Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tolak UMR Karawang Demi Bisa Kerja di Jogja, Padahal Gaji Hanya Rp1,8 Juta tapi Merasa Hidup Lebih Tenang

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 Mei 2024
A A
tolak umr karawang demi kerja di Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi tolak kerja di Karawang demi kerja di Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kerja di Jogja jadi pilihan bagi sebagian perantau, terutama lulusan dari kampus-kampus di daerah tersebut. Namun, ada pula yang sampai nekat menolak kerja di kawasan industri dengan UMR Karawang dan memilih kerja gaji di bawah UMR Jogja.

***

Tawaran untuk bekerja di Karawang sempat membuat Ula (25) tergiur. Ia dijanjikan gaji minimal UMR Karawang, yang pada 2024 nominalnya Rp 5.257.834, oleh kerabat jauh keluarga yang kebetulan merupakan pemilik dari usaha bidang penjualan mesin di sana. UMR Karawang, jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.

“Tapi akhirnya aku mantap pilih kerja di Jogja,” kata dia saat Mojok ajak berbincang pada Rabu (15/5/2024) malam.

Jogja, baginya sudah jadi rumah kedua. Dulu, sebelum menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga ia juga menempuh jenjang sekolah menengah di Kota Pelajar.

Mayoritas teman dan relasinya juga terbangun di Jogja. Bahkan, lebih banyak ketimbang teman-temannya di kampung halaman. Banyak cerita yang sudah ia lewati di sana.

Hingga akhirnya, setelah lulus kuliah pada akhir 2023 silam sebenarnya ia mantap langsung ingin kerja di Jogja. Namun, saat itu orang tuanya di rumah menyuruhnya pulang untuk membantu usaha kakaknya yang baru dirintis.

“Sejak lulus kuliah aku sempat pulang dulu setengah tahun untuk bantu keluarga,” kata dia.

Jalan hidup yang membuat tolak kerja UMR Karawang

Ketika sedang di rumah, tawaran kerja di Karawang datang dari kerabat jauhnya. Sebelumnya, ia belum menganggap serius. Ula berpikir bahwa itu sekadar basa-basi lantaran agak prihatin melihatnya sebagai sarjana yang belum punya pekerjaan pasti.

Di sisi lain, lama-lama ia juga mulai bosan di rumah. Mengurus usaha keluarga baginya rawan konflik.

“Hitung-hitungan duitnya juga sedikit. Nggak ada nih, kejelasan, sebulan aku dibayar berapa,” kelakarnya.

Suntuk, akhirnya ia memutuskan untuk cabut dari rumahnya di Pemalang menuju Jogja kembali. Saat itu, ia hanya berangkat modal nekat di masa jelang Ramadan 2024. Selama sekitar dua minggu ia tinggal di kontrakan temannya.

ilustrasi kerja di jogja.MOJOK.CO
Ilustrasi kerja (Charles de Luvio/Unsplash)

Saat itulah, tawaran kerja bergaji UMR Karawang kembali datang lewat pesan dari kerabatnya. Kala itu semakin jelas posisi dan penawaran gajinya. Semua tampak jelas dan cukup menjanjikan.

“Di awal Ramadan kemarin itu benar-benar sudah mau berangkat ke Karawang. Sudah siap-siap cari dan beli tiket,” kenangnya.

Iklan

Namun, tiba-tiba badan Ula sakit. Selama hampir sepekan ia meriang dan tak bisa banyak beranjak dari kamar kontrakan.

Baca halaman selanjutnya…

Ketika gaji Rp5 jutaan kalah dari yang di bawah UMR Jogja, ada hal lain yang dicari

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2024 oleh

Tags: jakartaJogjaKarawangkerja di jogjaumr karawang
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kerja di kafe Jogja stres. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kucing, hewan peliharaan

Memelihara Kucing Membuat Saya Menjadi Manusia: Tak Saling Bicara, tapi Lebih Memahami ketimbang Sesama Manusia

26 Maret 2026
Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Mahasiswa Malaysia menyesal kuliah di Universitas Islam Negeri di Indonesia. Lulusan UIN mentok gitu-gitu aja MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Malaysia Kuliah di UIN demi Murah, Hadapi Banyak Hal Tak Mutu dan Lulusan UIN yang “Mentok Segitu”

26 Maret 2026
Pintu timur Stasiun Tugu Jogja, titik keberangkatan kereta api terbaik dibandingkan Stasiun Lempuyangan

Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan

27 Maret 2026
4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli

29 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.