Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, akan kembali menjadi saksi persaingan elite bulu tangkis dunia pada awal tahun ini. Daihatsu Indonesia Masters 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Januari 2026.
Namun, ada pendekatan berbeda yang ditawarkan penyelenggara kali ini. Di tengah sorotan mengenai menurunnya antusiasme publik terhadap olahraga tepok bulu, turnamen ini hadir dengan wajah baru yang lebih inklusif: sebuah ”pesta rakyat” dengan tiket yang jauh lebih ramah di kantong.
Perubahan strategi ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan turnamen bulu tangkis internasional di Tanah Air kerap dikeluhkan karena harga tiket yang kian melambung, menciptakan jarak antara atlet dan penggemar setianya.
Tahun ini, panitia merespons kritik tersebut dengan memangkas harga tiket secara signifikan.
Melawan eksklusivitas dengan tiket mulai R40 ribu
Manifestasi paling nyata dari konsep “pesta rakyat” ini terlihat pada struktur harga tiket. Untuk Indonesia Masters 2026, panitia mematok harga tiket pre-sale hari pertama kategori reguler mulai dari Rp40.000. Sedangkan untuk harga normal termurah dipatok Rp50.000.
Sementara itu, kategori VIP pada laga final, tiket termahal dalam turnamen ini, dibanderol Rp650 ribu.
Detailnya bisa kalian lihat dalam tabel harga tiket berikut ini:

Angka ini menunjukkan penurunan drastis jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada 2025, tiket termurah dijual seharga Rp90.000, sementara tiket termahal di laga pamungkas bisa menyentuh angka Rp1,1 juta.
Selisih harga yang mencolok ini menjadi sinyal kuat bahwa penyelenggara ingin menghapus stigma menonton aksi pebulu tangkis dunia yang selama ini dianggap mahal dan eksklusif.
Ketua Penyelenggara Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi mendalam terhadap animo penonton pada edisi-edisi sebelumnya.
”Dari berbagai penyelenggaraan sebelumnya, animo penonton tak begitu besar. Banyak kursi kosong sehingga sorakan dari tribun yang menjadi penyemangat atlet Indonesia pun terasa kurang bergema,” ujar Budiharto kepada Mojok, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan bahwa tiket yang lebih bersahabat diharapkan mampu mendongkrak kembali kehadiran fisik suporter di arena.
Langkah berani dalam penetapan harga tiket ini tidak terlepas dari situasi bulu tangkis nasional yang sedang tidak baik-baik saja. Budiharto mengakui adanya tren penurunan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis dalam setahun terakhir.
Hal ini, bagi dia, disinyalir merupakan dampak dari prestasi atlet nasional yang seret serta jarangnya event besar yang digelar.

Istora Senayan selama ini dikenal di mata dunia sebagai salah satu venue paling intimidatif sekaligus ikonik karena gemuruh penontonnya. Tanpa kehadiran penonton yang memadati tribun, “magis” Istora perlahan memudar.
“Oleh karena itu, Indonesia Masters 2026 diposisikan sebagai momentum untuk menyalakan kembali kebanggaan dan kecintaan publik terhadap olahraga yang kerap mengharumkan nama bangsa ini,” jelas Budiharto.
Penonton bahkan bisa meramaikan venue tanpa membeli tiket
Selain intervensi harga tiket pertandingan, konsep inklusivitas juga diterapkan pada tata kelola area di luar arena pertandingan. Berbeda dengan tahun lalu, pada edisi 2026 ini masyarakat umum diperbolehkan memasuki area venue Istora secara gratis.
Pengunjung tidak perlu membeli tiket pertandingan jika hanya ingin menikmati suasana di sekitar stadion. Panitia menyediakan booth-booth UMKM yang menyajikan makanan dan minuman dengan harga bersahabat, serta beragam aktivitas hiburan pendukung.
Kebijakan ini mengubah paradigma turnamen dari sekadar ajang kompetisi olahraga menjadi ruang temu publik yang cair dan ramah keluarga. Pengunjung hanya diwajibkan membeli tiket jika ingin masuk ke dalam arena utama untuk menonton pertandingan.
“Konsep sportainment ini dirancang agar atmosfer turnamen tidak melulu soal ketegangan kompetisi, tetapi juga hiburan yang bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat,” pungkas Budiharto.
Peta persaingan dan hadiah Indonesia Masters 2026
Meski mengusung tiket murah, status turnamen ini tetap bergengsi. Masuk dalam kalender HSBC BWF World Tour Super 500, Indonesia Masters 2026 menawarkan total hadiah sebesar 500 ribu dolar AS atau setara dengan Rp8 miliar.
Sebanyak 274 pebulu tangkis dari 21 negara dipastikan akan bertarung di Jakarta. Nama-nama besar di kancah global telah dikonfirmasi hadir, termasuk tunggal putri andalan China, Chen Yu Fei, serta pasangan ganda putra Malaysia yang tangguh, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Sementara itu, dari kubu tuan rumah, Indonesia menurunkan kekuatan penuh demi menjaga gengsi di kandang sendiri.
Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani akan menjadi tumpuan di sektor tunggal, sementara pasangan baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri diharapkan mampu memberikan pembuktian di sektor ganda putra.
Jadwal lengkap Daihatsu Indonesia Master 2026 dapat dilihat di sini.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Kondektur Bus, Tukang Las Keliling, dan Jalan Hidup ke Bulu Tangkis Kursi Roda atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














