Husnadi setelah pandemi berlalu. Pandemi jadi alasan masuk akal ketika seseorang susah mendapat kerja. Ekonomi memang sedang lumpuh.

Tapi saat situasi berangsur membaik, sementara Husnadi tak kunjung dapat pekerjaan, ia malah kena cap oleh tetangga sebagai lulusan S1 yang gagal.

“Pada masa-masa sulit itu aku diajak teman untuk jadi TU di sebuah yayasan milik saudaranya di Cilacap. Ya aku terima walaupun gajinya memang nggak seberapa,” kata Husnadi.

Awalnya Husnadi berniat menjadikannya sebagai opsi sementara, sambil cari-cari lowongan kerja lain. Namun, lama-lama ia justru nyaman (dan masih menjadi TU di sana hingga sekarang).

Apalagi orang tuanya juga mendukung dan lebih senang Husnadi kerja tidak jauh dari rumah. Tak harus pergi merantau lagi.

Husnadi sempat minta maaf ke orang tuanya karena bikin malu: Dari kerja bergaji Rp3,5 juta di Jakarta Barat berakhir jadi pegawai TU bergaji Rp1 juta, sebagaimana omongan tetangga. Namun, orang tua Husnadi bilang, mereka malah lebih bahagia karena Husnadi bisa menemani masa tua mereka di rumah. Apa lah arti uang banyak dari anak kalau harus menua tanpa perhatian.

“Banyak dari tetanggaku begitu. Anak-anak mereka memang berduit lah karena kerja di luar kota. Tapi sekadar jenguk pulang ke desa nggak pernah. Orang tuaku nggak mau seperti itu, mereka lebih milih mending ditemani anaknya saja di hari tua mereka,” ucap Husnadi. Apalagi, Husnadi sudah meninggalkan rumah sejak kuliah.

Cukup tak cukup, uang Rp1 juta itu nyatanya masih bisa Husnadi kelola dengan baik. Toh ia belum menikah dan belum kepikiran untuk menikah. Hanya memang, saat ini ia masih ingin mengundi nasib ijazah S1-nya untuk daftar CPNS.

Pada 2024 lalu ia gagal lolos CPNS. Ia masih akan mencobanya lagi di tahun depan. Ya minimal-minimalnya bisa tembus PPPK lah.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Nekat Resign dari BUMN karena Lelah Mental di Jakarta, Pilih “Pungut Sampah” di Kampung agar Hidup Lebih Bermakna atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2025 oleh

Tags: ijazah s1jakartaJakarta Baratloker jakartaloker jakarta baratloker penipuanpulang ke desaS1
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel MOJOK.CO
Ragam

Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel

6 Januari 2026
Plat Nomor B Bikin Dosa (Lagi) di Jogja, Bikin Malu Saja (Unsplash)
Pojokan

Arogansi Plat Nomor B Terjadi Lagi di Jogja, Kali Ini Nekat Membuka Separator yang Sudah Ditutup Polisi karena Malas kena Macet

3 Januari 2026
5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Derita anak bungsu. MOJOK.CO

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

9 Januari 2026
Dracin bukan sekadar kisah cinta lebay. MOJOK.CO

Kisah Cinta “Menye-menye” ala Dracin bikin Hidup Perempuan Dewasa Lebih Berbunga dari Luka Masa Lalu yang Menyakitkan

6 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Vixion R, Motor Terbaik Yamaha yang Mati karena Zaman MOJOK.CO

Vixion R, Tamat Riwayatmu Kini: Ketika Motor Terbaik Yamaha Mati karena Perubahan Zaman

6 Januari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.