Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Ilustrasi - Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Di tengah gempuran keluaran terbaru iPhone dari waktu ke waktu, hp android Samsung masih tetap jadi andalan selama 7 tahun. Godaan untuk ganti ke iPhone bukannya tidak ada. Apalagi di tongkrongan, user android rasanya terintimidasi dan terhina. Akan tetapi, memilih bertahan dengan Samsung dan hp android menjadi upaya agar tidak “terjerumus” dalam perdaya iPhone yang tidak akan ada hentinya.  

Samsung jadi hp pertama yang sudah bikin keren di lingkungan

Sebenarnya sudah sejak SMA Nasicha (25) mengenal hp android. Namun, ia menyebut, Samsung lah hp pertamanya, karena ia beli dengan sebagian hasil tabungan. Tidak sepenuhnya dibelikan orang tua sebagaimana hp sebelumnya. 

Untuk kebutuhan kuliah di Surabaya pada 2019, Nasicha membeli hp android Samsung Galaxy A50. Saat itu harganya Rp5 jutaan. Ia beli dengan separuh tabungannya sendiri dan separuh ditambahi oleh ayahnya. 

“Yang bikin tertarik waktu itu, karena kan lagi tren hp yang bodi ergonomis. Terus saat itu iklan soal hp ini kan kameranya mumpuni, buat foto-foto oke lah. Akhirnya kebeli,” ungkap Nasicha bercerita, Kamis (26/2/2026) pagi. 

Di masa itu, punya hp Samsung Galaxy A50 sudah membuat Nasicha merasa “si paling android”: merasa keren. Sebab, di lingkungan rumahnya saat itu, karena belum ada gengsi dengan iPhone, yang ada adalah adu harga dan spesifikasi android

Ketahanan hp Samsung: Makin hari makin bobrok, tapi menolak diganti merek lain

Pada masa awal kuliah, Nasicha mengaku masih penuh percaya menenteng hp android Samsung Galaxy A50 tersebut. Pertama, karena masih baru, hp Nasicha terasa masih gahar. Kedua, saat itu tingkat pengguna iPhone di lingkungan fakultasnya masih belum massif: ada, tapi tidak dominan. 

Namun, tren berganti, standar hidup—yang lebih sering mengekor pada TikTok—pun berubah. Jika dulu pengguna android bisa merasa biasa saja saat bertemu pengguna iPhone, seiring waktu (terutama pasca pandemi) demi pengakuan eksistensial, maka seseorang harus menunjukkan jumlah boba di bagian belakang hp. 

“Meski banyak teman yang ganti iPhone, aku tetap bertahan. Karena bertahun-tahun hp-ku masih bisa dipakai maksimal. Dari zaman kuliah hingga kerja, bahkan ketika bentuk fisiknya sudah bobrok,” ujar Nasicha. 

Nasicha bekerja di Sidoarjo sejak 2022. Memasuki 2023, satu persatu kerusakan terjadi pada hp android Samsung Galaxy A50-nya. 

Awalnya, gangguan terjadi pada fingerprint di layar hp yang tidak bisa difungsikan lagi. Oleh karena itu, ia harus menggunakan tombol on/off yang ada di sisi kanan hp. 

Setelahnya, tanpa sebab yang Nasicha sadari, layar hp-nya tiba-tiba bermasalah. Awalnya muncul bintik merah muda di bagian atas. Seperti penyakit, bintik itu makin hari makin membesar hingga menutup layar secara penuh. 

“Akhirnya ganti layar lah. Tapi setelah ganti, layarnya nggak balik cerah. Tapi jadi kuning kusam,” kata Nasicha. Tapi tak masalah. Secara fungsi toh masih maksimal. Untuk mobilitas masih sangat mumpuni. Meskipun setelahnya disusul kerusakan pada tombol on/off yang ambles tidak bisa dipencet. Akhirnya ya dimasukkan ke konter lagi. 

Di momen ini godaan untuk ganti hp baru mulai terpantik. Baik untuk ganti iPhone maupun ganti sesama android. Terlebih setelah belakangan ini Nasicha tahu Samsung Galaxy S26. 

