Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

ilustrasi - pedagang memanfaatkan WiFi gratis di Klaten. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Jalan-jalan di Klaten kini tak perlu khawatir jika paket data habis. Lewat program “Internet Gratis Sampai Desa”, pemerintah Kabupaten Klaten ingin mengoptimalkan WiFi gratis hingga daerah pelosok guna meningkatkan ekonomi produk UMKM lokal.

WiFi gratis jadi kebutuhan pokok UMKM

Suasana Jalan Bali yang merupakan pusat kuliner di Pandanrejo, Klaten Tengah masih tampak sepi saat saya berkunjung pada Kamis (2/7/2026) siang. Saya baru sadar mengapa suasana begitu luang setelah melihat papan informasi yang bertuliskan pukul 15.00 WIB baru buka.

Untung, saya menemukan sebuah angkringan yang tak jauh dari pintu masuk Jalan Bali. Pemilik angkringan, Yudha (39) berujar sudah membuka angkringannya dari pukul 12.00 WIB dan akan tutup hingga malam hari, menyesuaikan animo pengunjung Jalan Bali.

“Sejak diresmikan tahun 2022, tempat ini selalu ramai waktu sore, apalagi Sabtu malam sampai Minggu,” ucap Yudha sembari membuatkan Beng-beng Drink pesanan saya. 

Kurang dari 10 menit, minuman itu akhirnya jadi. Namun sebelum saya membayarnya, saya bertanya kepada Yudha guna memastikan, apakah pembayarannya bisa dilakukan lewat QRIS. 

Angkringan di Jalan Bali. MOJOK.CO
Angkringan di Jalan Bali buka saat siang. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Laki-laki yang baru 2 tahun membuka angkringannya itu pun menjawab bisa, bahkan dia juga memberi tahu bahwa ada fasilitas WiFi gratis untuk publik seandainya kuota internet saya habis.

“Kalau masih sepi begini biasanya (sinyalnya) kuat, beda lagi waktu sore sampai malam, harus ‘rebutan’ sama pedagang yang lain,” kata Yudha. 

Solusi alternatif untuk pekerja lapangan di Klaten 

Keluhan soal lemotnya WiFi gratis tak hanya dialami Yudha, tapi juga Rengga Soleh Sudibyo (40) yang merupakan warga asli Klaten. Sebagai pegawai lapangan di sebuah koperasi, Rengga mengaku sering memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Kalau dulu pas awal-awal pemasangan WiFi gratis di sekitaran Alun-alun Klaten itu masih kuat, tapi karena sekarang sudah tambah banyak (orang) mungkin jadi lemot,” kata Rengga.  

Meski begitu, baik Yudha dan Rengga merasa hal itu bukan masalah besar. Yudha sendiri sudah menyediakan WiFi pribadi di angkringan, khususnya saat pengunjung sedang ramai. Sementara Rengga hanya memanfaatkan WiFi gratis sebagai solusi alternatif.

Pedagang menggunakan gawainya di Jalan Bali, Klaten. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Saya sering menyalakan WiFi kalau lagi kerja, apalagi kalau saya lihat ada tiang pemancar. Biasanya langsung nyambung ke HP saya. Minimal bisa buka WhatsApp tapi kalau nggak nyambung ya seringnya pakai paket data sendiri,” tutur Rengga.

Yang jelas, menurut Yudha, pemerintah sudah responsif dalam menanggapi laporan warga, terutama saat WiFi mati secara tiba-tiba.

Bisa dipakai unlimited mulai dari WA hingga YouTube

Kepala Bidang Informatika dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten, Heri Wismo Handono, tak menampik telah menampung banyak keluhan soal lemotnya WiFi gratis. 

Namun, pihaknya mengklaim telah mengatasi hal tersebut dengan menambah WiFi di beberapa titik. Misalnya, di Jalan Bali yang awalnya hanya ada di area utama, kini sudah menyebar ke area Puskesmas Klaten Tengah, pintu masuk dan pintu timur.

Heri pun mengimbau agar masyarakat bisa maklum karena fasilitas tersebut digunakan secara bersama, otomatis ada batasan jumlah maksimal perangkat yang diizinkan masuk untuk tiap WiFi. Meski begitu, Heri menjamin bahwa WiFi gratis bisa diakses secara unlimited. 

Wisata kuliner di Jalan Bali, Klaten. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Artinya bisa bebas digunakan untuk WhatsApp, TikTok, sampai Youtube,” jelas Heri saat ditemui Mojok pada Kamis (2/7/2026) di kantor Diskominfo Klaten, Jalan Pemuda.

Untuk membuktikannya, saya pun mencoba mengunggah foto di Instagram story memakai WiFi gratis di Jalan Bali, hingga menyetel Podcast mojokdotco di YouTube dengan durasi 7 menit dan resolusi tinggi. 

Hasilnya, semua berjalan lancar di siang hari karena memang belum banyak pengguna yang memakainya. Begitu juga saat saya mencobanya di Alun-alun Klaten dan Masjid Raya yang berada di sisi seberang Jalan Bali.

Persebaran WiFi gratis di Klaten dan kriterianya

“Internet Gratis Sampai Desa” sejatinya merupakan program turunan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang juga masuk pada kampanye Bupati Kabupaten Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo saat ini.

Tabel data WiFi publik Klaten 2026. (sumber: dikelola dari data Diskominfo)

Melansir dari laman resmi Provinsi Jawa Tengah, program ini tak diberikan secara cuma-cuma, melainkan punya kriteria tertentu bagi pemerintah desa yang ingin mengajukan diri sebagai penerima manfaat.

Kriteria tersebut, pertama, wilayah blankspot yang secara geografis terisolasi dari jangkauan pemancar sinyal operator seluler komersial. 

Kedua, wilayah wisata yang tidak berbayar dan memiliki potensi kunjungan tinggi, serta ada beberapa syarat khusus lainnya yang menyangkut teknis dari Diskominfo.

Ketiga, wilayah yang masuk prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem. Keempat, wilayah rawan bencana.

Bangkitnya UMKM dan desa pelosok

Pedagang menggunakan QRIS di Alun-alun Klaten. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Kepala Bidang Informatika dan Persandian Diskominfo Kabupaten Klaten, Heri menegaskan program itu akan terus berjalan sesuai dengan 10 program kampanye Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Bahkan, Diskominfo berencana untuk menambah titik-titik pemasangan WiFi ke depannya. 

Hal itu tak terlepas dari dampaknya yang kian nyata. Sebagai network engineer di Diskominfo, Dody Ashrib bercerita ada salah satu tempat yang dulunya sepi, tapi sekarang menjadi ramai setelah adanya WiFi Gratis. Salah satunya di Taman Macan, Kecamatan Wedi yang berhadapan langsung dengan Taman Kuda.

“Taman Macan yang dulunya adalah tempat pembuangan sampah dan jarang dikunjungi warga, kini sudah ramai setelah kami pasang WiFi di sana. Banyak orang yang berjualan dan nongkrong sampai malam karena tamannya juga rindang,” tutur Dody.

Oleh karena itu, dengan adanya program “Internet Gratis Sampai Desa” pemerintah berharap dapat memperluas akses digital hingga pelosok, meningkatkan ekonomi produk UMKM lokal, hingga mendukung promosi destinasi wisata.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version