In this economy, mengajak pasangan berkencan kadang lebih bikin pusing daripada menentukan mau makan apa. Untungnya, lima taman di Jogja ini bisa menjadi tempat kencan murah meriah tanpa harus mengorbankan romantisme.
***
Belakangan, saya cukup sering mendengar keluhan Edo (24) mengenai kondisi ekonomi saat ini. Setiap kali kami mengobrol, ada saja hal yang membuatnya mengelus dada, mulai dari harga kebutuhan sehari-hari hingga pengeluaran kecil yang kalau dikumpulkan ternyata cukup bikin rekening megap-megap.
Salah satu persoalan yang belakangan ikut dipikirkannya adalah urusan mencari tempat kencan. Edo bukannya tidak ingin mengajak pasangannya jalan-jalan. Hanya saja, ia mulai merasa perlu mempertimbangkan ulang anggaran setiap kali hendak merencanakan agenda berdua.
“Sekarang menentukan tempat kencan saja sudah sulit, mas. Mau yang agak fancy tapi nanti pasti langsung boncos. Rasanya mending nyari yang tempat sederhana tapi tetap romantis saja, sih,” ujar Edo pada Sabtu, (31/10/2026).
Obrolan kami kemudian mengarah pada satu kesimpulan sederhana: kencan tidak melulu harus dilakukan di restoran mahal, coffee shop estetik, atau tempat wisata yang tiket masuknya menguras tabungan. Ada banyak taman di Jogja yang bisa menjadi alternatif tempat kencan dengan aktivitas sederhana, tetapi tetap menyenangkan.
Berikut lima rekomendasi taman di Jogja yang bisa dipertimbangkan ketika ingin mengajak pasangan berkencan tanpa harus membuat dompet menangis.
1. Embung Langensari, menikmati senja bersama pasangan
Kalau pasanganmu menyukai suasana sore, Embung Langensari di kawasan Klitren, Gondokusuman, bisa masuk daftar tempat kencan. Hamparan air dan suasana terbuka di sekitar embung menawarkan pengalaman sederhana untuk menghabiskan waktu berdua.
Alih-alih mencari coffee shop dengan pemandangan matahari terbenam, pasangan bisa duduk bersama sembari menikmati perubahan warna langit Jogja. Membawa minuman dari rumah atau membeli jajanan sederhana di sekitar lokasi juga bisa menjadi pilihan.
Memang, suasana Embung Langensari tidak selalu sempurna. Beberapa fasilitasnya pernah mendapat keluhan pengunjung, terutama berkaitan dengan kebersihan dan pemeliharaan bangku. Namun, hal tersebut tidak menghilangkan potensinya sebagai ruang publik untuk bersantai.
“Syahdu ya rasanya bisa yhang-yhangan di pinggir embung yang tidak banyak aktivitas olah raga. Bikin makin nyaman dan romantis,” imajinasi Edo membayangkan berpacaran di pinggir embung.
2. Gajah Wong Edupark, tempat kencan yang tenang dan santai di tengah ruang hijau
Bergeser ke kawasan Gambiran, Umbulharjo, ada Gajah Wong Edupark. Taman ini bisa menjadi alternatif bagi pasangan yang ingin menikmati suasana hijau tanpa harus pergi jauh dari pusat Kota Jogja.
Selain area terbuka untuk bersantai, Gajah Wong Edupark memiliki fasilitas gazebo, area hijau, fasilitas olahraga, dan akses Wi-Fi gratis. Berdasarkan informasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, taman ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial dan edukatif.
Kencan di tempat seperti ini tidak membutuhkan agenda yang rumit. Berjalan santai, duduk di gazebo, atau mengobrol mengenai hal-hal remeh yang biasanya tidak sempat dibicarakan bisa menjadi kegiatan menyenangkan. Toh, terkadang yang dibutuhkan pasangan bukan tempat yang menawarkan banyak hiburan, melainkan kesempatan untuk saling mendengarkan tanpa harus terganggu notifikasi pekerjaan.
3. Alun-alun kidul, sedikit ramai tapi masih menjadi tempat kencan andalan
Kalau ingin suasana yang lebih ramai, Alun-Alun Kidul atau Alkid bisa menjadi pilihan. Kawasan Patehan, Kraton, ini punya daya tarik tersendiri ketika malam tiba. Pasangan bisa berjalan mengelilingi lapangan, mencoba tradisi Masangin atau berjalan dengan mata tertutup melewati kedua pohon beringin kembar, menikmati suasana pohon beringin, atau sekadar duduk sambil melihat aktivitas pengunjung lainnya.
Kalau mulai lapar, berbagai pilihan jajanan kaki lima di sekitar kawasan bisa menjadi penyelamat. Tidak perlu memaksakan diri membeli makanan mahal ketika seporsi jajanan sederhana sudah cukup untuk menemani obrolan.
