Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Apes Berteman sama Mahasiswa Manipulatif: Biaya Hidup Rp800 Ribu Perbulan malah Diporoti yang Sakunya Rp500 Ribu Harus Habis Seminggu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 September 2025
A A
Apes berteman dengan mahasiswa manipulatif. Mahasiswa dengan biaya hidup Rp500 ribu seminggu malah poroti yang sakunya Rp800 ribu perbulan MOJOK.CO

Ilustrasi - Apes berteman dengan mahasiswa manipulatif. Mahasiswa dengan biaya hidup Rp500 ribu seminggu malah poroti yang sakunya Rp800 ribu perbulan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa dengan biaya hidup Rp500 ribu perminggu malah jadi tukang moroti

Sejak semester 3, Rifai mulai melihat sisi manipulatif dari si teman. Rifai heran, kok bisa uang Rp500 ribu bisa habis bahkan sebelum seminggu.

Jika sudah begitu, kerap kali si teman mengiba pada Rifai. Misalnya dengan bilang kalau dia kehabisan uang, orangtua belum kirim lagi, sementara dia belum makan.

Iklan

“Dia kan rumahnya dekat. Jadi biasanya Sabtu-Minggu pulang. Nah, heranku Rp500 ribu itu sudah habis di Jumat,” kata Rifai.

Sebenarnya juga tak heran-heran amat sih. Sebab, kata Rifai, gaya hidupnya memang sangat boros. Tidak cuma soal makan dan jajan, tapi juga untuk beri barang-barang yang sifatnya sebenarnya tersier belaka.

Yang membuat Rifai kesal, tiap si teman mengiba kehabisan uang, Rifai selalu menawarinya untuk ikut makan di kos Rifai. Mengingat, Rifai memang sering masak sendiri untuk menghemat.

“Tapi dia nggak mau. Langsung to the point misalnya lagi pengin nasi padang. Aku nggak enak juga kan. Karena gimana-gimana, dia sering traktir aku. Jadi ya sudah, dengan berat hati aku ajak dia ke nasi padang,” kata Rifai.

Situasi tersebut tak pelak merepotkan Rifai sendiri. Sebab, biaya hidup Rifai sebagai mahasiswa yang seharusnya cukup Rp800 ribu sebulan bisa menjadi kurang. Kalau sudah begitu, dia mau tak mau harus meminta kiriman lebih awal dari orangtua.

Tak ada yang gratis di dunia ini

Tak ada yang gratis di dunia ini. Seiring waktu, Rifai akhirnya menyadari itu.

Pasalnya, kebaikan-kebaikan—seperti mentraktir makan dan ngopi—dari temannya tersebut ternyata tidak cuma-cuma.

“Begini, korbannya ternyata nggak cuma aku. Tapi ada teman yang lain. Dan kami membaca pola kalau kebaikannya itu investatif. Jadi kalau dia mentraktir kami, di lain waktu kami juga harus mentraktir dia,” kata Rifai.

Rifai mungkin sedikit lebih beruntung karena “utang budinya” hanya soal makan dan ngopi. Kalau temannya yang lain lebih besar: rokok hingga bir.

“Pernah ya aku menolak, bilang nggak bisa traktir. Wah langsung dia bilang begini, ‘Biasanya aja kutraktir. Giliran aku yang butuh kamu nggak peduli.’ Aku jadi nggak enak lah,” ujar Rifai.

Iklan

Padahal saat itu posisi teman Rifai sudah tahu kalau saku Rifai amat tipis. Rifai akhirnya terus terang ke temannya soal jatah sakunya perbulan. Tapi ternyata si teman tetap tak memahami. Karena tidak ada yang gratis di dunia ini.

“Tapi masalahnya, biaya hidup dia saja sebagai mahasiswa Rp500 ribu perminggu. Sementara aku ini Rp800 ribu buat hidup sebulan, loh,” sambungnya. Alhasil, Rifai dan temannya yang lain merasa jadi korban “pemorotan” oleh mahasiswa manipulatif itu.

Tertolong pandemi, tapi pemorotan tak berhenti

Rifai merasa bersyukur saat pandemi melanda. Kuliah beralih menjadi daring sangat panjang: Satu tahun (2020-2021). Sepanjang itu, Rifai merasa aman karena tidak lagi menjadi korban pemorotan.

Setelahnya pun Rifai merasa lebih aman karena dia lulus lebih cepat. Dan setelahnya langsung bekerja di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat juga ketemu teman anak orang kaya. Tapi nggak gitu-gitu amat lah. Jadi ya aman, nggak diporoti lagi,” ucapnya.

Namun, ternyata dia salah. Sebab, karena tahu Rifai telah bekerja layak di Jawa Barat, si teman—mahasiswa manipulatif tadi—tetap kerap melancarkan pemorotan ke Rifai.

“Hampir setiap bulan menghubungi, ngutang. Masalahnya, utangnya bukan angka kecil. Utang Rp2 juta sampai Rp5 juta,” kata Rifai dengan nada penuh penekanan bercampur kesal.

Rifai kadang mengutanginya hanya Rp500 ribu. Tapi lebih sering dia tolak. Karena dia juga mengalokasikan uangnya untuk kehidupannya sendiri.

Sifat si teman masih sama. Kalau tidak diutangi, pasti langsung menyindir-nyindir di WA story. Misalnya dengan menulis, “Dulu zaman susah saja ditolong, sekarang sudah sukses lupa sama teman.” Persetan. Lama-lama Rifai memilih tak peduli.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Balas Dendam usai Dapat Beasiswa S1 KIP Kuliah, Manjakan Diri Sendiri dan Abaikan Ortu yang Tak Pernah Beri Hidup Enak Sejak Kecil karena Pemalas atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 September 2025 oleh

Tags: biaya hidup di jawa tengahbiaya hidup mahasiswakampus jawa tengahMahasiswamahasiswa baru
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.