Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
5 Juni 2024
A A
Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan

Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kantin FBSB UNY merekam perjalanan hidup manusia-manusia di kampus paling berwarna di UNY. Bangunan dan ibu-ibu penjual kantinnya, mengingat perubahan manusia-manusia yang pernah singgah, dan jadi bagian cerita mereka.

 ***

Saya membetot gas PCX saya begitu dalam agar segera sampai UNY. Tapi kemacetan di lampu merah Condongcatur menghentikan pacu kencang motor dan meminta saya untuk bersabar. Mau tak mau, saya harus menunggu lampu merah berganti hijau sembari disirami panas Jogja yang begitu menyebalkan.

Tapi, tak lama, saya bisa melanjutkan perjalanan menuju FBSB UNY. Meski gas tak bisa saya betot dalam-dalam, karena macet. Dalam hati, saya lumayan bahagia, sebab, saya akan sampai di tempat paling berjasa selama kuliah: kantin kampus.

Bagi saya, kantin FBSB UNY seperti rooftop Suzuran, tempat orang-orang aneh kau temui dengan begitu mudah. Pemuda yang gaya merokoknya dibikin mirip dengan Chairil Anwar? Ada. Mahasiswa kuliah pake jubah Hokage Keempat? Ada, dan ini serius. Mahasiswa yang tak jadi masuk kelas karena tiba-tiba males? Oh, inilah titik kumpul mereka.

Tapi selayaknya rooftop Suzuran, di tempat inilah saya—dan mungkin beberapa manusia lain—merasa tinggi. Kantin jadi satu-satunya tempat di mana mahasiswa madesu seperti saya merasa menjadi manusia yang punya nilai. Semua setara di kantin, kecuali kau punya rokok sebungkus dan penuh, kau adalah raja.

Kantin FBSB UNY merekam banyak perjalanan hidup saya. Bolos kuliah, menunggu bimbingan, membicarakan dunia, semua saya lakukan di kantin. Tapi yang paling utama, di kantin lah saya bertemu istri saya.

Dan pada hari ini (05/06/2024), saya kembali, mengenang dan mencoba menggali kantin lebih dalam.

Ibu, kawan, dan kadang, malaikat

Bu Bambang adalah ibu, kawan, dan kadang, malaikat. Beliau menyapa banyak mahasiswa seakan-akan anak sendiri, mengajak berbincang seakan-akan kawan karib, dan menyelamatkan banyak perut mahasiswa yang uangnya sudah ludes. Salah satu penjual di kantin FBSB UNY ini, adalah sosok yang semua orang paling hormati di kantin, tak terkecuali saya.

Bu Bambang adalah satu-satunya orang di luar kawan karib saya yang hafal kapan kiriman uang saya datang. Jadi, beliau tak pernah bermasalah ketika saya terpaksa ngutang makan, sebab tau betul saya akan bayar utang tersebut. Bahkan sering menawari makan saja dulu, bayar nanti, yang tentu saja saya terima dengan bahagia. Jadi, bagi saya, dia salah satu orang terpenting selama saya kuliah.

Saya datangi Bu Bambang, mencium tangannya, sembari menanyakan kabar. Beliau sumringah, sembari mengomentari badan saya yang membesar. Saya hanya meringis, teringat betapa kurusnya saya dulu, hingga bikin orang curiga kalau saya pakai narkoba. Beliau juga cerita kalau beliau banyak baca tulisan saya di Mojok, dan jujur saja, saya bahagia.

Kantin FBSB UNY yang begitu ramai bikin perbincangan kami sempat tertunda. Tapi, setengah jam kemudian, kantin jadi sepi. Heningnya terdengar begitu jelas.

Bu Bambang mengajak saya pindah ke pendopo depan lapaknya, agar ngobrolnya jadi lebih nyaman. Lalu kami melanjutkan pembicaraan tentang bagaimana keadaan kantin, serta yang dilalui Bu Bambang selama ini.

Kantin FBSB UNY jadi kunci

Saya sedikit menggali informasi tentang kantinnya, seperti berapa sewa, omzet, apakah penjualan masih ramai. Bu Bambang menolak memberi informasi berapa sewa dan omzet secara detil, hanya dia bilang harga sewa tak berubah sejak lama. Perkara omzet, dia hanya bilang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, dia mengaku kalau dari jualan di kantin ini bisa menguliahkan dua anaknya di kampus swasta.

Iklan

Lalu, saat bicara penjualan, barulah Bu Bambang bercerita banyak. Untuk sekarang, agak sepi karena ini masa minggu tenang. Jadi, mahasiswa tak banyak yang ada di kampus.

“Mahasiswa sekarang itu beda, Mas. Nggak kayak zaman dulu. Minggu tenang ya nggak di kampus, kalau libur ya libur. Dulu libur nggak libur sama aja, kalian-kalian ini kan yang selalu beli.”

Seketika saya teringat, saya lulus 6 tahun yang lalu. Tentu saja semuanya sudah berubah. Dunia memang berjalan, meninggalkan yang seharusnya.

Baca halaman selanjutnya

Isinya mahasiswa baik-baik

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2024 oleh

Tags: ceritafbsb unykantin fbsb unykantin kampussejarahuny
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
UAD: Kampus Terbaik untuk “Mahasiswa Buangan” Seperti Saya MOJOK.CO
Esai

UNY Mengajarkan Kebebasan yang Gagal Saya Terjemahkan, sementara UAD Menyeret Saya Kembali ke Akal Sehat Menuju Kelulusan

16 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.