Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Nasib Ironis Mahasiswa UGM Jadi Joki Skripsi, Udah Lulusin Banyak Orang tapi Dirinya Malah Enggak Lulus-Lulus

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
19 Februari 2024
A A
Alasan Joki Skripsi UGM Ogah Dapat Klien Jurusan Filsafat.MOJOK.CO

Ilustrasi Alasan Joki Skripsi UGM Ogah Dapat Klien Jurusan Filsafat (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Joki skripsi umumnya menjadi penyelamat terakhir mahasiswa yang kesulitan untuk lulus kuliah. Namun, bagaimana kalau jokinya sendiri malah enggak lulus-lulus? Inilah yang dialami oleh mahasiswa UGM.

Ada banyak kenalan saya yang bekerja sebagai joki skripsi. Dari penghasilan menjoki tugas akhir mahasiswa itu, banyak di antara mereka sudah mencapai banyak hal.

Ada yang bisa lanjut S2 dari duit menjoki, bahkan sebentar lagi lulus. Ada yang memilih berhenti dan mencari pekerjaan lain. Dan, tak sedikit juga yang memilih lanjut pada profesinya, bahkan berjejaring sesama joki.

Nasib ironis justru dialami kawan saya, sebut saja Baron (27). Sepanjang karier menjokinya, ia sudah berhasil meluluskan banyak mahasiswa. Namun, ia sendiri malah enggak lulus-lulus. Di masa senjanya di kampus, Baron bahkan memilih berhenti kuliah.

Seorang joki skripsi aktif

Hari itu, Baron sedang senggang. Saat saya menghubungi nomor Whatsapp-nya, ternyata hanya centang satu yang saya dapat. Untungnya, ia masih aktif di Instagram. Tak lama setelah saya mengirimnya sebuah pesan, ia langsung membalasnya.

“Sedang nyantai aja. Gas kalau mau ngopi,” kata Baron, Senin (12/2/2024) sore, menerima ajakan saya untuk bertemu.

Baron sendiri merupakan joki skripsi aktif. Saya sebut aktif lantaran orderan menjokinya yang begitu banyak. Saat kami bertemu saja, Baron mengatakan kalau ia sedang mengerjakan dua skripsi mahasiswa.

“Dan orderan beberapa jurnal,” sambungnya.

Lelaki asal Jakarta ini pernah berkuliah di Universitas Gajah Mada. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2016. Sebelum di UGM, ia pernah berkuliah dua semester di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

“Di Solo ngisi waktu aja sih daripada enggak kuliah, soalnya waktu itu ditolak UGM,” ujarnya, menjelaskan alasannya pindah dari UNS ke UGM.

Awalnya diburu banyak mahasiswa karena murah

Perkenalan saya dengan eks mahasiswa UGM itu terjadi akhir 2020 lalu. Kala itu, namanya sempat “harum” di kalangan anak-anak UNY. Kawan-kawan saya di UNY nyatanya memang tak sedikit yang sudah menggunakan jasa Baron. Kalau menurut beberapa testimoni, sih, karena harganya murah.

Baron bercerita, dirinya mulai menjoki sejak 2019. Awalnya, dia hanya iseng dia bantu-bantu pekerjaan kawan kosnya yang juga seorang joki. Mereka berdua sama-sama mahasiswa UGM saat itu.

“Kalau ada tugas kuliah receh-receh lah, bikin artikel atau soal UAS, dia nyuruh aku aja yang ngerjain. Duit juga ke aku semua,” katanya.

Lama-lama, Baron malah ketagihan. Karena ternyata sanggup mengerjakan secara cepat dan baik, kawan kosnya itu memberi beberapa kontak pelanggan yang sedang order tugas kuliah. 

“Katanya aku suruh nego-negoan sendiri. Kalau lewat dia terus, ribet komunikasinya,” lanjutnya..

Namun, karena belum tahu harga, Baron memberi harga yang jauh di bawah pasaran. Faktor inilah yang menurutnya bikin beberapa pelanggan merekomendasi namanya ke mahasiswa lain.

“Ya jadi kenal aja gitu. Hampir tiap ada tugas kuliah aku yang ngerjain. Rp50 ribuan per tugas, kadang malah di bawah itu.”

Mahasiswa UGM mulai berani merambah skripsi saat seniornya pensiun

Baron pertama kali mendapat order mengerjakan skripsi pada 2022 lalu. Klien joki skripsi pertamanya pun adalah pelanggan setia yang selama ini order tugas-tugas kuliah ke dia.

Iklan

Ia ingat betul, awalnya pelanggannya itu meminta seniornya untuk mengerjakan skripsinya. Namun, sang senior menolaknya karena sedang fokus dengan studi S2-nya.