Justru di tempat seperti ini, kencan bisa berlangsung lebih spontan. Tidak perlu reservasi, tidak perlu berpakaian terlalu formal, dan tidak perlu merasa bersalah karena hanya memesan satu atau dua makanan untuk dinikmati bersama.
4. Taman Denggung, alternatif kencan sederhana di Sleman
Bagi pasangan yang tinggal di sekitar Sleman, Taman Denggung di kawasan Tridadi bisa menjadi pilihan menarik. Taman kota ini telah direvitalisasi dan diresmikan kembali pada Januari 2024 dengan sejumlah pembaruan fasilitas.
Pemerintah Kabupaten Sleman menambahkan fasilitas bermain anak, memperbaiki tanaman dan rumput, serta menyediakan akses yang lebih ramah bagi pengunjung, termasuk penyandang disabilitas.
Meskipun dirancang sebagai ruang publik yang ramah anak dan keluarga, bukan berarti pasangan muda tidak bisa menikmati suasananya. Area terbuka dan ruang hijau bisa dimanfaatkan untuk berjalan santai atau sekadar duduk berbincang. Kencan di taman ini juga bisa dikombinasikan dengan membeli jajanan di sekitar kawasan Denggung. Tidak perlu agenda mewah untuk membuat pertemuan terasa berkesan.
5. Taman Budaya Embung Giwangan, kencan sambil menikmati budaya
Terakhir, ada Taman Budaya Embung Giwangan di Jalan Tegalturi, Umbulharjo. Kawasan yang diresmikan pada Mei 2025 ini memadukan ruang terbuka hijau, embung, dan fasilitas kebudayaan.
Dengan luas sekitar 3,4 hektare, hampir sepertiga kawasan tersebut merupakan embung. Tersedia pula jalur joging, panggung terbuka, serta sejumlah fasilitas pendukung kegiatan seni dan budaya.
Pasangan bisa berjalan mengelilingi kawasan embung, menikmati suasana sore, atau kebetulan menyaksikan kegiatan seni apabila sedang ada agenda pertunjukan. Jadi, selain menghabiskan waktu berdua, ada kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru. Tentu, sebelum berkunjung, ada baiknya memeriksa agenda kegiatan dan akses area yang sedang dibuka untuk umum.
Taman kota, ruang sederhana merawat kedekatan
Lebih dari sekadar tempat berteduh atau menghabiskan waktu luang, keberadaan taman dan ruang terbuka hijau (RTH) punya peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Berdasarkan data Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, luas RTH di Kota Yogyakarta pada 2024 mencapai 23,351 persen dari wilayah kota. Angka tersebut terdiri dari 8,063 persen RTH publik dan 15,288 persen RTH privat. Capaian ini memang belum memenuhi target minimal 30 persen, dengan pembagian 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat sebagaimana ketentuan penataan ruang.
Menariknya, penelitian berjudul Kualitas Taman Kota Sebagai Ruang Publik Kota Yogyakarta Berdasarkan Review Scraping yang diterbitkan dalam jurnal MATRA pada 2026 menemukan bahwa Alun-Alun Kidul dan RTH Winongo Patangpuluhan menonjol sebagai ruang yang mendukung interaksi sosial masyarakat. Sementara itu, penelitian tentang pemanfaatan RTH publik Taman Warungboto yang melibatkan 70 pengunjung menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas, keragaman aktivitas, dan aksesibilitas menjadi faktor penting yang memengaruhi pemanfaatan taman.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa taman bukan sekadar ruang penghijauan, melainkan juga tempat masyarakat membangun interaksi dan menghabiskan waktu bersama. Barangkali, bagi Edo dan pasangan muda lainnya, fungsi sederhana itu sudah lebih dari cukup. Tidak perlu meja restoran, reservasi, atau tagihan yang membuat kepala pening. Terkadang, dua orang yang duduk berdampingan di bangku taman sambil berbagi cerita justru bisa menemukan romantisme yang tidak ditawarkan tempat-tempat mahal.
Pada akhirnya, kelima taman di Jogja tersebut menawarkan alternatif tempat kencan yang tidak selalu menuntut pengeluaran besar. Sebab, romantisme tidak semestinya diukur dari seberapa mahal tempat yang dikunjungi atau berapa banyak uang yang dihabiskan dalam satu kali pertemuan.
Barangkali Edo dan banyak pasangan muda lainnya hanya perlu mengingat satu hal: hubungan tetap bisa dirawat tanpa harus membuat kondisi keuangan ikut sekarat. In this economy, duduk berdua di taman sambil berbagi jajanan pun rasanya sudah cukup romantis.
Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: 3 Spot Bengong Paling Syahdu untuk Menepi dari Bisingnya Kota Surabaya Kala Hujan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan