Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Maret 2026
A A
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

ilustrasi - dulu nggak suka K-Pop, kini dengarkan lagu BTS. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa orang yang awalnya tidak menyukai K-Pop atau grup musik dari Korea, kini terenyuh mendengarkan lagu-lagu dari BTS. Beberapa liriknya bahkan menjadi “obat penenang” bagi mereka yang lelah menjalani hidup. 

***

Tak bisa dipungkiri, kesuksesan BTS atau Bangtan Sonyeondan mendominasi panggung global. Mereka sukses menjadi grup Asia pertama yang menguasai tangga lagu Spotify dan Billboard Global. Tak ayal, ratusan penghargaan mereka terima termasuk kehormatan tertinggi dari Pemerintah Korea Selatan.

Meski begitu, BTS tak terhindar dari hujatan. Stigma bahwa K-Pop kerap menampilkan musik yang sudah jadi dari agensi dan hanya bermodal tampang, tanpa ikut dalam proses kreatifnya turut mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap BTS. 

Tak terkecuali Rizky (27) yang pernah berpikir demikian. Dulu, ia pikir musik K-Pop hanya modal ganteng dan joget-joget sinkron sampai bikin para perempuan teriak histeris saat menonton mereka.

Namun, stigma itu bergeser setelah ia mendalami lebih jauh lirik yang dibuat oleh BTS sendiri dan pesan yang ingin disampaikan dalam lagunya. Terutama saat mendengar pidato Kim Namjoon, leader dari BTS yang mengajak generasi muda untuk mencintai diri sendiri (kampanye lagu “Love Yourself”) di Sidang Umum PBB tahun 2018.

“Aku sadar, BTS bukan sekadar boyband tapi ‘motivator mental health’ yang menyamar jadi idol,” ucapnya saat dikonfirmasi Mojok, Senin (30/3/2026).

BTS sebagai motivator mental health

Ucapan Rizky bukan sekadar isapan jempol. BTS sebagai grup musik sekaligus motivator mental health, juga dirasakan oleh Tia (24). Perempuan asal Jakarta ini telah menyukai lagu-lagu BTS sejak kelas 2 SMA tepatnya di tahun 2018.

“Pertama kali aku kecantol mereka gara-gara dengerin ‘Fake Love’, terus di music video-nya ada yang komentar coba dengerin ‘Love Myself’ dan ternyata liriknya benar-benar nyelamatin aku dari kata menyerah dengan keadaan dan dunia,” tutur Tia.

Di album baru ARIRANG—sekaligus menandai comeback-nya BTS setelah hiatus sekitar 4 tahun, Tia mengaku suka dengan lagu “FYA” dan “Normal”. “Normal”, kata dia, membuat dirinya merasa dekat dengan rumah, apalagi bagi mereka sedang mengalami fase lelah tapi tetap dipaksa maju terus untuk menghadapi semua realita hidup.

“Walaupun aku punya ekspektasi sedikit lebih ‘wah!’ dibanding warna lagu BTS yang lebih ke era ‘Love Yourself’ series, tapi aku merasa terbayarkan setelah mereka wamil dengan album baru ini (ARIRANG), karena dikasih warna yang variatif,” tutur Tia.

Begitu pula Billqis (24) yang menyukai lagu BTS berjudul “Fly To My Room”. Apalagi saat Jimin menyanyikan bagian lirik ‘sometimes we get to know broken is beautiful’.

“Mungkin pengaruh mental state aku saat album itu rilis. Saat itu aku masih depresi dancenderung punya mental self-victimizing. Jadi, lirik itu sangat boosting buat aku yang masih me-refer diri sebagai broken soul.”

Kisah personal anggota menginspirasi anak muda

Jurnal berjudul “K-Idol BTS dan Lagu-lagunya sebagai Stimulus perilaku bagi Kaum Muda untuk Menjaga Kesehatan Mental” menjelaskan musik dapat menjadi alat untuk menyebarkan muatan pesan mengenai kesehatan mental. Hal ini terbukti dengan lagu-lagu BTS yang mengedepankan tagline: music and artist for healing. 

Iklan

Sebagai boyband yang sudah sukses dan mengglobal, perjuangan BTS di titik sekarang juga menjadi inspirasi kalangan anak muda. Bukan rahasia lagi kalau BTS lahir dari agensi yang saat itu terbilang kecil dan miskin di Korea Selatan. 

Di awal-awal kariernya, para anggota juga sering mendapatkan kritik. Namun, dari kritik itulah mereka justru mendapatkan ide atau inspirasi untuk musiknya. Tak pelak, cerita dari tiap anggotanya menjadi inspirasi alih-alih hanya mendengarkan musik mereka.

“Dulu aku juga nggak suka sama K-Pop walaupun dari zaman SD aku suka nonton drama Korea tapi aku nggak pernah dan nggak mau tau soal K-Pop, tapi setelah tahu BTS di saat hidupku lagi berat-beratnya, aku merasa bisa melewati itu semua sampai sekarang. Aku merasa hidupku berwarna lagi. Mereka adalah penyelamat hidupku,” ujar @ama*** di Threads.

“Awal mula mentalku berantakan karena pekerjaan dan percintaan, datanglah BTS. Meskipun jilat ludah sendiri, sekarang aku malah bangga jadi ARMY karena tersentuh dan termotivasi dengan karya mereka,” ujar @ang***.

“Tiap lirik punya makna yang mendalam sehingga memunculkan ikatan kuat dengan penggemar. They came into our lives in the most right timing (mereka hadir dalam hidup kita di waktu yang paling tepat).” Kata @pop***.

Pada akhirnya, kritik selalu mengiringi BTS tapi mereka juga tak menutup telinga untuk terus berkembang. Termasuk dalam proses pengerjaan album baru mereka ARIRANG yang sudah rilis pada 20 Maret 2026.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: ARIRANGARMYBTScomebackK-Popkesehatan mentalmental healthMusik
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO
Sehari-hari

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

29 Maret 2026
Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO
Sehari-hari

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan dan Vita Rilis Video Klip "Rayuanmu" yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!.MOJOK.CO
Hiburan

Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!

9 Februari 2026
“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan.MOJOK.CO
Ragam

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Realitas Pahit di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan “Dihina” Saat Kumpul Keluarga. MOJOK.CO

Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga

27 Maret 2026
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

26 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli

29 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.