Tidak sabar bertemu makanan dan keluarga saat Lebaran
Karena perbedaan rasa makanan Jawa dan Sunda itu, Iqbal bilang, antusiasmenya sebagai anak rantau untuk mudik Lebaran meningkat. Pasalnya, ini memang kali pertama dirinya mudik sehingga penasaran dengan kesan pulang ke kota asalnya, Bandung.
Namun yang lebih penting, tentu saja mencicipi makanan khas Bandung itu sendiri.
Skala kerinduan Iqbal terhadap makanan khas kota asalnya itu bahkan mencapai angka sembilan dari sepuluh. Alasan utamanya, cita rasa yang tidak bisa ditemukan di makanan Jogja.
“Kalau diurut kalau kangen sih kangen banget ya, dari skala 1 sampai 10, aku beri 9 karena lidah aku kan pengin banget ngerasain yang tadi disebutkan. Rasa gurih, asam, pedas, yang aku nggak temuin di Jogja, jadi itu alasan utamanya,” katanya menjelaskan.
Meski tidak sabar ingin kembali memakan makanan di Bandung saat mudik Lebaran, Iqbal tidak melupakan salah satu alasan utamanya dalam mudik kali ini juga, yakni keluarga. Selain makanan, keluarga juga menjadi tujuan utamanya dalam mudik.
“Alasan utama jelas keluarga karena tidak ketemu selama Ramadan ini. Jadi, ini jadi momentum balik lagi ketemu orang tua, adik, adik ipar, dan ponakan gitu,” ujarnya.
“Sekarang juga ponakan kan liburan di Bandung, bisa banyak waktu di rumah sama dia, setelah itu baru aku ke makanan,” tambah dia.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














