Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal

Menelusuri Bebek Purnama yang Pertama di Surabaya, Ternyata Tidak Buka Cabang 

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Desember 2022
A A
Beranda Liputan Kuliner
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pak Saridin dan 3 warung Bebek Purnama yang pertama

Hanya sepelemparan batu dari lokasi warung Bebek Purnama milik Umik Mardiah, ternyata ada juga satu warung Bebek Purnama yang menyatakan juga sebagai salah satu yang pertama. Di papan namanya tertulis “Warung Bebek Purnama Pak Saridin”.

Dari artikel-artikel di blogspot yang saya baca-baca sebelumnya, Bebek Purnama Pak Saridin ini juga disebut-sebut sebagai yang asli.

“Kalau itu (Bebek Purnama Pak Saridin) belum pernah nyoba aku. Urusan mana yang asli memang klaim-klaiman,” ujar Seta membalas pesan singkat yang saya kirim lewat WhatsApp.

Beberapa menit lagi azan magrib berkumandang. Dari seberang jalan tempat saya duduk-duduk sambil nyebat, tampak warung Bebek Purnama Pak Saridin sudah berjubel para pembeli.

“Jam-jam pulang kerja, Mas, pasti penuh,” ujar tukang parkir warung Bebek Purnama Pak Saridin saat saya hampiri.

Lewat bantuan tukang parkir ini pula saya bisa bertemu dengan Pak Anis, pengelola Bebek Purnama Pak Saridin saat ini.  Sosok ramah itu mempersilakan saya bertanya-tanya, sementara ia nyambi menggoreng beberapa potong bebek.

Baca Juga:

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026

Pak Anis memaparkan, di era 1989 dan memasuki 1990-an awal, kawasan di Bioskop Purnama telah menjadi sentra kuliner yang cukup ramai. Beberapa warung yang pernah buka di area Bioskop Purnama antara lain, Pecel Purnama, Petis Purnama, Jus Purnama, dan tentunya Bebek Purnama.

“Lebih gampang disebut dengan embel-embel “Purnama” karena bukanya di sekitar Bioskop Purnama,” ucapnya.

Diungkapkan Pak Anis, sudah ada 4 warung bebek yang buka di kawasan Bioskop Purnama saat itu. Termasuk warung bebek milik bapaknya, Pak Saridin.

Warung Bebek Purnama Pak Saridin, yang lokasinya tidak jauh dari Warung Bebek Purnama Umik Mardiah. Salah satu warung Bebek Purnama yang pertama. (Muchamad Aly Reza/Mojok.co)

Hanya saja, ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1998, 2 dari 4 warung tersebut gulung tikar. Sisa warung bebek milik Pak Saridin dan warung bebek milik Umik Mardiah. Dan karena nama Bebek Purnama sudah dipakai oleh warung bebek milik Umik Mardiah, maka agar berbeda warung bebek milik Pak Saridin diberi imbuhan namanya sendiri menjadi Bebek Purnama Pak Saridin.

“Maka kalau ditanya siapa yang pertama, ya sama-sama pertama. Dulu warung ini berseberangan jalan persis dengan warung yang di sana itu (Bebek Purnama Asli milik Umik Mardiah), terus pindah ke sini,” tutur Pak Anis.

“Jadi yang banyak ditiru sama yang ngaku-ngaku cabang sebenarnya lebih ke warung Bebek Purnama kuning itu (milik Umik Mardiah). Kalau Pak Saridin nggak ada. Pak Saridin ya cuma ini aja,” imbuhnya.

Olahan bebek di Bebek Purnama Pak Saridin tak jauh berbeda dengan Bebek Purnama Asli Umik Mardiah. Dalam satu porsinya berisi nasi, sepotong paha bebek, siraman bumbu kuning, taburan serundeng, serta lalapan pelengkap dan sambal bajak yang bisa diambil sepuasnya sesuai selera. Untuk harga pun relatif sama.

Yang membedakan, di Bebek Purnama Pak Saridin tak hanya menyediakan satu menu sambal saja. Selain sambal bajak, di sini juga tersedia sambal bawang.

Iklan

“Sambal bajak cenderung pedes tapi masih ada manis-manisnya. Kalau yang sambal bawang memang buat yang suka pedes,” jelas Pak Anis.

Menutup obrolan kami petang itu, Pak Anis kembali menekankan bahwa pusat dari Bebek Purnama ada di Keputren, Tegalsari, Surabaya. Karena dinisbatkan pada nama bioskop yang dulu pernah eksis di sana.

Kendati demikian, Pak Anis mengaku tak ada masalah dengan banyaknya orang yang mengaku sebagai cabang dari Bebek Purnama. Sama seperti alasan Umik Mardiah, sebanyak apapun warung Bebek Purnama tersebar, toh ia secara pribadi tidak merasa dirugikan.

“Menunya boleh ditiru. Tapi soal rezeki kan tetap jatah masing-masing,” tegas Pak Anis.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Alasan Tak Perlu Banyak Gaya Nongkrong di Kawasan Elite G-Walk Surabaya

Halaman 2 dari 2
Prev12
Tags: bebek gorengbebek purnamagoyang lidahKulinerMaduraSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)
Pojokan

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak
Pos Selanjutnya
Orang-orang yang Bahagia Melihat Akad Kaesang dan Erina dari Seberang Jalan MOJOK.CO

Orang-orang yang Bahagia Melihat Akad Kaesang dan Erina dari Seberang Jalan

Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.