Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa Tukang Tidur di Kampus Semarang Lulus Jadi Orang Penting, Teman yang Dulu Meremehkan Kini Ngemis-Ngemis Minta Kerjaan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 April 2024
A A
Di Rembang TKI Lebih Bermartabat ketimbang Sarjana MOJOK.CO

Ilustrasi - Di Rembang, TKI lebih bermartabat ketimbang sarjana. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang mahasiswa tukang tidur di sebuah kampus negeri di Semarang, Jawa Tengah membalikkan prediksi-prediksi buruk dari beberapa guru SMA-nya dulu. Ia adalah Sandi* (26), bukan nama sebenarnya.

Dari informasi yang saya dapat, konon sulit sekali untuk menghubungi Sandi. Sebab, di Semarang ia menjadi staf muda salah seorang politisi. Oleh karena itu, dengar-dengar ia pasti akan sangat-sangat lama merespons pesan-pesan pendek atau panggilan yang menurutnya tidak masuk dalam kategori penting.

Iklan

Sekalipun pesan yang masuk adalah dari teman-teman lamanya sendiri. Hanya beberapa teman yang benar-benar masuk dalam lingkarannya lah yang bisa leluasa mengirim pesan atau meneleponnya.

Berbekal informasi tersebut, saya sebenarnya agak gamang untuk menghubungi si mahasiswa tukang tidur tersebut. Namun, cerita perjalanan Sandi dari masa SMA hingga menjadi sosok seperti sekarang ini membuat saya gatal untuk menguliknya sendiri dari yang bersangkutan.

Maka, dengan tanpa berharap lebih, saya pun mengirim pesan singkat pada Sandi pada Minggu, (31/3/2024) malam. Tapi siapa nyana, tak berjarak lama dari pesan yang saya kirim, Sandi justru membalasnya dengan antusias. Ia malah bersemangat untuk meluapkan segala uneg-unegnya perihal masa lalunya kepada saya.

“Aku posisi di Semarang, lagi slow juga, jadi santai saja,” ujar Sandi melalui telepon.

Anak guru yang dicap goblok

Sebelum menjadi sarjana Ilmu Politik, Sandi mengenyam pendidikan menengah atas di sebuah SMA di Magelang, Jawa Tengah. Sandi sendiri mengakui bahwa ia merupakan siswa yang sangat lemot dalam menangkap beberapa mata pelajaran, utamanya yang berkaitan dengan hitung-hitungan.

Itulah yang kemudian membuatnya mendapat cap siswa goblok dari beberapa guru dan teman kelasnya sendiri. Ya seperti yang jamak diketahui, guru-guru di Indonesia umumnya menganggap seorang siswa goblok hanya karena ia minus dalam mata pelajaran eksakta.

Padahal, misalnya ada siswa yang minus di bidang eksakta tapi mumpuni dalam bidang olahraga, itu pun juga masuk kategori pintar. Alhasil, tak jarang Sandi menjadi bahan tertawaan ketika plonga-plonga saat diminta guru Matematika atau Fisika untuk maju mengerjakan soal di papan tulis.

“Apalagi ada beban aku anak guru. Biasa lah, kalau anak guru kan tuntutannya harus pintar segalanya,” ungkap mahasiswa Ilmu Politik di kampus Semarang angkatan 2017 berjuluk mahasiswa tukang tidur tersebut.

Ibu Sandi seorang guru sejarah di sebuah SMA di Magelang. Tapi beda sekolah dengan yang Sandi tempati. Sementara bapaknya adalah guru Bahasa Indonesia di sebuah SMP.

Meski tak pernah masuk peringkat 10 besar di kelas, dari SMP hingga SMA, orang tua Sandi memang tak pernah mempermasalahkan. Sebab, menurut Sandi, orang tuanya itu tahu bahwa Sandi memiliki potensi lain.

Tukang tidur di SMA yang diremehkan

Mendapat cap anak guru yang goblok bukanlah satu-satunya serangan verbal yang Sandi terima semasa SMA. Sarjana Ilmu Politik PTN Semarang tersebut mengaku juga kerap diremehkan oleh beberapa guru dan teman sekelasnya.

Hal tersebut menyusul kebiasaan buruk Sandi yang jadi tukang tidur di kelas, terutama di mapel-mapel eksakta, entah Matematika, Kimia, atau Fisika.

“Harusnya emang aku lebih cocok masuk IPS, tapi nggak tahu dulu ngasal aja pilih IPA,” kata Sandi.

“Orang kok tidur terus di kelas, mau jadi apa kamu nanti?”

“Orang tuamu kan guru, kamu nggak pernah dinasihatin po di rumah?”

“Mbok yang niat kalau sekolah, masa depanmu nanti loh gimana?”

Iklan

Demikianlah kira-kira serangan verbal yang kerap Sandi terima dari beberapa guru dan teman di SMA-nya itu. Sakit hati? Jelas. Tapi saat itu Sandi hanya bisa memendamnya dalam-dalam. Sampai akhirnya ia kuliah di jurusan Ilmu Politik di sebuah kampus negeri di Semarang pada 2017.

Sandi memang mengaku menaruh minat besar pada dunia politik. Itulah kenapa ia memilih jurusan Ilmu Politik saat mendaftar SBMPTN (sekarang SNBT).

“Daftar SNMPTN (sekarang SNBP) nggak lolos. Karena kan emang agak sulit ya SMA jurusan IPA tapi pas kuliah ambil IPS. Tapi syukurnya kok SBMPTN lolos,” beber Sandi.

Mahasiswa tukang tidur lulus Cumlaude

Di masa kuliah di Ilmu Politik di PTN Semarang tersebut, Sandi memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mengembangkan minatnya di dunia politik: mengimbangi antara urusan akademik dan organisasi. Ya meskipun tak jarang pula ia menjadi mahasiswa tukang tidur: tertidur di kelas saat mata kuliah tertentu.

Ada sekian organisasi kampus yang Sandi ikuti. Baik organisasi intra maupun organisasi ekstra berbasis pergerakan. Sandi pun bahkan sampai menduduki jabatan-jabatan penting di beberapa organisasi yang ia ikuti tersebut.

“Dari situlah kemudian punya akses ke beberapa orang penting, termasuk ke politisi yang sekarang aku gabung jadi stafnya,” ungkap Sandi.

Sandi sendiri lulus sebagai sarjana Ilmu Politik di kampus Semarang tersebut pada 2021 dengan predikat Cumlaude. Setelah lulus, awalnya ia bekerja di sebuah perusahaan media massa di Semarang, sambil mencoba membuka jalan untuk berkiprah di dunia politik,

Hingga kemudian, tekadnya yang besar itu membawanya berkenalan dengan baik dengan seorang staf dari politisi di Semarang tersebut. Lambat laun, per awal tahun 2022, Sandi pun ditarik menjadi salah satu staf politisi di Semarang itu.

Baca halaman selanjutnya…

Orang-orang yang meremehkan ngemis-ngemis kerja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 April 2024 oleh

Tags: ilmu politikjurusan ilmu politikkampus di semarangmahasiswa semarangmahasiswa tukang tidurpilihan redaksiptn di semarangsarjana ilmu politikSemarangtukang tidur di kelas
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.