User Yamaha Gear Ultima membuktikan kalau motor ini nggak cuma cocok buat menunjang mobilitas ibu rumah tangga. Ketangguhannya, juga jadi andalan bagi para riders pecinta touring.
***
Septantia Eta (31) sebenarnya punya pilihan untuk menyalakan mobil yang terparkir rapi di garasinya. Namun, warga asal Grabag, Magelang, ini selalu memilih menggunakan sepeda motor untuk menopang rutinitas hariannya.
Sebagai Macan Ternak, alias “mamah cantik anter anak” dengan dengan jadwal padat, baginya sisi kepraktisan menempati urutan pertama.
Dulunya, saat masih bujang, Eta terbiasa menunggangi motor kopling. Sayangnya, ritme jalanan yang kian macet dan perannya yang berubah sebagai ibu rumah tangga, bikin kendaraan tersebut terasa merepotkan.
Kini, ia cuma butuh tunggangan yang tinggal dipuntir gasnya, tanpa perlu menahan tuas saat lalu lintas Magelang tersendat.
“Makanya, beberapa tahun terakhir beralih ke matic, apalagi setelah punya anak. Lebih praktis sih rasanya,” ujarnya saat ditemui di Magelang, Sabtu (11/7/2026).
Yamaha Gear Ultima Cocok buat anter anak, mantap buat bawa barang belanjaan
Sebagai Macan Ternak, tugas pertamanya setiap pagi adalah mengantar anak semata wayangnya, Alfath Farza (7), yang baru masuk sekolah dasar. Pada jam sibuk, jalan raya dan gang perumahan di Magelang selalu disesaki kendaraan.
Ukuran motor matic yang ramping membuatnya jauh lebih leluasa bermanuver dan meloloskan diri dari kepungan macet.

Begitu urusan sekolah selesai, rute Eta berlanjut ke pasar tradisional. Di tengah hiruk-pikuk pasar inilah, motor andalannya itu benar-benar sangat membantu.
Bagi Eta, dan mungkin ribuan ibu lainnya, area pijakan kaki di bagian depan adalah nyawa utama. Galon air, kantong sayur, hingga tumpukan barang belanjaan dijejalkan di sana tanpa membuat posisi kakinya terhimpit.
Ia tetap bisa duduk nyaman dan menyetir stabil. Tidak ada lagi cerita repot menggantung terlalu banyak barang di setang yang sering kali membuat kemudi oleng.
“Makanya mutusin pakai Gear Ultima sejak Februari lalu. Sebagai ibu rumah tangga, ngerasa pas banget pakai motor ini,” tambahnya.
Touring antarpulau juga bisa pakai motor 125 cc
Kelonggaran ruang di atas dek itu ternyata tidak hanya menyelamatkan “urusan dapur”. Di tangan Taufiq (36), ruang yang sama digunakan untuk menopang logistik perjalanan lintas pulau.
Sejak muda, lelaki asal Jogja ini memang hobi berkendara. Namun, rutinitas touring jarak jauh baru benar-benar ia lakoni pada 2022.
Menariknya, Taufiq tidak menunggangi motor gede (moge) layaknya kebanyakan peturing. Ia justru memilih motor harian kelas 125 cc untuk membuktikan satu hal: keliling Indonesia tidak harus menggunakan motor mahal.
“Saya ingin membuktikan, apa pun motormu, bisa touring kok. Nggak perlu punya moge, saya yang pakai kelas 125 cc saja bisa ke mana-mana,” ungkapnya.
Pada masa awal menjelajah, Taufiq rutin melakukan trabasan, menyusuri jalur-jalur alternatif di Pulau Jawa yang jarang dilirik orang. Ia gemar blusukan ke rute sepi dengan medan jalan agak ekstrem demi menemukan lanskap alam yang belum banyak terekspos.
Catatan perjalanannya tidak ia simpan sendiri. Taufiq membagikan detail rute tersebut kepada rekan-rekannya, mulai dari kalkulasi keiritan bensin, letak pom bensin terdekat, hingga rekomendasi tempat istirahat yang aman.
Ia ingin menunjukkan bahwa motor kelas komuter pun sangat sanggup diandalkan asal pengendaranya paham ritme perjalanan.
Bukti ketangguhan kerangka Yamaha Gear Ultima
Seiring waktu, roda motor Taufiq berputar makin jauh hingga menyeberang ke aspal Sulawesi. Namun, satu etape yang paling membekas di ingatannya adalah perjalanan sejauh 2.000 kilometer dari Jogja menuju Sirkuit Mandalika di Lombok.
Kala itu, Yamaha Gear Ultima 125 miliknya benar-benar difungsikan laiknya kuda tunggangan. Bagasi di bawah jok dijejali barang. Di atas kursi belakang terikat tumpukan tas tebal yang menjulang, sementara ruang pijakan kaki di depan dimaksimalkan untuk menampung sisa perbekalan.
“Biarpun membawa beban seberat itu untuk perjalanan lintas pulau, Mas, motor saya tetap bisa jalan tanpa kendala. Jujur, kalau kalian mau touring dan punya logistik banyak, motor seperti ini cocok sekali,” tegasnya.
