Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pengakuan Joki Skripsi UGM: Dapat Puluhan Juta dari Mahasiswa Saintek, Tapi Selalu Menolak Klien Jurusan Filsafat

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Juli 2024
A A
Alasan Joki Skripsi UGM Ogah Dapat Klien Jurusan Filsafat.MOJOK.CO

Ilustrasi Alasan Joki Skripsi UGM Ogah Dapat Klien Jurusan Filsafat (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Jogja, joki skripsi amat menjamur. Mahasiswa UGM, kebanyakan adalah para aktor di balik layarnya. Namun, ada beberapa alasan mengapa mereka menolak klien-klien dari Jurusan Filsafat, meski gas-gas aja buat mengerjakan skripsi anak saintek–yang katanya lebih sulit.

***

Diskursus mengenai joki skripsi memang kembali memanas baru-baru ini. Muaranya adalah video seorang influencer pendidikan yang angkat bicara soal praktik perjokian di ranah akademik yang semakin dinormalisasi.

Joki 🫦 pic.twitter.com/BmFRyOHBC9

— Abigail (@abigailimuriaa) July 20, 2024


Opini publik pun terbelah. Ada yang pro dengan pernyataan sang influencer, tapi tak sedikit juga juga yang kontra.

Dari opini yang terbelah, yang mengejutkan adalah, ada banyak joki skripsi pada akhirnya turun gunung. Mereka ikut berkomentar dan meramaikan perbincangan di media sosial. Tak sedikit mengaku “mata pencaharian” mereka jadi terancam gara-gara statement influencer tersebut.

Namun, berbicara soal joki skripsi, sebenarnya ini bukanlah fenomena baru. Di dunia pendidikan, ia adalah fenomena gunung es: hanya nampak ujungnya saja, tapi praktiknya di lapangan sangat menjamur.

Mojok sendiri pernah beberapa kali menuliskan cerita dari para joki. Baik itu para joki skripsi, tugas, maupun tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Ada yang sudah tobat. Ada juga yang masih tipis-tipis menerima orderan. Namun, tak sedikit juga yang masih aktif menjoki dan meluluskan banyak mahasiswa tiap tahunnya. Terutama di UGM.

Sudah meluluskan banyak orang, meski dirinya sendiri DO

Baron* (27) salah satu joki skripsi yang pernah Mojok temui, telah beroperasi sejak 2019. Awalnya, ia hanyalah joki tugas kuliah. Namun, di masa pandemi Covid-19, levelnya naik menjadi tukang mengerjakan skripsi mahasiswa lain.

Sepanjang karier menjoki, mahasiswa UGM ini sudah meluluskan banyak orang. Rata-rata adalah mahasiswa se-kampusnya.

“Aku lupa berapa tepatnya. Yang jelas, sekali angkut [mengerjakan] bisa lebih dari satu klien, dikelarin selama 4-6 bulan,” jelasnya tatkala ditemui Mojok, Senin (12/2/2024) lalu. “Ya, kali dihitung setahun mungkin ada 2-3 orang yang aku lulusin,” imbuhnya.

Artinya, selama hampir 4 tahun menjadi joki skripsi, ada 10 lebih mahasiswa yang sudah dia luluskan. Mungkin jumlahnya kini sudah bertambah lagi. 

Uniknya, meski berhasil meluluskan mahasiswa UGM lain, Baron sendiri malah drop out (DO). Sejak pertama masuk UGM pada 2016 lalu, waktu perkuliahannya habis buat menggeluti dunia hitam itu.

Alhasil, pada 2023 lalu masa studinya sudah mentok di 14 semester. Kenyataan DO pun harus ia terima. “Bagiku, selama orderan [joki skripsi] lancar, nggak ada masalah sama putus kuliah,” ungkapnya.

Iklan

Dapat puluhan juta dari joki skripsi

Ada alasan kuat mengapa Baron kekeuh menggeluti dunia joki skripsi dan mengabaikan studinya. Baginya, mendapatkan uang adalah nomor satu. Apalagi, perputaran cuan di joki skripsi tidak sedikit.

Untuk sekali menyelesaikan tugas akhir klien, rata-rata tarif yang dipatok Baron amat beragam. Paling kecil, ia mematok harga Rp5 juta untuk skripsi dengan tema-tema mudah dan pengerjaannya cepat.

Namun, ada juga skripsi yang dihargai Rp8-10 juta. Biasanya ini adalah skripsi-skripsi dari mahasiswa saintek, tema-tema susah, atau yang butuh banyak konsultasi antara joki dan klien.

“Kalau ditanya sudah dapat apa dari menjoki, ya aku jawab sudah dapat semuanya,” kata mahasiswa UGM ini.

“Nggak menyesal, dan nggak minder walaupun kuliah tak selesai. Toh, kalau indikator kesuksesan kuliah itu diukur pakai skripsi, aku dah bikin puluhan, Bro.”

Selalu menolak klien dari Jurusan Filsafat

Satu lagi hal unik dari praktik perjokian Baron: ia selalu menolak klien dari Jurusan Filsafat. 

Joki skripsi ini mengaku, dari banyak klien yang ia luluskan, tak sedikit yang punya topik-topik sulit. Pengambilan datanya pun juga penuh effort, sehingga tak jarang dia minta tarif tambahan. Tak sedikit juga kliennya yang merupakan mahasiswa UGM jurusan saintek.

“Bukannya nggak ada tawaran, ya, malah ada banyak calon klien itu mahasiswa Filsafat UGM,” kata joki skripsi ini.

“Tapi nggak tahu kenapa, selalu aku tolak. Jawaban bercandanya, ‘anjir! masuk Filsafat UGM itu gampang, goblok banget mau skripsian pakai joki. Tapi aslinya jawaban serius, ‘skripsian filsafat itu susah, anjing!,” tegasnya.

Menurut Baron, ada banyak istilah di filsafat yang unik dan cuma ada di rumpun ilmu tersebut. Istilah-istilah tersebut sangat tricky, dan jika sang mahasiswa tak memahami konteks, ia hanya bakal kebingungan sendiri.

“Kalau jokinya sistem beli lepas, artinya klien terima jadi aja tanpa konsultasi tambahan, ya mereka bakal bingung sama skripsinya sendirinya. Daripada mempersulit, mending nggak usah sekalian,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Cerita Para Sarjana yang Dihajar Kerasnya Jakarta: Ijazah Tak Laku Buat Lamar Kerja Sampai Kerap Ditipu Loker Gadungan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2024 oleh

Tags: filsafat. jurusan filsafat ugmjasa joki skripsijoki skripsijoki skripsi ugmjurusan filsafatmahasiswa ugmpilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO
Catatan

Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata

9 Februari 2026
Media pers online harusnya tidak anxiety pada AI dan algoritma. Jurnalisme tidak akan mati MOJOK.CO
Tajuk

Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 

9 Februari 2026
Open To Work.MOJOK.co
Sehari-hari

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.