“Akhirnya aku yang dia suruh ambil. Apa ya, mungkin faktor kepercayaan aja karena selama ini aku kan handle tiap tugas kuliahnya,” ujarnya, menerka alasan sang pelanggan mempercayakan skripsinya pada Baron.

Awalnya Baron sempat ragu. Mau bagaimana pun, mahasiswa UGM ini belum punya pengalaman mengerjakan skripsi. Tugas akhirnya sendiri saja baru mentok di proposal.

Namun, ketika melihat besaran uang yang pelanggannya tawarkan, Baron seolah tak bisa menolak. Alhasil, ia pun memilih mengerjakan skripsi pelanggannya dan menelantarkan skripsinya sendiri.

“Rp8,5 juta all in sampai selesai. Gimana aku bisa nolak coba?,” katanya sambil terus menyembulkan asap Gudang Garam Signature yang terus ia isap.

Mengerjakan skripsi orang lain tanpa halangan meski tak ada pengalaman

Baron mengerjakan skripsi klien pertamanya itu tanpa hambatan. Waktu yang ia butuhkan pun cenderung pendek. 

“Enggak sampai 4 bulan udah selesai. Ketolong data dia yang udah lengkap juga kali ya.”

Nasib Ironis Joki Skripsi UGM: Udah Lulusin Banyak Orang, tapi Dirinya Malah Enggak Lulus-Lulus.mojok.co
Ilustrasi mengerjakan setiap skripsi tanpa hambatan meskipun tak ada pengalaman mengerjakannya (dok. Staiku Transformtion College)

Sepanjang menjoki skripsi kliennya itu, banyak hal enak juga ia dapat. Misalnya, ketika ketemuan buat konsultasi, kliennya itu selalu mentraktir mahasiswa UGM makan. Terkadang uang pulsanya juga sudah ditanggung, di luar biaya pengerjaan Rp8,5 juta itu.

“Klien yang itu emang tajir, sih. Cuma ada berapa orang sih yang tajir tapi juga baik orangnya?,” kata Baron, memuji kliennya itu.

Namanya masuk daftar ucapan terima kasih di skripsi klien

Selama proses pengerjaan skripsi itu, Baron mengaku kalau hubungannya dengan sang klien semakin akrab. Setelah skripsi selesai pun mereka masih sering bertemu dan nongkrong.

“Udah jadi teman lah. Statusnya bukan klien lagi. Sampai sekarang masih temenan,” kata Baron.

Lebih mengherankan lagi, nama Baron juga dimasukkan dalam daftar ucapan terima kasih di skripsi. Kata dia, “ucapan terima kasih saya sampaikan atas bantuan konsultasi”, yang tentu bikin Baron tertawa terpingkal-pingkal.

“Awalnya dia chat, ‘namamu kumasukin ke skripsiku’. Aku kira bercanda aja. Tapi dia kirim fotonya ternyata beneran.”

Saat wisuda pun Baron juga hadir sebagai teman. Seolah-olah tak terjadi apa-apa. Padahal di antara orang tua dan teman kliennya yang datang itu, nyelip satu orang yang paling berkontribusi dalam kelulusannya.

Mahasiswa UGM ini memutuskan berhenti kuliah

Selama bergelut di dunia joki skripsi, total Baron telah meluluskan delapan orang. Mahasiswa yang ia luluskan amat beragam, ada yang dari UGM, UNY, dan beberapa kampus swasta.

“Mungkin reputasi kali, ya. Udah ada rekam jejak lulusin orang jadi pada percaya aja minta bantuanku, padahal aku sendiri belum lulus waktu itu,” kata Baron, mengira-ngira alasan klien percaya padanya.

Sayangnya, kehidupan kuliah tak seindah karier menjokinya. Meski sudah meluluskan delapan orang, ia sendiri malah kesulitan buat mengerjakan skripsinya sendiri. “Terlalu sibuk ngerjain skripsi orang sih,” katanya.

Baron sendiri juga sudah mengundurkan diri dari UGM. Kini, ia belum punya rencana apakah akan mendaftar ke kampus lain atau melebarkan sayap kariernya.

“Kalau DO ‘kan takutnya ada rekam jejak buruk, jadi sebelum DO mending ngundurin diri,” katanya. “Sekarang lanjutin hidup dulu aja, ada banyak mahasiswa yang harus segera aku lulusin,” tutupnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Pengakuan Sarjana Modal Joki Skripsi, Wisuda Bareng Orang Tua Tetap Bangga Tanpa Penyesalan Sama Sekali

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2024 oleh

Tags: Jogjajoki skripisiMahasiswapilihan redaksiskripsiUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026
Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang MOJOK.CO

Susahnya Mahasiswa di Kampus Tanpa Working Space 24 Jam: Nugas di Kos Burnout, Ke Coffee Shop Tak Punya Uang

12 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.