Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Ilmu Ekonomi Memang Tak Seindah Bayangan, Pantas Mahasiswanya Paling Banyak Drop Out dari Kampus

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
6 Oktober 2023
A A
Mahasiswa ilmu ekonomi dan akuntansi banyak drop out. MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa drop out (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ilmu ekonomi menjadi bidang studi yang mahasiswanya paling banyak drop out di Indonesia. Mojok mencoba menggali alasan mahasiswa di bidang yang meliputi Program Studi lmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi ini banyak yang menyerah dalam studi.

***

Statistik Pendidikan Tinggi terbaru pada 2020 lalu menunjukkan 23,5 persen mahasiswa yang drop out dari seluruh kampus di Indonesia berasal dari bidang ilmu ekonomi. Persentasenya terbanyak, mengalahkan bidang teknik, pendidikan, sosial, dan kesehatan.

Secara jumlah, mahasiswa di bidang ekonomi memang jumlahnya cukup banyak. Posisinya menempati peringkat kedua setelah bidang pendidikan.

Saat menyimak data itu, saya jadi tersenyum sendiri. Sebab, saya dulu juga memilih angkat koper dari jurusan di bidang ilmu ekonomi yakni Akuntansi. Setelah melewati dua semester yang bikin garuk-garuk kepala.

Data itu, setidaknya membuat lega, ternyata banyak juga yang sefrekuensi. Drop out pada konteks ini bukan sebatas mahasiswa dikeluarkan oleh kampus karena alasan tertentu. Namun, juga mencakup mahasiswa yang mengundurkan diri maupun putus kuliah karena faktor ekonomi.

Dulu masuk jurusan akuntansi salah satunya karena dorongan orang tua di sisa masa jelang penutupan pendaftaran kampus. Saat SMA, sebagai anak Jurusan IPS, menghadapi akuntansi memang terasa bukan persoalan besar. Ternyata di dunia perkuliahan lebih menantang.

Menghadapi akuntansi keuangan membuat nyali sedikit gentar. Akhirnya saya mencoba peruntungan mendaftar kuliah di tempat lain setelah menjalani dua semester yang cukup suram.

Dua semester bergelut di studi rumpun ilmu ekonomi, saya juga menjadi saksi beberapa teman kelas yang gugur sebelum menyelesaikan studi. Ada yang akhirnya merasa tidak cocok dan tidak kuat sampai pindah karena diterima di tempat yang lebih menjanjikan.

Awalnya merasa yakin dengan Jurusan Akuntansi, namun gugur di semester pertama

Pengalaman seperti saya juga dirasakan oleh Rifdah Anggraheni (24). Mahasiswa yang sudah menyandang gelar sarjana dari Jurusan Ilmu Komunikasi di UNY ini dulunya sempat kuliah di Jurusan Akuntansi UMY.

Akuntansi jadi pilihannya sendiri. Bukan karena dorongan maupun paksaan dari orang tua. Padahal, dulunya dia anak IPA semasa SMA.

“Aku anak IPA tapi dulu ada mata pelajaran lintas minat. Aku ambil akuntansi tuh, gurunya kok enak banget ngajarnya jadi aku malah tertarik masuk Jurusan Akuntansi kuliahnya,” katanya.

Setelah gagal seleksi di sejumlah PTN pada Jurusan Akuntansi, akhirnya Rifdah mendaftar di UMY. Akuntansi di kampus Muda Mendunia ini predikatnya juga lumayan apik dengan akreditasi A dari BAN-PT.

kuliah jurusan ilmu ekonomi dan akuntansi banyak drop out.MOJOK.CO
Ilustrasi pusing saat kuliah (Francisco Moreno/Unsplash)

Namun, meski berangkat dari pilihan sendiri, ternyata begitu menjalani Rifdah merasa tidak nyaman. Rasanya, Jurusan Akuntansi tidak seindah yang ia bayangkan ketika menjalani mata pelajaran lintas minat di SMA.

Iklan

“Rumusnya hafal tapi kok pas ngerjain jurnal hasilnya nggak balance,” kenangnya tertawa.

Selama kuliah ia juga merasa selalu perlu bantuan ke teman-temannya saat mengerjakan tugas. Ia mengaku bingung saat mengerjakan sendiri. Sampai-sampai ia merasa tidak enak, karena temannya sudah menjelaskan, tapi dirinya tak kunjung paham.

“Aku lalu mikir, ini kalau terus-terusan begini, gimana nanti pas kerja ya,” ujarnya.

Akhirnya, jelang ujian semester pertama ia sudah benar-benar goyah. Ia sudah nyicil membeli buku latihan soal SBMPTN karena semakin yakin tidak bisa meneruskan hidup berkutat dengan jurnal-jurnal akuntansi.

Di saat teman-teman yang lain mulai mengerjakan tugas akhir semester, Rifdah malah sudah belajar latihan soal ujian seleksi kampus negeri. Ia pun mantap beralih sehingga semester kedua sudah tidak lagi mengikuti perkuliahan.

Baca halaman selanjutnya…

Penjelasan pakar soal banyak mahasiswa bidang ilmu ekonomi yang drop out

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2023 oleh

Tags: akuntansidrop outilmu ekonomikuliahMahasiswa
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.