Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, InJourney Destination Management (IDM) menebar beragam promo tiket khusus dan program interaktif bagi wisatawan di kawasan Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada awal September ini.
Langkah ini menjadi strategi pengelola untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan apresiasi langsung kepada para pengunjung destinasi warisan budaya Nusantara.
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menyatakan bahwa perayaan ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan kunjungan yang lebih membekas di hati publik. Mengusung kampanye “Setiap Jejak Penuh Makna”, IDM berupaya mengubah orientasi kunjungan dari sekadar rekreasi menjadi perjalanan kultural yang personal dan berkelanjutan.
“Setiap langkah pengunjung bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi bagian dari perjalanan menikmati warisan budaya Indonesia dengan rasa nyaman, hangat, dan penuh makna,” tegas Gistang dalam keterangan tertulisnya kepada Mojok, Sabtu (5/9/2026).
Daftar promo di Hari Pelanggan Nasional
Sebagai wujud apresiasi konkret, IDM memberlakukan potongan harga tiket masuk secara serentak. Rincian Promo Hari Pelanggan Nasional adalah sebagai berikut:
#1 Diskon 15 Persen:
Berlaku untuk tiket masuk pelataran Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko, khusus bagi wisatawan domestik usia dewasa pada kunjungan 4 September 2026.
#2 Diskon 10 Persen:
Diberikan untuk tiket naik struktur Candi Borobudur khusus pada sesi 4, 5, dan 6 bagi wisatawan domestik dewasa di tanggal 4 September 2026. Pembelian tiket promo kawasan candi ini harus dilakukan melalui situs resmi ticket.injourneydestination.id.
#3 Diskon 20 Persen:
Berlaku untuk paket bundling di TMII, yang mencakup tiket masuk TMII, tiket kereta gantung, dan tiket kendaraan bermotor. Promo ini berlangsung lebih panjang, yakni 4–6 September 2026, dengan kuota terbatas dan tidak dapat digabungkan dengan promo lain.
Launching Layang Swara dan gamifikasi Wayang Hunt
Selain insentif tarif masuk, pengelola turut meluncurkan instalasi Layang Swara, yakni sebuah bilik telepon khusus bagi wisatawan untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan cerita secara langsung. Gistang menyebut masukan dari bilik ini akan menjadi dasar otentik untuk penyempurnaan kualitas layanan IDM ke depannya.
Pada hari puncak perayaan, manajemen IDM akan menerjunkan Duta Pelanggan untuk menyambut sepuluh pengunjung pertama di tiap kawasan. Duta ini bertugas memberikan pendampingan eksklusif berupa rekomendasi tur, interaksi budaya, hingga panduan titik foto terbaik.
Pengalaman ini ditunjang dengan pemanjaan lima indra wisatawan, meliputi tata ruang visual yang estetik, alunan musik tradisional yang harmoni dengan alam, suguhan ragam kuliner autentik lokal, interaksi fisik, hingga paparan aroma rempah dan herbal segar di area destinasi.
Demi mendorong keterlibatan pengunjung secara masif, IDM menginisiasi program gamifikasi bertajuk Wayang Hunt. Program ini menantang pengunjung untuk mengeksplorasi titik-titik lokasi (touchpoint) yang mungkin sebelumnya luput dari rencana kunjungan demi mengumpulkan ragam suvenir wayang. Pengunjung yang berhasil melengkapi seluruh set koleksi berhak menukarkannya dengan hadiah tumbler eksklusif.
“Wayang sebagai elemen utama permainan ini memberikan dimensi budaya dan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang interaktif, ringan, serta relevan bagi pengunjung,” jelas Gistang.
Penukaran hadiah dibuka mulai pukul 14.00 WIB hingga batas akhir waktu operasional di lokasi yang telah ditetapkan: area exit drop-off untuk Candi Borobudur, Merch Store di Candi Prambanan, Andrawina Resto di Ratu Boko, dan Rama Shinta Garden Resto untuk kawasan Teater & Pentas.
Sementara itu, perburuan Wayang Hunt disebar merata di seluruh destinasi. Di Candi Borobudur, pengunjung dapat mencarinya di bilik Layang Swara, Pamong Naik Candi, Museum Karmawibhangga, Resto Witarka, dan area sewa skuter.
Di kawasan Prambanan, titik pencarian mencakup Zona I, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Bagi pengunjung Keraton Ratu Boko, wayang tersebar di area Giant Font, Zona 1, dan titik tunggu shuttle.
Melalui perpaduan diskon dan eksplorasi interaktif ini, wisatawan tidak sekadar menjadi pengunjung pasif, tetapi turut membawa pulang kisah berharga dari kekayaan warisan Nusantara.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
