Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

Redaksi oleh Redaksi
18 Januari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu, bagi warga Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, air adalah barang mewah. Untuk sekedar minum dan mandi, mereka harus berjalan kaki berjam-jam menyebrangi perbukitan karst, bahkan sampai ke wilayah jawa Timur. Anak-anak ikut memikul jerigen. orang dewasa menjual kambing dan sapi demi setetes air.

Hari ini, cerita itu tinggal kenangan. Gua Jomblang, yang dulu hanya dikenal sebagai tempat angker, kini justru menjadi sumber kehidupan. Dari perut bumi yang gelap, air diangkat dan dialirkan ke rumah-rumah warga, menyalakan kembali kehidupan di desa yang lama kehausan.

Wilayah Karst dan Harapan yang Lama Dipendam

Secara geologis, gendayakan berada di wilayah karst—wilayah yang memang sulit dialiri air permukaan. Namun warga sebenarnya tahu ada air melimpah di bawah tanah. Masalahnya, tak ada yang tahu cara mengambilnya. Tak ada biaya dan tak ada keberanian.

Gua Jomblang sendiri sudah lama dikenal warga. Tapi bukan sebagai sumber kehidupan, melainkan ketakutan. Gelap, curam, dan penuh dengan cerita mistis.

Namun di balik cerita itu masih ada orang yang berani mendekat, ia adalah Slamet.

Pak Slamet dan Keberanian Masuk Luweng

Slamet bukan warga asli Gendayakan. Ia datang pada 1986, menikah dengan warga setempat dan meneruskan hidupnya tanpa air. Demi menghidupi keluarga, ia masuk ke banyak luweng dan gua—bukan untuk air melainkan mencari sarang burung walet.

“Saya sudah masuk 10 sampai 20 luweng dan hanya bermodal tali tambang biasa, saya niatkan Saya niatkan lillahi ta’ala dan bukan cuma buat keluarga tapi juga masyarakat” ujar Slamet

Keberanian itu menjadi titik penting. Sekitar 2019, Gus Yayan bersama rekan-rekannya melakukan eksplorasi Gua Jomblang dan berhasil menemukan sumber air di dalamnya.

Awalnya, warga patungan membeli mesin dan pipa seadanya. Sistem itu tak bertahan lama. Mesin sering mati. Hingga kemudian Djarum Foundation masuk membantu membangun sistem air yang lebih kuat dan berkelanjutan

Harapan Gua Jomblang yang Masih Mengalir

Awalnya, air diambil secara komunal. Kini, hampir setiap rumah warga memiliki keran sendiri. Warga hanya membayar iuran ringan—sekedar untuk perawatn listrik dan cadangan jika ada kerusakan.

Ketakutan warga perlahan hilang. Gua yang dulu dihindari kini menjadi sumber kehidupan.

Namun perubahan terbesar tidak berhenti pada air. Ia juga menggerakkan ekonomi warga. Musim kemarau tak lagi berarti menjual ternak, dan air yang kini tersedia membuat wudhu mudah dilakukan—menjaga shalat tetap terjaga.

Air dari gua Jomblang sebenarnya masih sangat melimpah. Namun pengambangan belum maksimal. Warga berharap ada pihak lain yang mau melanjutkan—agar manfaatnya tak berhenti di Gendayakan saja.

Tags: Desa GendayakanGua JomblangGua Seramkalcersokkesusahan air

Terpopuler Sepekan

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
kerja di kafe Jogja stres. MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.