Terintimidasi dan terhina di tengah tongkrongan iPhone

Dengan kondisi hp android Samsung A50-nya yang seperti itu, jelas saja Nasicha kerap merasa terintimidasi dan terhina setiap kali nongkrong. Baik nongkrong dengan teman kerja, teman semasa kuliah dulu, hingga teman-teman rumah.

“Edan, sekarang di tongkrongan mana pun pasti iPhone,” ucap Nasicha. 

Jelas Nasicha merasa terintimidasi. Pertama, tiap ada sesi foto-foto dan saling lempar iPhone siapa yang akan digunakan untuk mengambil gambar, Nasicha yang ciut. Sebab, tidak mungkin dong ia menawarkan hp-nya.

Dulu kamera hp-nya memang terkesan sudah paling oke. Tapi kini, orang jelas akan meragukan kalau sebuah momen dipotret dengan menggunakan hp android. Walaupun sebenarnya makin banyak juga hp android dengan kamera bersaing. Itu lah kenapa Nasicha juga mengaku belakangan agak melirik Samsung Galaxy S26. 

“Kedua, dalam setiap obrolan, itu pasti ada saja sesi khusus buat review iPhone masing-masing. Terus berbagi info soal iPhone serie terbaru,” kata Nasicha. 

Di antara tongkrongan Nasicha, rasa-rasanya hanya Nasicha yang tidak pernah percaya diri mengeluarkan hp di meja tongkrongan. Rasa-rasanya pula hanya dia yang tidak pernah memiliki satu pun hasil mirror selfie di cermin toilet umum. 

iPhone tidak akan berhenti memperdaya penggunanya!

Hp android Samsung Galaxy A50 Nasicha memang sudah usang dan tertinggal dari tren. Nasicha bukannya tidak tergiur untuk memiliki iPhone. Toh misalnya ada keluaran serie terbaru, harga iPhone series sebelumnya umumnya bisa menjadi rendah. 

Akan tetapi, Nasicha menolak didikte dan diperdaya iPhone. Sebab, ponsel pintar ini seperti tidak akan berhenti menjejali penggunanya dengan gengsi. 

Bagaimana tidak. Serie satu baru saja rilis di Indonesia. Eh tidak lama kemudian sudah rilis lagi serie baru secara global yang kemudian dinanti-nanti kapan bakal masuk Indonesia. 

“iPhone itu tidak hanya memperdaya cewek, tapi cowok juga loh. Aku ada teman cowok yang gila banget sama iPhone. Dia itu setiap ada keluaran baru, pasti langsung beli, terus yang serie sebelumnya langsung dijual,” beber Nasicha.

“Saat kutanya kenapa sampai segitunya? Jawaban dia: biar nggak ketinggalan, biar jadi orang paling update perihal tren iPhone. Tapi memang anak orang kaya sih,” sambungnya. 

Bahkan, saat Nasicha benar-benar tergoda dengan Samsung Galaxy S26, ia memilih bertahan dengan hp bututnya. Sepanjang masih bisa difungsikan. Kalau ada kerusakan minor masih bisa diperbaiki dengan biaya minim. Jadi tidak alasan untuk beli hp baru: sekalipun iPhone dan Samsung Galaxy S26 tampak mengedip-ngedipkan mata dan melambaikan tangan, menggoda.  

Sebab, Nasicha mengajak dirinya sendiri untuk hidup dalam fungsi. Bukan dalam gengsi dan standar hidup ala TikTok. Menuruti gengsi dan standar hidup TikTok tidak akan memberi kelegaan, tapi justru siksaan karena selalu merasa kurang. Sialnya, standar tersebut seperti tidak ada habisnya: dari zaman ke zaman selalu ada saja standar baru yang menuntut diikuti untuk memberi makan ego dan gengsi. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mahasiswa PTN Bohongi Orang Tua, Mengaku Baik-Baik Saja padahal 4 Tahun Kuliah Menderita karena HP Kentang dan Laptop Bobrok atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version