Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Rela Datang Jauh dari Aceh hingga Samarinda untuk Seleksi Beasiswa Sepak Bola UMY

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
22 Juli 2024
A A
sepak bola UMY.MOJOK.CO

Ilustrasi beasiswa sepak bola UMY (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan Beasiswa Sepak Bola. Calon mahasiswa dengan talenta menggocek si kulit bundar bisa kuliah gratis.

Peluncuran program Beasiswa Sepak Bola UMY diluncurkan pada Senin (22/7/2024) di Lapangan Akademik Sepak Bola UMY. Total, ada 17 calon penerima beasiswa yang mengikti seleksi pada hari pertama.

Peserta yang mengikuti seleksi ternyata tidak hanya datang dari wilayah sekitar Jogja. Ada yang dari Medan, Jakarta, Samarinda, hingga Aceh. Latar belakang sekolahnya pun beragam. Namun, sama-sama memiliki tekad untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Prof. M. Faris Al-Fadhat, S.IP., M.A., Ph.D mengatakan launching beasiswa tersebut akan dilanjutkan dengan seleksi selama dua hari sampai besok Selasa (23/7).  Nantinya, seleksi akan menitikberatkan pada skil individu dan kelompok.

“Harapan kita ini akan memperkuat tim Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW) UMY yang nantinya bisa masuk ke liga regional maupun nasional dan kami memberi dukungan penuh talenta-talenta muda yang akan bergabung dengan UMY,” ungkap Faris.

Sementara itu, Kepala Pelatih PSHW UMY, Nopendi, optimis adanya beasiswa ini dapat membantu menambah kehadiran juru gedor baru bagi timnya. Apalagi, PSHW UMY akan mengarungi Liga 3 Regional dan Nasional.

“Antusiasme yang luar biasa, suatu kebanggaan bisa menggelar beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi di bidang sepak bola,” terang Nopendi.

Perlu seimbangkan perkuliahan dan kegiatan sepak bola di UMY

Rektor UMY, Prof Dr Ir Gunawan Budianto berharap bahwa para mahasiswa yang masuk lewat jalur Beasiswa Sepak Bola nantinya bisa menyeimbangkan antara kegiatan perkuliahan dan sepak bola. Ia berkomitmen akan terus menghadirkan beasiswa ini.

“Walaupun nanti kalian lolos dan menjadi mahasiswa UMY, harus tetap seimbang antara perkuliahan dan sepak bola. Meskipun yang mengantarkan kuliah kalian adalah sepak bola tetapi harus tetap setara dengan perkuliahan yang dijalani. Kemudian event ini akan diadakan berulang setiap tahunnya untuk mencari dan mencetak bibit atlet sepak bola terbaik” jelas Gunawan.

Hal ini serupa dengan apa yang disampaikan oleh Muhammad Muthi Dzulkarnaen salah satu peserta seleksi Beasiswa Sepak Bola UMY dari Jakarta, ia mengatakan mengetahui beasiswa ini dari sosial media dan berambisi untuk lolos menjadi mahasiswa UMY selain karena dukungan sepak bola tetapi pendidikan juga harus diperhatikan.

“Tahu beasiswa ini dari Instagram. Pada saat itu lagi buka-buka Instagram terus liat beasiswa ini di Instagram terus saya coba-coba daftar. Saya merasa senang, sudah jauh-jauh dari Jakarta mau berjuang disini, saya mau berusaha semoga saya dapat yang terbaik hasilnya. Motivasi saya, karena di UMY ini menekankan agar seimbang untuk mahasiswa yang bermain bola nya bagus tapi pendidikannya juga harus bagus jadi seimbang dan tetap setara,” kata Dzulkarnaen.

Muhammadiyah dan sepak bola

Beasiswa ini menjadi salah satu gambaran perhatian Muhammadiyah terhadap sepak bola. Pasalnya, dalam sejarah, organisasi Islam ini memang punya peran besar dalam perkembangan persepakbolaan tanah air.

Dulu, Abdul Hamid, santri K. H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, adalah salah satu tokoh penting yang membidani lahirnya PSSI bersama Ir. Soeratin Sosrosoegondo dan para perintis awal sepakbola Indonesia.

Abdul Hamid juga menjadi tokoh penting lahirnya Persatuan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM). Beliau pernah menjabat sebagai ketua. Selain menjadi pendorong lahirnya klub dan federasi, beliau pernah aktif sebagai pesepak bola. Beliau memperkuat Persatuan Sepakbola Hizbul Wathan (PS Hizbul Wathan) di Yogyakarta.

Iklan

Bahkan, juga Abdul Hamid aktif di Padvinder (Kepanduan) Muhammadiyah yang menjadi cikal bakal PS Hizbul Wathan. Saat ini, PS PS Hizbul Wathan dikelola oleh UMY dan menggunakan nama PS HW UMY. Saat ini, mereka bermain di Liga 3.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Perjuangan Mahasiswa S3 UMY Tetap Kuliah Online Saat Resepsi Nikah, Awalnya Datang ke Jogja Modal “Dengkul”

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2024 oleh

Tags: beasiswa sepak bola umybeasiswa umyUMY
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO
Sekolahan

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
KKN UMY Tidak Hanya Bisa Bikin Papan Nama MOJOK.CO
Esai

Mahasiswa UMY Atasi Sampah di Laut Wakatobi dengan Stove Rocket, Bukti KKN Tidak Hanya Bikin Papan Nama

6 Oktober 2025
beasiswa umy untuk dokter gigi.MOJOK.CO
Pendidikan

UMY Berikan Beasiswa 6,3 Miliar Untuk 5 Mahasiswa Baru Dokter dan Dokter Gigi, Perkuat Dakwah Lewat Layanan Kesehatan

20 Agustus 2024
Kuliah di Jogja ngekos meski rumah dekat.MOJOK.CO
Kampus

5 Alasan Para Mahasiswa yang Kuliah di Jogja Pilih Ngekos padahal Jarak dengan Rumah Cuma 30 Menit

14 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.