Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Nyaring Panci Ibu-ibu di Jogja Memprotes MBG: Menu Tak Enak, Racuni Anak, dan Bikin Repot Guru

Khatibul Azizy Alfairuz oleh Khatibul Azizy Alfairuz
26 September 2025
A A
Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis MOJOK.CO

Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sekitar 200-an ibu yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia menggelar aksi damai pada Jumat (26/06/2025) sore di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja. Mereka menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara, menyusul rentetan kasus keracunan massal yang justru muncul dari program yang mestinya bikin sehat itu.

Kasus terbaru terjadi di Bandung Barat. Puluhan siswa SMK Karya Perjuangan Cipongkor pada (24/09/2025) dilaporkan mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga lemas setelah menyantap paket MBG.

Iklan

Jumlah korban kian bertambah hingga lebih dari 1.000 pelajar. Sebagian bahkan harus dirawat intensif. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sampai menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dentuman panci di Bundaran UGM Jogja

Di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM),Jogja, para ibu dari kalangan aktivis, pegiat sosial, hingga akademisi. Mereka membawa panci dan poster kritik, membunyikannya bersahut-sahutan sejak pukul 16.00 sampai 18.00 WIB.

Dentuman panci tak berhenti dibunyikan sepanjang aksi. Suaranya bersahut-sahutan, bercampur dengan teriakan tuntutan agar program MBG dihentikan.

Di antara kelimun ibu-ibu itu, dibentangkan poster-poster sederhana tapi dengan pesan kelewat penting: “Stop MBG sekarang juga”, “Masakan ibuku lebih enak”, “Guru itu tugasnya mengajar bukan nyinom dadakan”, “kembalikan daulat pangan ke dapur ibu”, “6.618 Bukan Sekedar Angka. 6.618 Anak telah Kau Racuni Pakai Duit Kami”.

Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis MOJOK.CO
Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

“Tata kelola yang buruk menjadi persoalan utama yang ada di sini; grusa-grusu, program yang dibuat tidak jelas, tidak ada perencanaan yang jelas. Seolah-olah yang dipakai adalah uang yang turun dari langit. Ini adalah uang rakyat,” ujar aktivis sosial, Wasingatu Zakiyah dalam orasinya.

“Yang dipakai untuk meracuni anak-anak ini adalah uang rakyat, bukan uang pejabat. Harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Maka hari ini di Jogjakarta, ibu-ibu menuntut: stop Makan Bergizi Gratis,” sambungnya.

MBG harusnya dikerjakan ahli gizi, bukan TNI

Wasingatu menambahkan, program MBG ini seharusnya dikerjakan oleh ahli gizi, bukan TNI. Selain itu, aksi tersebut juga menyoroti bahwa program MBG hanya menjadi ajang bagi-bagi jatah politik.

Hanya elite politik yang meraup untung. Sementara anak-anak justru terancam kesehatannya.

Salah seorang peserta demo, Ninik (42) ikut aksi karena rasa prihatinnya terhadap kebijakan MBG. Ibu asal Sleman ini mengatakan, baru beberapa hari yang lalu ia mendapat kabar dari kampung halaman di Kebumen kalau ada siswa di kampungnya yang keracunan MBG.

“Dengar kalau ada tetangga saya sendiri yang keracunan itu rasanya marah sama kebijakan MBG, ini yang kebijakan ngawur,” kata ibu empat anak ini. Meski keempat anaknya sekolah di sekolah non-formal dan nggak terpapar program MBG, tetap saja dia sebagai ibu merasakan kemarahan karena kebijakan yang nggak jelas.

Di tengah berbagai orasi, saya bertemu dengan Rakyan. Salah seorang siswa dari sebuah SMP di Jogja yang kebetulan sedang melihat aksi tersebut.

Ia bercerita bahwa di sekolahnya kasus makanan basi dan tidak layak makan sangat sering kali terjadi. Mulai dari ayam goreng yang basi, tahu yang asam, hingga nasi yang benyek dan berbau.

Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis MOJOK.CO
Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

MBG tak lebih enak, kasihan guru juga

Rakyan sebenarnya tidak terlalu peduli dengan program MBG, karena pada akhirnya ia pun tetap akan makan siang sendiri dan bahkan bisa jauh lebih sehat karena makanan tersebut segar.

Namun, ia berpendapat bahwa program MBG sebaiknya dihentikan karena lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya. Yang paling ia soroti, ia sangat prihatin terhadap guru-guru di berbagai sekolah yang justru sangat direpotkan karena harus mengurusi urusan MBG di samping mengajar dan mengurus administrasi.

“Kasihan guru-guru juga, Mas, harus ngurus makan juga. Kadang bahkan mengganggu pelajaran di kelas. Meskipun memang ada petugas yang mengurus makan itu, tapi kebanyakan ya masih mengandalkan guru-guru. Saya kasihan,” jelas Rakyan.

Hentikan saja!

Pandangan Rakyan yang mewakili keresahan di tingkat siswa dan guru itu sejalan dengan apa yang disuarakan para ibu dalam aksi di Bundaran UGM itu, antara lain:

Iklan
  1. Menghentikan program prioritas MBG yang sentralistik dan militeristik.
  2. Pertanggungjawaban presiden, BGN, SPPG, dan dapur penyelenggara MBG, yang menyebabkan ribuan keracunan anak-anak sepanjang Januari-September 2025.
  3. BGN membentuk tim pencari fakta mengusut kasus keracunan massal ini, menuntut transparansi pengungkapan kasus (sesuai mandat UU Kesehatan), dan memberikan hak pemulihan kepada korban.
  4. Pemerintah mengusut praktek pemburu rente dan korupsi dalam program MBG yang dibiayai negara, dan menghentikan praktek tersebut.
  5. Pengembalian peran pemenuhan gizi anak ke komunitas dan daerah.

Tulisan ini diproduksi oleh mahasiswa program Sekolah Vokasi Mojok periode Juli-September 2025. 

Penulis: Khatibul Azizy Alfairuz
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Catatan Suram Dunia Pendidikan Indonesia Kala Pemerintahnya Lebih Sibuk Mengurus Program MBG atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 30 September 2025 oleh

Tags: bundaran ugmdemo mbgJogjaMBGpanci ugmUGM
Khatibul Azizy Alfairuz

Khatibul Azizy Alfairuz

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.