Rute panjang itu bukannya tanpa risiko. Ada satu insiden tak terduga ketika Taufiq memacu kendaraannya menuju Mandalika. Di sebuah tikungan tajam, ia kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh. Tubuhnya terhempas ke aspal di sisi kiri dan menderita sejumlah luka lecet.
Ajaibnya, ketika ia bangkit dan memeriksa kondisi kendaraannya, motor itu berdiri seolah tak terjadi apa-apa. Bodinya utuh tanpa kerusakan struktural yang parah. Kendaraan harian tersebut sukses membuktikan durabilitasnya saat disiksa di jalur ekstrem.
“Pas bangun, waduh, rosa (kuat) banget. (Motornya) Nggak lecet, malah saya-nya yang lecet,” ujarnya sembari tertawa.
Terobosan yang menjawab kebutuhan pengguna
Ketangguhan menahan muatan berat dan benturan aspal itu jelas bukan sebuah kebetulan. Secara teknis, karakter mesin dan rancangan bodi seperti itu adalah formula yang sudah diperhitungkan dengan sangat matang.
Service Advisor Yamaha Sumber Baru Motor, Bagus Kusuma Alan, sangat mafhum dengan pengalaman yang dirasakan Eta maupun Taufiq di jalan raya. Rahasia mesin yang pantang ngos-ngosan, baik saat memanggul galon di pasar maupun mengangkut ransel di jalur antarpulau, sepenuhnya bertumpu pada kapasitas silinder.
Saat mayoritas motor harian di kelas pemula hanya dibekali mesin 110 cc, Yamaha bersikeras mempertahankan kubikasi 125 cc berteknologi Blue Core. Kapasitas yang lebih besar ini menghasilkan perbedaan krusial pada daya dorong awal.
“Karena kapasitasnya 125 cc, torsi atau tarikan awalnya sudah pasti lebih besar,” jelas Bagus saat ditemui pada Sabtu (11/7/2026)
“Logikanya begini, ketika motor diberi beban tambahan yang cukup berat, mesin tidak akan ngos-ngosan. Pengendara tidak perlu nge-gas terlalu dalam hanya untuk membuat motor bergerak dari posisi berhenti, atau saat menemui jalanan menanjak.”
Kenyamanan posisi duduk Eta di tengah tumpukan barang juga merupakan turunan langsung dari konsep desain multipurpose. Bagus menyoroti konstruksi lantai dek bagian depan yang sengaja dibuat lebih rata dan luas dibandingkan skuter matik pada umumnya.
Ruang lapang itu masih ditunjang oleh kehadiran dua gantungan barang atau double hook. Tata letak ini dirancang dengan presisi, mengikuti hitungan matematis tinggi rata-rata orang Indonesia.
Hasil akhirnya, lutut pengendara aman dari risiko membentur barang bawaan. Secara teknis, pembagian beban muatan di area depan dan belakang juga mengunci titik tumpu gravitasi motor di tengah, sehingga kemudi tetap anteng saat diajak bermanuver.
Sementara itu, motor Taufiq yang selamat dari kerasnya aspal Mandalika berutang besar pada penyematan side protector. Menurut Bagus, Yamaha sengaja memasang panel bodi samping dari material plastik khusus. Permukaannya bertekstur kasar dan dibiarkan tanpa lapisan cat, bertugas sebagai tameng pelindung luar.
“Sifat materialnya lebih lentur dan berfungsi sebagai peredam benturan. Jadi, saat terjadi benturan keras di aspal, energi kejutnya diserap oleh pelindung ini. Bagian bodi utama motor yang dicat mulus pun jadi terlindungi dari risiko pecah atau baret parah,” terang Bagus.
Fitur keyless yang menyempurnakan kesan keamanan
Rancangan fisik yang solid ini kemudian disempurnakan lagi untuk merespons ancaman keamanan di jalanan. Tepat pada Sabtu (11/7/2026), Yamaha merilis varian tertinggi sekaligus terbarunya, yakni Yamaha Gear Ultima Hybrid.
Satu loncatan teknologi esensial yang ditanamkan pada versi paripurna ini adalah sistem keyless. Absennya lubang kunci konvensional secara otomatis memutus celah pembobolan paksa oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor. Di luar urusan keamanan, teknologi ini membawa kepraktisan yang langsung menjawab keresahan penggunanya.
Momen peluncuran ini dirayakan secara terbuka dalam gelaran Karnaval Gear Ultima di Alun-Alun Magelang, Sabtu-Minggu 11-12 Juli 2026. Sebelum launching, Yamaha lebih dulu mengajak para pengguna setianya untuk membuktikan langsung ketangguhan mesin di jalanan.
Rombongan pengendara diajak melakukan test ride sejauh 25 kilometer, membelah kepadatan lalu lintas Magelang guna merasakan sendiri tarikan dan kelincahan manuvernya.
Karnaval ini tak sekadar menjadi panggung pamer teknologi. Ia juga menjadi pesta bagi masyarakat luas. Sembari menikmati hiburan, pengunjung yang sekadar mampir bahkan berpeluang membawa pulang satu unit Yamaha Gear Ultima Hybrid sebagai grand prize.
Syaratnya, setiap transaksi belanja senilai Rp100 ribu di area acara, pengunjung otomatis berhak menukarnya dengan satu kupon undian.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan