Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Perbedaan Pengemis Malang dan Jogja, Dua Kota yang Menjadi Surganya Pengemis Meresahkan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Maret 2025
A A
Perbedaan Pengemis Malang dan Jogja, Dua Kota yang Menjadi Surganya Pengemis Meresahkan.MOJOK.CO

Ilustrasi - Perbedaan Pengemis Malang dan Jogja, Dua Kota yang Menjadi Surganya Pengemis Meresahkan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengemis meresahkan adalah masalah akut dan menahun di Malang. Sialnya, hal demikian juga terjadi di Jogja. Meskipun masalahnya sama, tetap ada perbedaan soal tipe pengemis di dua kota ini.

***

Iklan

“Udah, wes, nggak usah ngasih. Biasanya yang begituan itu ada bosnya,” ujar Abdul, ketika melihat saya memberikan recehan koin kepada pengemis yang menghampiri kami di sekitaran Taman Stasiun Tugu, Jogja. 

Saya tak menggubris omongannya. Toh, recehan yang saya berikan ke pengemis itu tak lebih besar dari tarif parkir yang kami bayar di parkiran Abu Bakar Ali.

“Kalau di tempatku, orang yang masih sehat dan kelihatan bugar gitu ngemis, pasti kerja sama bos. Udah ada yang nampung mereka. Rahasia umum di kotaku,” imbuhnya.

Abdul merupakan pekerja asal Malang, Jawa Timur. Kebetulan pada hari pertama bulan puasa, Sabtu (1/3/2025), ia mengunjungi Jogja untuk menghabiskan waktu liburnya.

Tentu yang Abdul maksud “pengemis punya bos” tadi adalah pengemis yang ada di Malang. Menurutnya, persoalan pengemis meresahkan adalah masalah menahun di kotanya.

Pengemis “dipekerjakan” bukan cerita baru di Malang  

Belakangan, di Malang memang sedang viral pengemis yang duduk bersandar di pojokan ATM Mandiri sambil video call menggunakan ponsel pintar. Momen ini tersebar melalui akun Instagram @info_malang dan dibanjiri respons oleh netizen.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Info Malang (@info_malang)


Kebanyakan dari mereka mengecam. Dan, tak sedikit juga yang bercerita menjumpai pengemis serupa di berbagai tempat di Malang. Ada pengemis yang punya dua HP, mengemis sambil live TikTok, sampai pengemis yang ternyata rumahnya bagus.

Abdul sendiri tak menafikan hal tersebut. Berdasarkan yang di tahu, di Malang memang ada beberapa jenis pengemis. Yakni lansia-lansia yang benar-benar hidup susah, anak jalanan, dan pengemis “yang dipekerjakan”.

Menurutnya, pengemis tipe terakhir ini yang paling meresahkan.

Iklan

“Mereka ini punya bos. Dari yang aku dengar memang kebanyakan dari luar kota. Di-drop di Malang pagi, nanti sorenya dijemput buat setoran hasil ngemis,” jelasnya.

Dari pemberitaan yang Mojok telusuri, modus demikian memang kerap terjadi di Malang. Misalnya, pada 13 Desember 2024 lalu, Satpol PP Kota Malang mendapati dua truk yang memuat puluhan pengemis dari luar daerah. Aparat menduga para pengemis ini hendak di-drop di wilayah Kota Malang.

Kejadian serupa juga kerap terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. Pengemis-pengemis ini pada akhirnya berakhir di rumah penampungan gelandangan dan pengemis (gepeng).

Titik paling banyak dijumpai pengemis

Sore itu, kami jalan-jalan menyusuri pedestrian di Malioboro. Abdul sendiri mengaku senang karena tak menjumpai satupun pengemis di lokasi wisata tersebut.

“Beda sama Malang. Tiap lokasi wisata pasti ada pengemisnya,” ujarnya. “Tapi gara-gara trust issue sama pengemis jadi-jadian, aku juga mikir dua kali buat ngasih,” imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa tempat yang menjadi spot favorit bagi para pengemis di Malang. Selain di lokasi wisata, tempat lain yang menjadi favorit mereka adalah dekat-dekat area kampus.

“Bahkan waktu aku masih kuliah, banyak pengemis masuk-masuk area kampus. Kayaknya sekarang juga masih kayak begitu,” tuturnya.

Sementara Satpol PP Kota Malang pernah merilis 13 lokasi yang menjadi favorit para pengemis. Tempat-tempat ini biasanya merupakan titik-titik kemacetan di Malang.

Ke-13 titik ini meliputi simpang tiga Masjid Sabilillah, simpang tiga Sawojajar (Jalan Danau Toba), simpang tiga Jl. MT Haryono, simpang empat Kasin, dan simpang empat Sulfat.

Kemudian di simpang empat Jalan Veteran, simpang empat Jalan Kaliurang, simpang empat Jalan LA. Sucipto, simpang empat Lapangan Rampal, simpang empat Dieng dan simpang empat Galunggung.

Sementara dua titik lain yang bukan merupakan persimpangan lampu merah adalah Jembatan Tunggul Mas dan di Fly Over Jalan Ahmad Yani.

Beda pengemis di Malang dan Jogja

Saya menimpali Abdul bahwa Jogja tak lebih baik soal pengemis meresahkan. Berdasarkan banyak pemberitaan, di Jogja, pengemis juga menjadi masalah akut.

Oknum pengemis yang aslinya kaya, banyak dijumpai. Mojok pernah mewawancarai seorang pengemis yang penghasilannya bisa mencapai Rp300 ribu per hari. Ada juga pengemis yang pura-pura lumpuh demi mendapatkan simpati orang lain.

Meski demikian, sependek yang Abdul tahu, pengemis di Jogja tak lebih ekstrem daripada pengemis di Malang. Ia menjelaskan, di Malang, banyak pengemis yang minta-minta sambil memaksa.

“Mungkin karena dasarnya itu dipekerjakan, dikejar setoran, jadi mereka kudu dapat nominal tertentu. Makanya kalau nggak dikasih, maksa, marah-marah. Untungnya di Jogja belum nemu,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Malang nyaris tiap lampu merah ada pengemis yang minta-minta. Sementara di Jogja, tidak. Kebanyakan yang dia jumpai adalah manusia silver.

“Paling nggak, di Jogja itu nggak ngemis. Manusia silver tetap ada effortnya.”

Bahkan, Abdul sampai punya analisis gembel mengapa di Malang banyak dijumpai pengemis. Parahnya lagi, kebanyakan “diimpor” dari kota tetangga.

“Sejak lama, orang Malang itu punya label ‘loman’ alias ringan tangan. Gampang ngasih, gampang kasihan. Makanya banyak pengemis datang ke Malang,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Jogja (Nggak) Istimewa karena Ada Banyak Lansia yang Makan, Tidur, dan Mati di dalam Becaknya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2025 oleh

Tags: JogjaMalangpengemispengemis jogjapengemis malangpilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.